----- Forwarded Message ----
From: setyo nugroho <[EMAIL PROTECTED]>
To: nelly sukmawati <[EMAIL PROTECTED]>; nana nurriana <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, February 6, 2007 2:10:58 AM
Subject: Fw: [soil38ipb] sehari di rumah rosulullah





----- Forwarded Message ----
From: eli supriyati <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, February 6, 2007 2:09:35 PM
Subject: [soil38ipb] sehari di rumah rosulullah

Pelayan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam Artikel diambil dari kitab Sehari 
di Kediaman Rasulullah Shallallahu' alaihi Wasallam oleh Syaikh Abdul Malik bin 
Muhammad bin Abdurrahman Al Qasim yang dicompile oleh La Adri At 
Tilmidz.Seorang pelayan yang miskin papa lagi lemah, namun oleh Rasulullah 
Shalallaahu alaihi wasalam ditempatkan pada kedudukan yang layak. Beliau 
mengukurnya dari sisi agama dan ketakwaannya, bukan dari sisi status sosial dan 
keduduk-annya yang lemah. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam telah 
memberikan pengarahan dalam memperlakukan pelayan dan pekerja, beliau bersabda: 
"Mereka (para pelayan dan pekerja) adalah saudara kamu (seiman). Allah Ta'ala 
menempatkan mereka di bawah kekuasaan kamu. Berilah mereka makanan yang biasa 
kamu makan, berikanlah mereka pakaian yang biasa kamu pakai. Janganlah 
memberatkan mereka di luar batas kemampuan. Jika kamu memberikan sebuah
 tugas, bantulah mereka dalam melaksanakannya. " (HR. Muslim) Simaklah 
penuturan seorang pelayan tentang majikannya. Sebuah penuturan yang sangat 
mengagumkan dan pengakuan yang mengesankan serta pujian nan agung. Pernahkah 
Anda melihat seorang pelayan memuji majikannya sebagaimana pujian yang 
diberikan pelayan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam kepadanya!?" Anas bin 
Malik Radhiallaahu anhu mengungkapkan: "Aku pernah menjadi pelayan Rasulullah 
Shalallaahu alaihi wasalam selama sepuluh tahun. Tidak pernah sama sekali 
beliau mengucapkan "hus" kepadaku. Beliau tidak pernah membentakku terhadap 
sesuatu yang kukerjakan (dengan ucapan): "Mengapa engkau kerjakan begini!" Dan 
tidak pula terhadap sesuatu yang tidak kukerjakan (dengan ucapan): "Mengapa 
tidak engkau kerjakan!" (HR. Muslim) Bukan hitungan hari atau bulan, tetapi 
genap sepuluh tahun! Jangka waktu yang sangat panjang. Yang penuh dengan suka 
dan
 lara, tangis dan tawa. Penuh dengan emosi jiwa dan pasang surut kehidupan. 
Ayah ibuku menjadi tebusannya, meskipun demikian beliau Shalallaahu alaihi 
wasalam tidak pernah membentak atau memerintahnya. Justru sebaliknya, beliau 
memberikan balasan yang setimpal, membuat bahagia perasaan pelayannya, menutupi 
kebutuhan mereka beserta keluarga serta mendoakan mereka. Anas Radhiallaahu 
anhu mengungkapkan: "Ibuku pernah berkata: "Wahai Rasulullah, anak ini akan 
menjadi pelayanmu, doakanlah ia." Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam 
kemudian berdoa: "Ya Allah, anugrahkanlah kepadanya harta dan keturunan yang 
banyak dan berkahilah rizki yang Engkau curahkan kepadanya." (HR. Al-Bukhari) 
Beliau Shalallaahu alaihi wasalam adalah seorang pemberani. Hanya saja 
keberanian itu cuma beliau pergunakan untuk membela kebenaran semata. Beliau 
tidak pernah mengebiri hak kaum lemah yang berada di bawah tanggung jawab
 beliau, baik itu sang istri maupun si pelayan.  'Aisyah Radhiallaahu anha 
menuturkan: "Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam tidak pernah sama sekali 
memukul seorangpun kecuali dalam rangka berjihad di jalan Allah Ta'ala. Beliau 
tidak pernah memukul pelayan dan kaum wanita." (HR. Muslim). Itulah 'Aisyah 
Radhiallaahu anha, yang telah berulang kali mengungkapkan keluhuran budi 
sebaik-baik hamba yang terpilih. Telah banyak sekali riwayat yang bercerita 
tentang keagungan pribadi dan keelokan pergaulan beliau. Sampai-sampai kaum 
kafir Quraisy juga mengakuinya. 'Aisyah Radhiallaahu anha kembali 
mengungkapkan: "Aku tidak pernah melihat Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam 
membalas suatu aniaya yang ditimpakan orang atas dirinya. Selama orang itu 
tidak melanggar kehormatan Allah Ta'ala. Namun, bila sedikit saja kehormatan 
Allah Ta'ala dilanggar orang, maka beliau adalah orang yang paling marah
 karenanya. Dan sekiranya beliau diminta untuk memilih di antara dua perkara, 
pastilah beliau memilih yang paling ringan, selama perkara itu tidak menyangkut 
dosa." (HR. Al-Bukhari) Beliau Shalallaahu alaihi wasalam menyeru umatnya untuk 
berlaku lemah lembut dan sabar. Beliau Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: 
"Sesungguhnya Allah Ta'ala itu Maha Lembut, dan menyukai kelembutan dalam 
segala perkara." (Muttafaq 'alaih)   Wassalamu'alaikum warahmatullahiwabar 
akatuh//Whe~enhttp://wheen. blogsome. com/ "Tuhanku, lapangkanlah untukku 
dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari 
lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku. " (QS 20 : 25-28)


Sekarang dengan penyimpanan 1GB
http://id.mail. yahoo.com/ 
 





Looking for earth-friendly autos? 
Browse Top Cars by "Green Rating" at Yahoo! Autos' Green Center.


 
____________________________________________________________________________________
Never Miss an Email
Stay connected with Yahoo! Mail on your mobile.  Get started!
http://mobile.yahoo.com/services?promote=mail

Kirim email ke