------ Forwarded Message
From: Hasita <[email protected]>
Date: Tue, 13 Jan 2009 07:13:47 +0700
Conversation: [BundaInBiz] OOT FW: Ungkapan Sederhana Untuk Istri Tercinta
Subject: FW: [BundaInBiz] OOT FW: Ungkapan Sederhana Untuk Istri Tercinta

Untuk para suamiŠ..
 


From: Isye Parlina 
Sent: Tuesday, March 18, 2008 10:33 AM
Subject: FW: [BundaInBiz] OOT FW: Ungkapan Sederhana Untuk Istri Tercinta
 


Ungkapan Sederhana Untuk Istri Tercinta

Sumber : Ust. M. Fauzil Adzim
2007-03-07 

Bila malam sudah beranjak mendapati subuh, bangunlah sejenak. Lihatlah istri
anda yang sedang terbaring letih menemani bayi anda. Tataplah wajahnya yang
masih dipenuhi oleh gurat-gurat kepenatan karena seharian ini badannya tak
menemukan kesempatan untuk istirah barang sekejap. Kalau saja tak ada air
wudhu yang membasahi wajah itu setiap hari, barangkali sisa-sisa
kecantikannya sudah tak ada lagi.

Sesudahnya, bayangkanlah tentang esok hari. Disaat anda sudah bisa merasakan
betapa segar udara pagi, tubuh letih istri anda barangkali belum benar-benar
menemukan kesegarannya.

Sementara anak-anak sebentar lagi akan meminta perhatian bundanya,
membisingkan telinganya dengan tangis serta membasahi pakaiannya dengan
pipis tak habis-habis. Baru berganti pakaian, sudah dibasahi pipis lagi.
Padahal tangan istri anda pula yang harus mencucinya.

Disaat seperti itu, apakah yang anda pikirkan tentang dia? Masihkan anda
memimpikan tentang seorang yang akan senantiasa berbicara lembut kepada
anak-anaknya seperti kisah dari negeri dongeng sementara disaat yang sama
anda menuntut dia untuk menjadi istri yang penuh perhatian, santun dalam
berbicara, halus dalam memilih setiap kata serta tulus dalam menjalani
tugasnya sebagai istri, termasuk dalam menjalani apa yang sesungguhnya bukan
kewajiban istri tetapi dianggap sebagai kewajibannya.

Sekali lagi, masihkan anda sampai hati mendambakan tentang seorang perempuan
yang sempurna, yang selalu berlaku halus dan lembut? Tentu saja saya tidak
tengah mengajak anda membiarkan istri membentak anak-anak dengan mata
membelalak. Tidak. Saya hanya ingin mengajak anda melihat bahwa tatkala
tubuhnya amat letih, sementara suami tak pernah menyapa jiwanya, maka amat
wajar kalau ia tak sabar.

Begitu pula manakala matanya yang mengantuk tak kunjung memperoleh
kesempatan untuk tidur nyenyak sejenak, maka ketegangan emosinya akan
menanjak. Disaat itulah jarinya yang lentik bisa tiba-tiba membuat anak
menjerit karena cubitannya yang bikin sakit.

Apa artinya? Benar, seorang istri shalihah memang tak boleh bermanja-manja
secara kekanak-kanakan, apalagi sampai cengeng. Tetapi istri shalihah
tetaplah manusia yang membutuhkan penerimaan. Ia juga butuh diakui, meski
tak pernah meminta kepada anda.

Sementara gejolak-gejolak jiwa memenuhi dada, butuh telinga yang mau
mendengar. Kalau kegelisahan jiwanya tak pernah menemukan muaranya berupa
kesediaan untuk mendengar, atau ia tak pernah anda akui keberadaannya, maka
kangan pernah menyalahkan siapa-siapa kecuali dirimu sendiri jika ia
tiba-tiba meledak.

Jangankan istri anda yang suaminya tidak terlalu istimewa, istri Nabi pun
pernah mengalami situasi-situasi yang penuh ledakan, meski yang membuatnya
meledak-ledak bukan karena Nabi SAW tak mau mendengarkan melainkan semata
karena dibakar api kecemburuan. Ketika itu, Nabi SAW hanya diam menghadapi
'Aisyah yang sedang cemburu seraya memintanya untuk mengganti mangkok yang
dipecahkan.

Ketika menginginkan ibu anak-anak anda selalu lembut dalam mengasuh, maka
bukan hanya nasehat yang perlu anda berikan. Ada yang lain. Ada kehangatan
yang perlu anda berikan agar hatinya tidak dingin,apalagi beku, dalam
menghadapi anak-anak setiap hari. Ada penerimaan yang perlu kita tunjukkan
agar anak-anak itu tetap menemukan bundanya sebagai tempat untuk memperoleh
kedamaian, cinta dan kasih sayang.

