Terimakasaih Sdr Bagus, resensi anda sangat bagus.

Saya juga sangat menyukai film Painted Veil. ada satu hal penting yang anda 
lupa sebutkan: sebelum wafat, sang suami pernah bertanya, apakah bayi yng 
dikandung memang anaknya, bukan anak hasil perselingkuhannya?. sang istri jujur 
mengatakan tidak tahu. tapi san suami menerima dengan iklas. setelah suami 
wafat, tanpa ragu sang istri memberi nama sang suami pada bayi yang lahir, 
untuk mengenang cinta sang suami. saat adegan akhir, dimana dia bertemu lagi 
dng ex teman selingkuhnya Charlie , kebetulan anaknya ( yang mungkin saja anak 
Charlie ) juga ada disampingnya. sebuah simbolisasi yang menggetarkan.

ZFy

  ----- Original Message ----- 
  From: Bagus Pramono 
  Sent: Tuesday, February 27, 2007 11:43 PM
  Subject: [budaya_tionghua] THE PAINTED VEIL, movie review.




  THE PAINTED VEIL 

  Pelajaran cinta dari pria-baik bagi wanita yang bodoh. 

  Setelah The Illusionist, Edward Norton kembali dengan cerita romance yang tak 
kalah menarik, "The Painted Veil". Di film ini ia sebagai salah satu producer, 
memilih sendiri siapa-siapa yang terlibat dalam filmnya. Film ini adalah remake 
ke 3, yang pertama dibintangi oleh Greta Garbo. Norton cukup kreatif dalam film 
ini, ia pernah menimba ilmu di Yale untuk Sejarah China, sehingga 
pengetahuannya cukup banyak memberikan ide-ide yang lebih mendalam akan latar 
belakang sejarah dari kisah ini. 

  Tagline: Sometimes the greatest journey is the distance between two people 

  Naomi Watts : Kitty Fane 
  Edward Norton : Walter Fane 
  Liev Schreiber : Charlie Townsend 
  Music : Alexandre Desplat 
  Screenplay : Ron Nyswaner 
  Novel : W. Somerset Maugham 
  Director : John Curran 

  The Music, 

  Sebagaimana peranan Philip Glass dalam "The Illusionist" yang memberikan 
nilai-nilai mistis dan romantisme. Film The Painted Veil ini juga didukung oleh 
komposer yang memberikan nilai dramatis, dia adalah komposer Perancis, 
Alexandre Desplat, dan dentingan piano dari pianis China, Lang Lang. 
Keterlibatan musisi bagus memberikan nilai tambah untuk sebuah film, dan kadang 
malah melebihi cerita filmnya itu sendiri. Misalnya gubahan Ennio Moricone 
untuk film "Cinema Paradiso", theme-song film ini justru menggeser cerita, 
aktor/aktris filmnya itu sendiri. Para musisi papan atas sampai penyanyi Josh 
Groban membawakan lagu tema Cinema Paradiso. Sehingga lagu ini bagaikan lagu 
"malam kudus" yang selalu berkumandang setiap natal, demikian pula cinema 
paradiso di kuping musisi-musisi hebat. 

  Alexandre Desplat, musisi ini sudah banyak menangani music-music untuk film 
The Queen, Firewall, Syriana, Casanova, Birth, Tristan, Stormy Weather, dll. 
Dari perjalanan panjangnya sebagai musisi, tahun ini ia mendapat anugerah 
Golden Globe untuk film The Painted Veil. Karena film ini dengan setting 
kehidupan di China, ia pun memilih pianist Lang Lang. Anda akan setuju dengan 
saya bahwa dentingan pianonya ini mempunyai emosi dan nyawa sebagaimana isi 
cerita dalam filmnya. Meresapi score film ini secara khusus saya memejamkan 
mata tanpa melihat gambarnya, dan merasakan bagaimana Lang Lang menyentuhkan 
jarinya pada piano, the beauty of the music surely involve to the film. 

