Pakm Wilson,

Yang saya sebut binatang adalah manusia2 rasis yang suka merampok, membakar
rumah, memerkosa dan membunuh, seperti tokoh Hitler, rasanya tidak
berlebihan kalau mereka kita namakan binatang. dalam perang melawan rasisme
semacam ini, kita memang harus menarik garis tegas.

Yang tidak boleh adalah, hanya karena adanya sekelompok "Pribumi" yang
rasis, kita lantas memaki-maki seluruh " Pribumi" sebagai Binatang, karena
ini juga satu wujud dari rasisme.

arti " Xiao Ren " adalah orang kecil, meskipun licik, kotor, suka merusak
dan mencelakai orang, mereka bukan orang yang mempunyai power, dan biasanya
tak berani tampil terang2an di depan, senjata utama mereka adalah fitnah dan
hasutan. ( tentang Xiao Ren, ada tulisan sangat menarik dari Yu Qiuyu yang
mengupas tuntas mereka ). dengan orang2 semacam ini memang kita hanya bisa
melawan dengan kelapang dadaan. tapi lain dengan mereka yang sudah terangan2
melontarkan panji keji Rasisme, mengobarkan kerusuhan rasial dan menyebabkan
banyak korban kematian. mereka tidak cukup kita sebut "Xiao Ren" lagi!
sekali lagi, apakah seorang Hitler layak kita sebut Xiao Ren dan kita tutup
mata saja?


ZFY

----- Original Message -----
From: "Wilson K." <[EMAIL PROTECTED]>
> Tapi tanpa mengurangi sedikitpun rasa hormat saya terhadap Bapak, dan
> tanpa sedikitpun bermaksud untuk menggurui siapapun, saya sangat tidak
> setuju dengan dengan kalimat Bapak yg menyusul, yaitu:
>
> "Untuk memerangi binatang kita kan tidak perlu berubah menjadi
> binatang kan?"
>
> Menurut saya yg masih muda dan masih banyak harus belajar ini,
> pernyataan atau lebih tepat, pertanyaan Bapak tersebut sangat
> kontradiktif dengan "nasehat" yg sangat menyejukkan hati dan baru
> Bapak sendiri sampaikan, tepat sebelum pertanyaan itu sendiri:
>
> "Untuk memerangi Rasisme, kita sendiri juga harus sering mawas diri,
> jangan terjebak dan jangan mau dipancing."
>
> Dengan memakai kata perumpamaan yg (ma'af) menurut saya terlalu
> extreme - seperti: "binatang" - bukankah kita telah menunjukkan bahwa
> kita sendiri telah terpancing untuk menanggapi issue ini dengan
> emosional? Dengan demikian, bukankah tujuan utama kita untuk memerangi
> rasisme malah sebaliknya mungkin bisa menimbulkan masalah baru? Saya
> jadi teringat dengan pesan yg sering disampaikan Ibu saya tercinta
> setiap kali kita (keluarga kami) harus berhadapan dengan tindakan2
> diskriminatif, baik itu dari saudara2 kita yg masih "berjalan dalam
> tidurnya" dengan merasa diri mereka adalah pribumi yg memiliki seluruh
> negeri tercinta ini, maupun dari segelintir oknum2 cina yg memang
> sangat menyebalkan (bahkan untuk saya yg bersyukur dan selalu bangga
> sebagai Warga Negara Indonesia Tulen yg dilahirkan dalam keluarga
> Tionghua). Setiap kali Beliau melihat saya mulai kehilangan kendali,
> Beliau selalu berusaha membisikkan kata2 berikut kepada saya "Jinzi bu
> dezui xiaoren" yg menurut saya adalah salah satu produk dari Budaya
> Tionghua yg tidak ternilai harganya.




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster : [EMAIL PROTECTED] :. 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke