|
menurut saya, istilah Babah tidak identik dengan istilah
Peranakan, karena tidak ditinjau dari unsur percampuran perkawinan.
di masyarakat Tionghoa, juga dikenal istilah Qiao Sheng ( lahir
di perantauan ) yang setara dengan istilah Babah. biasanya mengacu pada orang2
Tionghoa yang sudah tidak bisa lagi berbahasa mandarin, dan pola budaya Tionghoa
nya sudah tidak murni lagi. umumnya, mereka adalah generasi ketiga atau lebih
yang lahir di Indonesia. ada teman ayah saya yang Totok ( kelahiran daratan),
istri keduanya adalah orang Jawa, tapi anak2nya tetap dianggap keluarga totok.
hanya karena ayahnya masih totok.
tapi masalah generasi juga tidak mutlak, meski sudah beberapa
generasi, jika keluarga tersebut tetap mempertahankan pendidikan bahasa Tionghoa
untuk anak2nya, mereka juga jarang disebut Qiao Sheng/ babah. kelihatan di sini,
yang pegang peranan adalah bahasa dan budaya.
jelas lain dengan istilah Peranakan, yang memang mengacu pada
latar bekang Ras dari orang tua.
salam,
ZFy
.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :. .: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :. .: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :. .: Jaringan pertemanan Friendster : [EMAIL PROTECTED] :.
Yahoo! Groups Links
|