  The Story, 

  Kitty (Naomi Watts) adalah gadis cantik, modern, dikenal sebagai "party girl" 
di zamannya (tahun 1920an). Ia kurang mimiliki hubungan harmonis dengan orang 
tuanya. Untuk bisa lepas dari mereka. Kitty setuju menikah dengan Walter Fane 
(Edward Norton) - seorang bacteriologist pemerintah Inggris, yang meneliti 
kuman dan penyakit yang ditempatkan di Shanghai China. Kitty dari kalangan 
atas, Walter dari kalangan menengah. Pasangan yang 'tak serasi' itu pun menikah 
di London. Tanpa cinta Kitty menikah dengan Walter, salah satu penyebabnya juga 
kepanikan keluarga/ social pressure karena adik perempuan Kitty sudah menikah 
lebih dulu. 

  Kemudian ia bersama dengan Walter menuju ke Shanghai di tempat dimana Walter 
bekerja sebagai seorang ilmuwan. Kehidupan di Shanghai tercukupi, tetapi Kitty 
merasakan kekurangan-kekurangan dalam diri suaminya, ia terlalu serius, kurang 
humor, dan selalu sibuk dalam penelitiannya. Walter sebagai suami juga termasuk 
seorang yang pemalu, pendiam, tidak pernah menampakkan gairah yang menggebu 
meskipun ia sangat mencintai istrinya. Atas sikap-sikap yang "kurang gaul" ini 
maka Kitty semakin mengalami kebosanan dan menyesali pernikahannya. Dalam 
sebuah pertunjukan Chinese Opera, Kitty bertemu dengan seorang diplomat muda 
yang sudah beristri, Charlie Townsend (Liev Schreiber, suami Naomi Watts dalam 
kehidupan nyata). Lelaki ini tampan, menarik, keren dan pandai berhumor, Kitty 
pun terpikat kepadanya dan berlanjut pada perselingkuhan. Walter mengetahui 
perselingkuhan istrinya, tapi ia juga masih mencintai istrinya, bagaimana ia 
bisa mendapatkan cinta istrinya inilah yang menjadi pokok cerita dalam film 
ini. 

  Dalam kegundahannya sebagai suami yang dikianati, ia menerima tawaran 
pekerjaan sebagai seorang dokter sukarelawan di daerah pelosok di China - 
Meitangfu - sepuluh hari perjalanan dari Shanghai. Di daerah itu sedang terjadi 
wabah kolera yang menimpa banyak penduduk yang menyebabkan banyak orang tewas. 
Ia menggunakan kesempatan tugas ini untuk mendapatkan cinta istrinya sekaligus 
mengajarnya menjadi istri yang baik dan mungkin juga sebagai "balas-dendam". 

  Walter mengajukan syarat kepada Kitty, bahwa ia harus mengikutinya ke 
Meitangfu atau digugat cerai dengan delik perzinahan. Kitty memohon agar 
suaminya mau menceraikannya secara baik-baik tanpa delik perzinahan. Dan Walter 
menyetujui dengan syarat bahwa ia hanya mau 'diceraikan' Kitty, apabila Charlie 
mau menikahi Kitty dan juga menceraikan istrinya (Dorothy). Merasa mendapat 
angin, terbebas dari suaminya, dan rasa percaya diri bahwa Charlie sungguh 
mencintainya, Kitty bergegas menemui Charlie dan mengatakan bahwa Walter 
mengetahui hubungan mereka. 
  Kitty kemudian mengemukakan syarat perceraian itu hanya bisa dilakukan 
apabila Carlie mau menceraikan Dorothy dan bersedia menikahi Kitty. Charlie 
adalah seorang diplomat yang menduduki jabatan sebagai assistant colonial 
secretary of Hong Kong. Ia jelas berfikir bahwa skandal dengan 'istri orang' 
ini akan berdampak buruk terhadap karir politiknya. Ketika Kitty menghadapi 
kenyataan ini, ia baru sadar bahwa Walter sebenarnya tidak pernah berniat 
menceraikannya, karena Walter tahu bahwa Charlie tidak akan mengorbankan karir 
dan keluarganya demi 'istri orang'. Akhinya Kitty dengan terpaksa mengikuti 
suaminya dalam tugas kemanusiaan di Meitangfu. 

  Kitty, tentu saja tidak cocok berada di daerah pelosok, "gadis kota" yang 
manja itu terpaksa harus mengikuti suaminya dan belajar membiasakan diri dalam 
lingkungan yang jauh berbeda dari tempat ia berasal. Walter meski memiliki 
keinginan untuk mendapat cinta dari istrinya, namun ia sungguh kesulitan 
menghadapi kemarahannya pada dirinya sendiri, ia merasa sebagai suami 
pecundang. Sehingga iapun tak mampu melihat wajah istrinya, dan ia selalu 
menghindar dari percakapan dan semakin menyibukkan diri dalam penelitian dan 
usaha penanggulangan wabah kolera di Meitangfu. 