Ada ketulusan yang harus anda usapkan kepada perasaan dan pikirannya, agar
ia masih tetap mememilki energi untuk tersenyum kepada anak-anak anda,
sepenat apapun ia.

Ada lagi yang lain : PENGAKUAN. Meski ia tak pernah menuntut, tetapi
mestikah anda menunggu sampai mukanya berkerut-kerut.

Karenanya, anda kembali ke bagian awal tulisan ini. Ketika perjalanan waktu
melewati tengah malam, pandanglah istri anda yang terbaring letih itu, lalu
pikirkanlah sejenak, tak adakah yang bisa anda lakukan sekedar mengucapkan
terima kasih atau menyatakan sayang bisa dengan kata yang berbunga-bunga,
bisa tanpa kata. Dan sungguh, lihatlah betapa banyak cara untuk
menyatakannya. Tubuh yang letih itu, alangkah bersemangatnya jika di saat
bangun nanti ada secangkir minuman hangat yang diseduh dengan dua sendok teh
gula dan satu cangkir cinta.

Sampaikan kepadanya ketika matanya telah terbuka,"ada secangkir minuman
hangat untuk istriku. Perlukah aku hantarkan untuk itu?"

Sulit melakukan ini? Ada cara lain yang bisa anda lakukan. Mungkin sekedar
membantunya meyiapkan sarapan pagi untuk anak-anak, mungkin juga dengan
tindakan-tindakan lain, asal tak salah niat kita. Kalau anda terlibat dengan
pekerjaan di dapur, memandikan anak, atau menyuapi si mungil sebelum
mengantarkannya ke TK, itu bukan karena gender-friendly; tetapi semata
karena mencari ridha Allah, sebab selain niat ikhlas karena Allah, tak ada
artinya apa yang anda lakukan.

Anda tidak akan mendapati amal-amal anda saat berjumpa dengan Allah di
yaumil-qiyamah. Alaakullihal, apa yang ingin anda lakukan, terserah anda.
Yang jelas, ada pengakuan untuknya, baik lewat ucapan terima kasih atau
tindakan yang menunjukkan bahwa dialah yang terkasih. Semoga dengan kerelaan
anda untuk menyatakan terima kasih, tak ada airmata duka yang menetes
baginya, tak ada lagi istri yang berlari menelungkupkan wajah di atas bantal
karema merasa tak didengar. Dan semoga pula dengan perhatian yang anda
berikan lepadanya, kelak istri anda akan berkata tentang anda sebagaimana
Bunda 'Aisyah RA berucap tentang suaminya, Rasulullah SAW,"Ah, semua
perilakunya menakjubkan bagiku".

Sesudah engkau puas memandangi istrimu yang terbaring letih, sesudah engkau
perhatikan gurat-gurat penat di wajahnya, maka biarkanlah ia sejenak untuk
meneruskan istirahatnya. Hembusan udara dingin yang mungkin bisa mengusik
tidurnya, tahanlah dengan sehelai selimut untuknya.

Hamparkanlah ke tubuh istrimu dengan kasih sayang dan cinta yang tak lekang
oleh perubahan. Semoga engkau termasuk laki-laki yang mulia, sebab tidak
memuliakan wanita kecuali laki-laki yang mulia.

Sesudahnya, kembalilah ke munajat dan tafakkurmu. Marilah anda ingat kembali
ketika Rasulullah SAW berpesan tentang istri. "wahai manusia, sensungguhnya
istri kalian mempunyai hak atas kalian sebagaimana kalian mempunyai hak atas
mereka. Ketahuilah." kata Rasulullah SAW melanjutkan. " kalian mengambil
wanita itu sebagai amanah dari Allah, dan kalian halalkan kehormatan mereka
dengan ikatan Allah. Takutlah kepada Allah dalam mengurusi istri kalian. Aku
wasiatkan atas kalian untuk selalu berbuat baik."

Anda telah mengambil istri anda sebagai amanah dari Allah. Kelak anda harus
melaporkan kepada Allah Ta'ala bagaimana anda menunaikan amanah dari-Nya.
Apakah anda mengabaikannya sehingga guratan-guratan dengan cepat
menggerogoti wajahnya, jauh awal dari usia yang sebenarnya? Ataukah, anda
sempat tercatat selalu berbuat baik untuk istri.

Semoga anda memberi ungkapan yang lebih agung untuk istri anda.

Reza Firsandaya Malik
Wireless Communication Centre

_ 


------ End of Forwarded Message

Kirim email ke