Anda tahu? Pendeta Markus Tan, menulis buku dengan
judul ¡§Imlek & Alkitab.¡¨ Walaupun mencantumkan 69
sumber pustaka, namun sebenarnya dia hanya mendasarkan
bukunya tersebut pada Novel ¡§Samkok¡¨ dan Film
¡§perjalanan ke Barat ¡V Sun Go Kong¡¨ serta apa yang
orang-orang Tionghoa tidak ketahui tentang kebudayaan
dan agama mereka? Sungguh sebuah buku yang ditulis
oleh penulis ngawur dan diterbitkan oleh penerbit
tidak bertanggungjawab. Bila waktunya tiba, saya akan
minta pertanggungan jawabnya untuk mengakui semua
kengawurannya dan minta maaf kepada semua orang
Tionghoa.

And pernah mendengar ungkapan ¡§Wu qian nian de li
shi,¤­¤d¦~ªº¾ú¥v¡Aqi qian nian de wen hua¤C¤d¦~ªº¤å¤Æ
(5.000 tahun sejarah dan 7.000 tahun kebudayaan)?
Itulah Tiongkok. Kebudayaan Tiongkok kuno mungkin
bukan yang tertua di dunia, namun satu-satunya
kebudayaan tertua yang masih bertahan hingga hari ini.
Kata ¡§Tiong ¤¤¡¨ inilah yang memungkinkan semua itu.
Tepat, taat, akurat, persis ! Prinsip itulah yang
harus kita pelihara dan ajarkan kepada seluruh umat
manusia. Sebagai orang Tionghoa, anda tidak boleh
mengandalkan cerita. Dewa Sungai yang disembah bangsa
Tiongkok kuno, siapa namanya? Sejak kapan di sembah? 

Go ho, Hai hi

--- skala selaras <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Siapa yang bilang masyarakat tiongkok kuno tidak ada
> yang menyembah Dewa sungai? Ada!!! saat sungai
> meluap, mereka bahkan mempersembahkan gadis yang
> masih perawan! ini cerita yang begitu populer. saat
> kekeringan, juga banyak yang menyembah dewa hujan.
> 
> Berbagai nyanyian pemujaan dewa dewi ini malah
> menginspirasi Qu Yuan menggubah puisinya" sembilan
> nyanyian". 
> 
> justru berkat berkembangnya arus pemikiran rasional
> di masa Chun Qiu lah, kepercayaan tradisional ini
> mulai terkikis. arus pemikiran rasional ini duluan
> berkembang di wilayah utara. sedangkan QuYuan yang
> berasal dari selatan ( Chu) masih mengalami suasana
> itu.
> 
> ZFy
> 
> 
>   ----- Original Message ----- 
>   From: hai hai 
>   To: [email protected] 
>   Sent: Saturday, September 02, 2006 5:21 PM
>   Subject: [budaya_tionghua] Agama Tiongkok kuno
> BUKAN Shamanisme
> 
> 
>   Kata ¡§Shaman,¡¨ aslinya adalah bahasa Mongolia,
>   artinya dukun atau orang yang memiliki kemampuan
> untuk
>   berkomunikasi dengan makluk halus (roh). Apabila
> yang
>   dimaksud dengan Agama Shamanisme sesuai dengan
> arti
>   kata Shaman, maka dapat dikatakan semua agama di
> dunia
>   ini adalah Shamanisme. 
> 
>   Agama adalah reaksi lugu manusia kuno atas
>   gejala-gejala alam! Karena melihat kilat membelah
>   angkasa dan suara petir menggelegar, maka
> dilakukan
>   penyembahan pada dewa petir. Karena melihat air
> sungai
>   yang menggelegak deras bahkan meluap pada
> waktu-waktu
>   tertentu, maka dilakukan penyembahan pada dewa
> sungai.
>   Karena melihat kedasyatan letusan gunung api, maka
>   dilakukan penyembahan terhadap dewa gunung. Khusus
> di
>   Tiongkok, dengan berkembangnya pertanian, orang
> lalu
>   menyembah Tian (langit) dengan harapan untuk
>   mendapatkan hasil panen yang baik. Karena suatu
> malam
>   bermimpi tentang ayahnya yang sudah meninggal,
> maka
>   dilakukan penyembahan terhadap arwah leluhur.
> Teori
>   tersebut nampak masuk akal, itu sebabnya banyak
> orang
>   yang mempercayainya. Namun apakah teori tersebut
>   benar? Mari kita uji dengan cerita berikut ini. 
> 
>   Bengcu (bukan nama sebenarnya) adalah seorang
> petani
>   Tiongkok kuno, yang penakut. Suatu hari dia
> membuat
>   Aseng (bukan nama sebenarnya), seorang yang
> bertubuh
>   kekar gagah perkasa marah. Untuk berdamai, Bengcu
>   (bukan nama sebenarnya) lalu meletakkan sebakul
> beras,
>   dan seekor kambing di depan pintu rumah Aseng
> (bukan
>   nama sebenarnya) dan berteriak dari jauh untuk
>   memberitahukan pemberiannya itu. Aseng (bukan nama
>   sebenarnya) menerima hadiah itu dengan gembira
>   sehingga tidak jadi melampiaskan kemarahannya.
> Pada
>   hari yang lain Bengcu (bukan nama sebenarnya)
> membuat
>   Akiat (bukan nama sebenarnya) marah, karena takut
>   dihajar, maka Bengcu (bukan nama sebenarnya) lalu
>   meletakkan sebakul beras, seikat sayuran dan
> seekor
>   kambing di depan pintu rumah Akiat (bukan nama
>   sebenarnya) dan berteriak dari jauh untuk
>   memberitahukan pemberiannya itu. Tidak ada yang
>   menyahut. Hari-hari berlalu, sayur dan beras
> dimakan
>   kambing lalu kambing mati kelaparan dan bangkainya
>   membusuk. Karena menduga Akiat (bukan nama
> sebenarnya)
>   tidak berkenan dengan hadiahnya, maka Bengcu
> (bukan
>   nama sebenarnya) lalu membawa segerobak beras,
>   segerobak sayuran, seekor kerbau dan anak gadisnya
>   yang cantik imut-imut lalu meletakkan semuanya di
>   depan rumah Akiat (bukan nama sebenarnya) serta
>   berteriak memberitahukan hadiahnya tersebut. Tidak
> ada
>   jawaban, hadiah-hadiah yang diberikan tergeletak
> utuh.
>   Bayangkan, bila anda adalah Bengcu (bukan nama
>   sebenarnya), apa yang akan anda lakukan? Kalau
> aku,
>   pasti langsung kabur sejauh mungkin, atau memberi
>   hadiah kepada Aseng (bukan nama sebenarnya) dan
> minta
>   perlindungan darinya. 
> 
>   Bila benar, karena melihat kilat yang
> menghanguskan
>   sebatang pohon, suara petir yang menggetarkan
> bumi,
>   arus sungai yang menghanyutkan seorang anggota
>   keluarga, letusan gunung merapi yang menghancurkan
>   desa, seorang petani kuno lalu berfikir bahwa
> semua
>   itu adalah luapan kemarahan dewa; Maka coba
> bayangkan
>   apa yang dipikirkan oleh para petani yang
>   mempersembahkan hasil panen dan ternak kepada dewa
>   dewi alam yang marah itu lalu menemukan kenyataan
>   bahwa persembahan mereka tidak digubris sama
> sekali?
>   Kalau aku, Pasti kabur sejauh mungkin atau cari
>   perlindungan pada dewa dewa lain!
> 
>   Benarkah agama adalah reaksi lugu manusia kuno
> atas
>   gejala-gejala alam? Mungkin benar, tetapi tidak di
>   Tiongkok kuno. Sungai Huang He atau Sungai Kuning
>   adalah pusat kehidupan masyarakat Tiongkok kuno.
> Kalau
>   teori tersebut benar, maka bangsa Tiongkok
> seharusnya
>   tidak menyembah Tian ¡V Tuhan Yang Maha Kuasa, Di
> ¡V
>   Tuhan Yang Maha Rahim dan Shang Di ¡V Tuhan Raja
>   Segenap Alam. Atau kalau kita umpamakan Tian
> adalah
>   langit, Di adalah bumi dan Shang Di adalah nenek
>   moyang, tetap teori tersebut salah. Kalau teori
>   tersebut benar, maka yang pertama kali dan yang
> paling
>   disembah oleh bangsa Tiongkok kuno adalah ¡§Dewa
>   Sungai¡¨ atau ¡§Dewa air.¡¨ Sungai Huang He
> panjangnya
>   + 4.672 Km dimulai dari propinsi Qinghai, silahkan
>   pelajari peta Tiongkok untuk mengetahui dimana
>   kira-kira letak pusat kerajaan Tiongkok kuno.
> Apakah
>   bangsa Tiongkok kuno menyembah Dewa sungai atau
> Dewa
>   air? Tidak! Bangsa Tiongkok kuno mengeruk
>   sungai-sungai dan menggali kanal-kanal,
> menggunakan
>   akal memanfaatkan teknologi untuk mengatasi
> banjir.
>   Kapan itu dilakukan? Tercatat dalam kitab Shu
> Jing,
>   Raja Tang Yao ­ð³ó atau Yao Tang Shi ³³­ð¤ó
>   (2357-2255SM) sudah melakukannya. Penelitian atas
>   catatan-catatan sejarah dan penemuan arkeologi,
>   menunjukkan bahwa bangsa Tiongkok kuno hanya
> menyembah
>   Tian ¤Ñ, Di ¦a dan Shang Di¤W «Ò. Agama Tiongkok
> kuno
>   bukan reaksi lugu manusia kuno atas gejala-gejala
>   alam! Agama Tiongkok kuno, bukan agama Shamanis
>   seperti yang dikatakan oleh banyak orang. 
> 
>   Mungkin pada mulanya semua manusia hanya menyembah
>   Tuhan Yang Maha Esa dan Tuhan yang memberitahu
> manusia
>   bagaimana melakukan penyembahan dan memberikan
>   persembahan kepadaNya. Tuhan juga memberitahu
> manusia
>   bahwa persembahan itu bukan untuk memenuhi
>   kebutuhanNya (makan & minum), tetapi adalah
>   perlambang, simbol, kias. Itu sebabnya manusia
> tidak
>   kuatir ketika persembahan itu tetap utuh tak
>   tersentuh. Dengan berlalunya waktu, mungkin karena
>   tidak diajarkan secara penuh, maka ajaran yang
> murni
>   ini hilang. Mungkin pula karena ulah beberapa
> orang
>   yang berusaha untuk memegang kendali atas
> masyarakat,
>   maka muncullah ajaran-ajaran yang menyesatkan.
> Misal
>   dengan mengatakan, ¡§Tuhan terlalu sibuk, banyak
> yang
>   harus diurus, mendingan cari jalan lain saja, aku
>   kenal baik sama dewa yang mengendalikan hujan.
> Murah,
>   Gampang dan dijamin.¡¨
> 
>   Go Ho
>   hai hai
> 
>   __________________________________________________
>   Do You Yahoo!?
>   Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam
> protection around 
>   http://mail.yahoo.com 
> 
> 
> 
>    
> 
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
> 
> 
> 
> 
> 
> .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah
> Tiongkok :.
> 
> .: Website global http://www.budaya-tionghoa.org :.
> 
> .: Pertanyaan? Ajukan di
> http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
> 
> .: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua
> http://iccsg.wordpress.com :.
> 
>  
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
>     [EMAIL PROTECTED]
> 
>  
> 
> 
> 
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 




.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke