Yuan xiao atau Cap Go meh atau Malam Lim Belasan, adalah puncak perayaan Musim semi, biasanya masyarakat Tionghoa berpesta ria, ramai2 keluar rumah, mendatangi pusat2 keramaian, menonton berbagai atraksi kesenian di jalanan, dan menyaksikan festifal lampion. suasana gmbiralah yang ada.
 
Namun, dalam dunia sastra, para penyair klasik justru sering menumpahkan renungan duka mereka ke dalam puisi. rupanya, saat orang berpesta pora,mereka justru sedang galau. ada yang dirundung duka asmara, ada yang diterpa petaka negeri, ada yang dilanda kecewaan dalam telaga hidup. di bawah ini, saya kutipkan tiga buah syair, semua berasal dari dinasti Song, semoga dapat diapresiasi denagn baik.
 
selamat  berhari raya
Zhou Fy
 
 
      MALAM   PERAYAAN  MUSIM  SEMI
       Zhu Shuzhen ( ?-1131-? ; Song )

 

Malam perayaan musim semi tahun lalu,

di pasar bunga sinar lentera seperti siang.

Rembulan naik ke ujung ranting yangliu,

insan pun berkencan sesudah hari petang.

 

Malam perayaan musim semi tahun ini,

rembulan dan lentera masih seperti dulu,

Tak terlihat lagi manusia tahun yang lalu,

      air mata membasuhi lengan musim semi.
 
 

      PERAYAAN  MUSIM  SEMI

       Li Qingzhao ( 1084-? ; Song )

 

Emas melebur mentari tenggelam,

awan senja berpadu menjadi manikam,

di manakah manusia berdiam?

Daun yangliu terendam kabut legam,

bunga mei dihembuskan seruling dendam,

seberapa dalam musim semi dapat paham?

 

Malam indah perayaan musim semi,

udara yang nyaman ramah menemani,

tak mungkinkah badai hujan menghantui?

Berduyun datang mengajak,

kereta nan harum kuda pusaka,

terimakasih pada sahabat arak sobat bersajak!

 

Puncak perayaan di Bumi Tengah,

gadis rumahan waktunya berlimpah,

senantiasa menanti malam Lima Belasan.

Bulu hijau melapisi mahkota.

emas menghiasi rumbai sutera,

pernik kepala bersaing cantik menawan.

 

Sedang kini telah menjadi kusut,

sanggul dikoyak angin cambang berkabut,

segan jadi tontonan keluar malam pun takut.

Lebih baik beringsut di bawah tirai jendela,

      mendengar insan tertawa bercengkerama!
 
 
MALAM  PERAYAAN  MUSIM  SEMI
Xin Qiji ( 1140-1207 ; Song )

 

Angin timur menebar ribuan pohon bunga malam,

dan meniup jatuh, bintang-bintang selaksana hujan.

Kuda pusaka kereta kencana harum sepanjang jalan,

suara suling burung bergetar, sinar piring kumala berputar,

ikan-ikan naga-naga menari semalaman.

 

Capung capung dan rumbai perak bersepuh emas,

derai tawa berseri-seri wewangian samar melintas.

Ribuan kali mencari dia dalam kerumunan manusia,

seketika menoleh ke belakang, orang itu ternyata ada

di tempat sinar lentera suram temaram.
 
 
Alih bahasa
Zhou Fy
 
 


.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster : [EMAIL PROTECTED] :.




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke