logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 03 Juni 2005 NASIONAL
Line

Kisah Sun Go Kong di Festival Lampion


LAMPION NAGA: Lampion raksasa berbentuk naga yang dipamerkan dalam Festival Lampion Raksasa Suzhou di Kompleks PRPP Tawang Mas Semarang, semalam menarik perhatian pengunjung. Lampion-lampion indah tersebut didatangkan langsung dari Provinsi Suzhou, China. (57t)

DI pintu gerbang kerajaan langit, Sun Go Kong membuat ulah. Dengan wajah merah memendam amarah, dia sorongkan sebatang toya kepada para penjaga. Mendapat provokasi demikian, para penjaga itu, termasuk Se Ta Tien Wang (Empat Raja Langit) tak bergeming. Berdiri tegak dengan sikap sempurna. Sementara di dalam istana, Budha tampak duduk bersila di atas gumpalan mega.

Penggalan kisah Kera Sakti tersebut, terpapar di salah satu sudut Pekan Raya Promosi Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah. Bukan dalam bentuk teater atau drama, melainkan sebuah karya lampion. Aha, karya lampion?

Bagi yang belum pernah menyaksikan, tentu akan bertanya-tanya. Bagaimana mungkin, sebuah lampion bisa menggambarkan penggalan kisah legendaris Tiongkok tersebut. Bukankah dalam pengertian awam, lampion itu semata lentera bulat yang memancarkan cahaya?

Tentu saja, pengertian lampion semacam itu sudah amat usang. Lampion yang dipamerkan di Festival Lampion Raksasa Suzhou, mulai 2-19 Juni, bentuknya aneka rupa. Tak semata-mata konvensional, melainkan dikombinasikan dengan boneka. Tak mengherankan jika ada kisah Kera Sakti di sana.

Semalam, festival tersebut dibuka. Lampion Sun Go Kong lebih tampak keindahannya. Bias cahaya warna-warni memendar kegelapan. Lebih menarik, masing-masing boneka yang terdapat pada lampion tersebut bisa bergerak sedemikian rupa.

Mandi Cahaya

Lampion lain bertemakan "Peringatan Ulang Tahun Ibunda Raja", "Delapan Dewa Menyeberang Laut", dan "Lima Naga". Adapun replika landmark yang ditampilkan, adalah "Dragon Post" dan "Dinding Sembilan Naga". Dragon Post atau dalam bahasa aslinya disebut Lung Hua Tiau merupakan tugu antik yang terdapat di Lapangan Tiananmen Beijing. Sedangkan "Dinding Sembilan Naga" adalah sebuah tembok di belakang Ku Kung (istana lama)-masih di dalam kompleks Tiananmen. Tembok tersebut berornamen sembilan ekor naga.

Lampion-lampion raksasa yang berasal dari Provinsi Suzhou, China tersebut menjadikan kompleks PRPP yang biasanya gelap jadi bermandi cahaya. "Bunga-bunga teratai" dan ikan-ikan bertebaran di beberapa sudut pelataran. Sementara lima ekor naga raksasa berjajar di sudut yang lain. Semuanya menyala terang dan membias di kolam air yang terdapat di sana. (Rukardi, Ida Nursanti-34)



.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster : [EMAIL PROTECTED] :.




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke