Salam...
Wah anda dari natuna , ranai ya...saya pernah kesana beberapa kali , baik
waktu dulu memakai jalur perintis ( laut ) dan udara.
Saya kesana karena tertarik banyaknya penemuan2 artrfak keramik China , dari
dinasti Sung, Yuan dan Ming......
Tentang sekolah "toan hoa" di tanjung pinang, saya kurang tahu pasti , cuma
sampai sekarang masih ada sekolah SD, SMP , swasta yg murid2 nya mayoritas
keturunan . Sekolah Bintan ". Terletak dekat gereja tua , Dan ada suatu
bangunan tua yg pd awal tahun 80 an , masih ada , tidak jauh dr sekolah tsb ,
cuma katanya bekas bioskop , sekarang sudah rata , dan masih terbengkalai,
katanya mau di buat mall atau hotel , memang tidak jauh dr mall bintan bestari.
Kopi tiam dijalan mawar memang sudah tidak ada lg , ( yg ada pohon beringin ),
rumah2 lama sekitar jalan mawar , merdeka sudah banyak berubah menjadi ruko2.
Beruntung saya masih sempat melihat sedikitnya ke utuhan beberapa rumah lama ,
sbl berganti ruko, misalnya rumah bekas kapiten , pd awal nya masih ada pintu
"swing door " ( model barat ) , tapi dng ornament ukiran2 kebudayaan tionghoa,
ada gambar bunga2 , burung , orang2..dll . Ada pot2 bunga keramik atau semi
keramik ditaruh didepan atau di loteng . Cuma sayang nya , tangan2 jahil ,
barang2 itu dicuri semua..Sekarang tak ada lg pintu berukir itu...ganti dng
pagar teralis yg tertutup rapat ...ah..ah..miris nya.Begitu juga dng rumah
sebelah kapitan atau sekitarnya , saya masih menikmati aroma rumah2 yg ber ke
budaya an tionghoa keturunan...Begitu juga di Senggarang ,
Sekarang , rumah2 yg saya sebut tsb sudah berubah menjadi ruko...Masih ada
rumah2 milik mkapitan di skitar jalan pasar ikan atau jalan merdeka, yg belum
diruntuhkan total.,jujur aja nich lg menunggu di hancurin , karena keturunan2
mrk sampai saat ini masih bersengketa merebutkan warisan tsb.......
Kelenteng tua yg terdapat di ujung kanan jalan merdeka, bagian luar dan
ornament2 tertentu sudah di buang dan diganti baru, lubang2 angin berwarna
hijau dan juga sbg ornament diatas wuwungan, genteng juga sudah berubah . Heran
ya...ornament2 yg asli menarik dan tidak rusak , ngak ada kena gempa
koq...ah..ah..knapa mesti dipugar dan di ganti dng ornament baru...Hanya untk
agar kelihatan lebih megah , lebih wah..atau demi orang2 tetentu yg menjadi
donatur kebiri , membanggakan nilai donasinya, minta ini itu untk di ubah..dan
namanya tercatat sbg donatur.......???
Begitu juga dng kelenteng tua di Selat Panjang...bernasib sama..
Oh ya...tentang pernikahan adat secara tionghoa lama, di BT ini ada ahlinya ,
Sdr David Kwa dkk pasti bisa membantu. Saya bisa membantu dan memperlihatkan
segala macam2 pernak pernik yg berhubungan dng adat pernikahan tsb, untk
ritual, pemahaman terdalam kebudayaan nya, pengetahuan saya tidak memadai...
Saya masih rutin ke tanjung pinang, karena pernah membuka galeri disana , yang
pertama dan terakhir. Saya harus menutupnya , karna tidak ada orang yg tepat
untk membantu atau menjaga galeri saya, karena saya musafir, senang
jalan........Tapi kalau anda menemukan buku Tg " Bintan Island" yg ditulis oleh
teman saya , orang perancis, dicetak dan di launching di sngapore ( skitar thn
2003 ), hampir semua artefak2 dari riau archipelago berasal dr koleksi saya
atau galeri saya. Ktk saya menutup galeri saya , yg amat2 disesalkan oleh teman
luar, saya menghibahkan dan menjual kpd teman 2 saya orang barat ( yg sudah
merasa menjadi orang melayu riau ...) untk merawat dan melestarikan sebagian
artefak2 dr riau tsb...Lagi2 orang luar ya , barat yg lebih berminat dan
tertarik untk melestarikan , "TIDAK" untk melecehkan atau merendahkan...
Kemana orang2 kt...??? Kalau saya jelas , sudah saya katakan saya tak mempunyai
kemampuan untk melestarikan secara finansial ,,,saya musafir....
Menunggu cerita lain dari teman2...Salam..,
beng mazmuri