Kalo disebut Tiongha, kayaknya gak ada yang keberatan, tetapi kalo disebut CINA 
banyak bangat yang keberatan. Keluhan tidak mau disebut CINA ini sebenarnya dah 
sejak lama, bahkan waktu saya masih sekolah pada tahun 1985 penyebutan Cina 
dianggap tidak sopan.

--- On Sat, 10/24/09, Dr. Irawan <[email protected]> wrote:


From: Dr. Irawan <[email protected]>
Subject: Re: [budaya_tionghua] Nabil, Mely dan cina
To: [email protected]
Date: Saturday, October 24, 2009, 1:23 AM


  



Asal tahu saja Indonesia Media sejak berdirinya ditahun 1998 sudah menggunakan 
kata Tiongkok, Tionghoa, Mandarin, dan tidak mencetak dengan kata Cina . Jawa 
Pos juga konsisten sama, majalah Sinergi juga , diikuti juga oleh 
Suarapembaruan. 
Memang kalau mau diperdebatkan , tidak ada habis-habisnya. 
Tapi kalau berdasarkan hati nurani yang baik, kita sebagai manusia yang berakal 
budi , tentunya tidak akan berniat manyakiti perasaan orang lain. Kalau orang 
lain menyatakan keberatan menggunakan kata "Cina" kenapa harus dipaksakan .
Sebaliknya apakah ada yang merasa terhina atau keberatan dengan kata "Tionghoa" 
? 
Kalau ada, tolong balas email ini , kalau takut boleh juga lewat japri. 
Jadi kembali disini, semua itu tergantung dari hati masing2. 
salam,
Dr.Irawan


2009/10/23 <zho...@yahoo. com>

 Sesuatu kesimpulan yg terlalu bias: mengangkat komentar seorang mely dan acara 
nabil award sbg standart tinggi ketionghoaan!

Dalam memakai istilah, siapa jamin seorang pembawa acara dan para tokoh tak 
terpengaruh bahasa masmedia dan situasi zaman?
Krn saat ini media indonesia umum memakai istilah cina/china dlm menyebut 
Tiongkok. Para tokoh dan pembawa acara juga terbawa arus.

Bila kita ganti waktunya, misalnya acara nabil award diadakan tahun 1965 
misalnya, apakah akan muncul istilah cina dlm menyebut tiongkok? Saya kira 
tidak.

Sebaliknya, bila kita adakan acara "nabul" award di tahun  1975 misalnya, 
apakah akan muncul istilah tionghoa saat menunjuk "cina" indonesia? Saya kira 
tidak.

Lalu dimana kontekstualnya? Tidak ada sama sekali, di kedua tahun tsb semua dng 
istilah seragam: semua tionghoa atau semua cina. Jika ada segi konstektualnya 
ya konsteks zaman! Bukan konteks obyek!

Jika saat ini terjadi pemakaian gado2, ini karena masyarakat memang masih serba 
bingung, gagap merespon perubahan zaman, sebagian cepat mengkoreksi kesalahan 
sejarah, sebagiab masih enggan, sebagian mau tapi masih malu2. Sebagian besar 
yg muda memang tak paham sejarah, dan masih merasa asing dng istilah tionghoa 
apalagi tiongkok. Jadi Pemakaian ini bukan karena mereka Sadar akan kontekstual 
pemakaian istilah, mereka hanya mengikuti kebiasaan press yg sedang bingung!

Coba tengok jawa pos, yg konsisten menggunakan istilah tionghoa dan tiongkok. 
Apakah mereka tdk konstektual? Apakah bhs mereka jadi rancu? Tidak sama sekali, 
mereka justru sangat konsisten dlm berbahasa.

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

------------ --------- --------- ------

.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Website global http://www.budaya- tionghoa. net :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups. yahoo.com/ group/budaya_ tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg. wordpress. com :.

Yahoo! Groups Links




















      

Kirim email ke