  Pasangan Kitty & Walter mempunyai seorang tetangga, orang Inggris juga, 
Waddington (Toby Jones), yang ditugaskan pemerintah Inggris mengawasi daerah 
Meitangfu. Waddington seorang tetangga yang baik, yang menyadari problem 
perkawinan diantara pasangan itu. Toby Jones seorang aktor yang bagus, 
aktingnya natural sekali. Di film Infamous saya jutru melihat ia lebih cocok 
memerankan tokoh Truman Capote daripada Philip Seymour Hoffman yang dapat oscar 
tahun 2006 lalu. 

  Kemudian Kitty menyibukkan diri juga dalam urusan yang dilakukan suaminya. Ia 
memperbantukan diri ke rumah yatim-piatu yang juga sekolah dan klinik kesehatan 
yang dikelola para suster perancis, sebagai usaha rekonsiliasi dengan suaminya. 
Dan lambat laun, iapun akhirnya jatuh cinta kepada sang suami. Karena nyatanya 
hanya Walter yang berkata "I'll do anything in my power to make you happy, 
anything at all", dan membuktikannya. Sayang kejadian manis ini tidak 
berlangsung lama, karena akhirnya Walter pun terjangkit kolera yang mematikan 
itu, ia meninggal karena dehidrasi. Walaupun akhirnya Walter tahu bahwa ia 
dicintai, namun Kitty tak pernah merasa cukup untuk meminta maaf pada suaminya 
yang kini telah meninggalkannya. Namun ia merasa bersyukur bahwa suaminya masih 
meninggalkan harta yang paling berharga untuknya, yaitu dengan kehadiran anak 
mereka si Walter kecil. Kejadian besar di China menjadikan Kitty berubah 
menjadi seorang wanita yang mandiri dan kemudian juga bisa berdamai dengan 
orangtuanya di London. 

  Akhir cerita ditutup dengan pertemuan ketika Kitty dan anaknya berjalan-jalan 
di kota London dengan Charlie Townsend. Charlie menyapanya dan mengatakan bahwa 
ia hendak ditempatkan di London. Namun Charlie sekarang ini sudah tidak lagi 
sebagai orang penting dalam kehidupannya. Disamping itu, ia telah mendapatkan 
anak yang adalah 'lukisan cinta' mendiang suaminya. 

  Ada singgungan beberapa masalah politik masa lalu di China, dimana pemerintah 
Inggris menyokong partai nasionalis (Kuomintang) untuk mengimbangi kekuatan 
partai komunis. Walter adalah seorang dokter yang agak naif, dia berpikir 
perbuatannya demi kemanusiaan akan diterima baik tanpa syak-wasangka dari 
masyarakat, ia berkata "aku datang dengan mikroskop tidak dengan bedil, 
seharusnya misi ini diterima baik". Dan prajurit partai Komunis menjawab, "akan 
lebih baik jika pemerintah mu tidak mengacungkan senjata pada rakyat kami". 

  Film ini bagus ditonton oleh pasangan suami-istri, ataupun anak-anak muda 
yang masih pacaran. Kadang anak muda mementingkan tampang, gaya gaul, cowok 
atau cewek yang keren sebagai pasangan. Tapi ada yang lebih penting dari 
semuanya itu, yaitu hati dan komitmen. Kecantikan dan eloknya rupa hanya 
kebanggaan waktu muda, selebihnya Anda tidak akan melihat seseorang itu dari 
tampang mukanya atau gayanya saja. Walter boleh jadi kurang keren sebagai 
seorang suami, tetapi ia memiliki sesuatu yang tidak dimiliki Charlie. 

  Jika Anda menyukai film Out of Africa, English Patient, Anna Karenina, Anda 
akan menyukai "The Painted Veil". 

  Blessings, 
  Bagus Pramono 
  February 26, 2007
  http://www.sarapanpagi.org/the-painted-veil-vt962.html#2759

  [Non-text portions of this message have been removed]



   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke