LAMPION NAGA:
Lampion raksasa berbentuk naga yang dipamerkan dalam Festival
Lampion Raksasa Suzhou di Kompleks PRPP Tawang Mas Semarang, semalam
menarik perhatian pengunjung. Lampion-lampion indah tersebut
didatangkan langsung dari Provinsi Suzhou, China. (57t) |
|
|
DI pintu gerbang kerajaan langit, Sun Go Kong membuat
ulah. Dengan wajah merah memendam amarah, dia sorongkan sebatang toya
kepada para penjaga. Mendapat provokasi demikian, para penjaga itu,
termasuk Se Ta Tien Wang (Empat Raja Langit) tak bergeming. Berdiri tegak
dengan sikap sempurna. Sementara di dalam istana, Budha tampak duduk
bersila di atas gumpalan mega.
Penggalan kisah Kera Sakti tersebut, terpapar di salah satu sudut Pekan
Raya Promosi Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah. Bukan dalam bentuk teater
atau drama, melainkan sebuah karya lampion. Aha, karya lampion?
Bagi yang belum pernah menyaksikan, tentu akan bertanya-tanya.
Bagaimana mungkin, sebuah lampion bisa menggambarkan penggalan kisah
legendaris Tiongkok tersebut. Bukankah dalam pengertian awam, lampion itu
semata lentera bulat yang memancarkan cahaya?
Tentu saja, pengertian lampion semacam itu sudah amat usang. Lampion
yang dipamerkan di Festival Lampion Raksasa Suzhou, mulai 2-19 Juni,
bentuknya aneka rupa. Tak semata-mata konvensional, melainkan
dikombinasikan dengan boneka. Tak mengherankan jika ada kisah Kera Sakti
di sana.
Semalam, festival tersebut dibuka. Lampion Sun Go Kong lebih tampak
keindahannya. Bias cahaya warna-warni memendar kegelapan. Lebih menarik,
masing-masing boneka yang terdapat pada lampion tersebut bisa bergerak
sedemikian rupa.
Mandi Cahaya
Lampion lain bertemakan "Peringatan Ulang Tahun Ibunda Raja",
"Delapan Dewa Menyeberang Laut", dan "Lima Naga". Adapun replika
landmark yang ditampilkan, adalah "Dragon Post" dan "Dinding
Sembilan Naga". Dragon Post atau dalam bahasa aslinya disebut Lung Hua
Tiau merupakan tugu antik yang terdapat di Lapangan Tiananmen Beijing.
Sedangkan "Dinding Sembilan Naga" adalah sebuah tembok di belakang Ku Kung
(istana lama)-masih di dalam kompleks Tiananmen. Tembok tersebut
berornamen sembilan ekor naga.
Lampion-lampion raksasa yang berasal dari Provinsi Suzhou, China
tersebut menjadikan kompleks PRPP yang biasanya gelap jadi bermandi
cahaya. "Bunga-bunga teratai" dan ikan-ikan bertebaran di beberapa sudut
pelataran. Sementara lima ekor naga raksasa berjajar di sudut yang lain.
Semuanya menyala terang dan membias di kolam air yang terdapat di sana.
(Rukardi, Ida
Nursanti-34)