--- Pada Jum, 3/7/09, devi yanti <[email protected]> menulis:
Dari: devi yanti <[email protected]> Topik: FW: Hati-hati dengan ATM Debit Kepada: "diar ahm" <[email protected]>, "Luthfi Akman" <[email protected]>, "Rufina Aurelia" <[email protected]>, "Selya Ayhuwan" <[email protected]>, "bijen" <[email protected]>, "Cecil" <[email protected]>, "Dea" <[email protected]>, "wishnu dewanto" <[email protected]>, "dian" <[email protected]>, [email protected], [email protected], "insanti" <[email protected]>, "Juli sai" <[email protected]>, "helen Leleulya" <[email protected]>, "eka
lilyana suwardi" <[email protected]>, [email protected], [email protected], "ting martin" <[email protected]>, "oyag" <[email protected]>, "Papa tayang" <[email protected]>, "popi" <[email protected]>, [email protected], "Wenty Said" <[email protected]>, "Sonny SSI" <[email protected]>, [email protected], "tina" <[email protected]>, "ulan" <[email protected]>, [email protected], [email protected] Tanggal: Jumat, 3 Juli, 2009, 1:17 PM
--- Pada Kam, 2/7/09, julita pribadi <[email protected]>
menulis:
Dari: julita pribadi <[email protected]> Topik: FW: Hati-hati dengan ATM Debit Kepada: "Tanti-AIA Astarina" <[email protected]>, "Selya Ayhuwan" <[email protected]>, "caecelia" <[email protected]>, "Chay Fung" <[email protected]>, [email protected], "surfawaty darmadji" <[email protected]>, "Lenny Gunadi Leman" <[email protected]>, "juliani gunawan" <[email protected]>, "Indryana" <[email protected]>, "Lutfi Akman" <[email protected]>, "Maria" <[email protected]>, "Meiliza" <[email protected]>, "Devi-SSI yanti" <[email protected]> Tanggal:
Kamis, 2 Juli, 2009, 10:49 PM
--- On Thu, 7/2/09, Hartono Ratna <[email protected]> wrote:
From: Hartono Ratna <[email protected]> Subject: FW: Hati-hati dengan ATM Debit To: "tuti indrawan" <[email protected]>, "Andreas Karsono" <[email protected]>, "yohana liantri" <[email protected]>, "yani ollie" <[email protected]>, "sherly najoan" <[email protected]>, [email protected], "sanjaya sutarsa" <[email protected]>, "Pory Naty"
<[email protected]>, "julita pribadi" <[email protected]>, "sri" <[email protected]>, "agussoloan" <[email protected]>, "Soerjati"
<[email protected]>, "susanti tj" <[email protected]>,
"Suanty" <[email protected]> Date: Thursday, July 2, 2009, 8:27 PM
--- Pada Rab, 1/7/09, Fifi Tjong <[email protected]> menulis:
Dari: Fifi Tjong <[email protected]> Topik: FW: Hati-hati dengan ATM Debit Kepada: [email protected], [email protected], "'Hartono Ratna'" <[email protected]> Tanggal: Rabu, 1 Juli, 2009, 9:19 PM
Regards,
Vivi
Email : [email protected]
-------------------------------------------------------------------
PT Megah
Nurindo Pratama
Jl. Sunter
Agung Timur IV Blok O1 No. 44-45
Jakarta14350
Tel (62-21)
6530-5953 / 651-9707
Fax (62-21)
650-1128
--------------------------------------------------------------------
|
Maling Berteknologi Canggih

Kapolwil: Ini Yang Pertama di Indonesia
SURABAYA -
Pemegang kartu ATM yang juga berfungsi sebagai kartu debit kini harus lebih
waspada. Sebab, pelaku kejahatan semakin canggih dalam beraksi. Kartu debit
pun sangat mudah dibobol.
Kemarin, Unit Idik IV Tipiter (Tindak Pidana Tertentu) Satreskrim Polwiltabes
Surabaya mengungkap kasus pembobolan kartu debit BCA dengan modus baru. Ho
Tony Laurentius Hosana, tersangka kasus itu, menyadap data nasabah melalui
alat canggih bernama skimmer. Data tersebut kemudian dimasukkan ke dalam
"kartu kosong" (white card) miliknya.
Kapolwiltabes Surabaya Kombes Pol Ana ng
Iskandar menyebutkan, kasus yang diungkap anak buahnya kemarin itu merupakan
yang pertama di Indonesia
. "Sepanjang pengetahuan saya, belum ada satu pun pengungkapan kasus
kartu debit yang dilakukan polisi. Jadi, pengungkapan ini merupakan yang
pertama," kata Ana ng yang
didampingi Kasatreskrim Polwiltabes Surabaya AKBP Mujiyono.
Barang bukti yang disita polisi cukup banyak. Di antaranya, sebuah card
reader/encoding merek Axicon, sebuah laptop, dan sebuah skimmer (pembaca
data) merek Axicon. "Alat penyadap data nasabah tersebut dibeli
tersangka di Hongkong," ungkap Ana ng.
Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos, pengungkapan tersebut bermula dari
laporan BCA ke Mabes Polri pada Juli lalu. "Saat itu, BCA melapor adanya
komplain transaksi dari para nasabah senilai Rp 300 juta dalam dua bulan
terakhir," katanya.
Selanjutnya, tim Eksus (Ekonomi Khusus) Bareskrim (Badan Reserse Kriminal)
Mabes Polri turun tangan untuk menyelidiki dan memeriksa sejumlah saksi.
Hasilnya, diketahui bahwa transaksi dan "jebolnya" kartu debit BCA
itu terjadi di Surabaya
.. Mabes Polri pun memerintah Polwiltabes Surabaya untuk mengungkap kasus
tersebut.
Penyelidikan yang dipimpin Kasubnit Idik IV Iptu Mulyadi tidak sia-sia.
Polisi mencurigai Ho Tony Laurentius, 24, warga Regensi Blok A 21, Klampis
Ngasem, Surabaya
. Bos butik tersebut terbukti menyadap data nasabah BCA saat ada pembeli yang
membayar melalui emisi debit BCA di tokonya.
Kepada penyidik, Tony mengakui semua perbuatannya. "Saya memang berniat
membobol kartu debit para pelanggan yang berbelanja di toko saya,"
ungkapnya.
Salah satu buktinya adalah kenekatan Tony membeli skimmer dan card
reader/encoding merek Axicon tersebut di luar negeri. "Alat itu dibeli
di Hongkong seharga hampir Rp 50 juta," jelas Kanit Idik IV AKP Nunuk.
Ana ng menjelaskan, modus yang
dilakukan Tony sebenarnya cukup sederhana. "Jadi, setiap ada pelanggan yang
membayar melalui kartu debit, dia hanya perlu mengintip dan mengingat enam
digit PIN pelanggannya. Hal tersebut tidak terlalu sulit karena saat nasabah
memasukkan PIN, biasanya gampang dilihat," ujar orang nomor satu di jajaran
kepolisian Surabaya
tersebut.
Selanjutnya, skimmer canggih merek Axicon yang dibeli Tony jauh-jauh dari
Hongkong itulah yang bekerja. "Saat pelanggan menggesek kartunya, hanya
butuh beberapa menit, semua data rekening bank milik para pelanggan berpindah
ke laptop Tony," jelasnya. Tampaknya, Tony menghubungkan EDC (alat
pendebit kartu BCA) dengan skimmer, kemudian disambungkan ke laptop-nya.
Kemudian, data tersebut dimasukkan ke dalam kartu kosong yang telah
disiapkan. "Setelah
semua data masuk, Tony tinggal memasukkan PIN yang sebelumnya diintip.
Selanjutnya, dengan bebas dia menguras isi ATM korban,"
ungkap perwira dengan tiga mawar di pundak tersebut. Namun, belum lama
beraksi, Tony ditangkap polisi. (ano)
|
---
|
Wajib militer di Indonesia? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!
|
|
Buat sendiri desain eksklusif Messenger Pingbox Anda sekarang! Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah
|