---------- Forwarded message ---------- From: Nurtania Purnamasari <[EMAIL PROTECTED]> Date: Jun 26, 2007 10:48 AM Subject: [Agricultural Engineering 37] Fren vs Esia To: Ayu Ayu Palupi <[EMAIL PROTECTED]>, Broto Winarno < [EMAIL PROTECTED]>, David Wahyu Hidayat < [EMAIL PROTECTED]>, Dewi Wuritasari < [EMAIL PROTECTED]>, Diah Ayu Praptiwi < [EMAIL PROTECTED]>, Haikal Abbas <[EMAIL PROTECTED]>, Mike Silvia <[EMAIL PROTECTED]>, Putri Isolla < [EMAIL PROTECTED]>, Rendy Anthony <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] Cc: "MZ Akbar (INDO)" <[EMAIL PROTECTED]>
beritanya dah aga lama.... tapi lucu juga.... ^_^ 27 February 2006 Perbandingan Tarif Fren dan ESIA untuk Pasangan Kekasih Filed under: Teknologi * hericz @ 7:40 am Tarif layanan CDMA memang gila. Dua operator, Fren dan ESIA, perang tarif secara frontal dan membuat masyarakat berdecak kagum sekaligus gembira ria. Awalnya ESIA mempopulerkan *TalkTime* (sekedar istilah marketing, tidak ada konsep baru) dengan tarif pulsa 3000/jam atau 50/menit. Esia laris manis di pasaran. Bahkan banyak HP bundel dari paket Frensip yang terproteksi dijebol dan diisi dengan nomer ESIA. Saat itu orang jual pisang goreng disebut laris seperti jual ESIA. Kemudian, awal Februari 2006 FREN memberi kejutan dengan memberikan tarif pulsa 1388/jam, tepatnya 1376/jam. Perhitungan detailnya adalah 275/unit untuk 1 menit pertama dilanjutkan 7/unit untuk menit berikutnya, 1 Unit adalah 30 detik. Promo yang berlangsung sampai akhir maret ini ditulis 1.388/jam tentu saja supaya kelihatan sebagai angka cantik, seperti halnya paket Frensip Rp 388 ribu. Sebagai operator yang menjanjikan *Pakai Esia Pasti Untung*, Esia menurunkan lagi tarifnya menjadi pulsa 1000/jam untuk pemakaian 1 jam lebih. Teknisnya, penggunaan jam pertama tarif ESIA adalah tetap 50/menit, baru kemudian memasuki menit ke 61 pulsa dikembalikan sebesar 2200 (info dari lea) dan perhitungan tarif menjadi pulsa 16/menit atau 960/jam. Kategori Pemakaian Mengingat tarif gila-gilaan ini hanya untuk panggilan internal (satu operator), layanan ini sangat cocok untuk pasangan cinta yang terpisah jarak. Timbul masalah baru, bagaimana memilih yang lebih murah dan lebih menguntungkan? Menurut lamanya pemakaian (t), penggunaan HP sebagai sarana komunikasi dibagi menjadi sebagai berikut: Pemakaian Singkat (t<15 menit) Contoh penggunaan - Pelacakan Posisi, misalnya sedang janjian ketemu atau terpisah saat belanja di Hypermarket: *Kamu dimana sayang?* - Diskusi masalah Politik, Sosial, Budaya - Bertengkar masalah rencana hari depan Pemakaian singkat *keterangan : horisontal = waktu dalam menit, vertikal = biaya dalam rupiah Untuk pemakaian singkat ini ESIA lebih murah. Pemakaian Sedang (15 menit< t < 1 jam) Contoh : - Telepon sebelum tidur - Diskusi masalah aktivitas pekerjaan - Bertengkar masalah keluarga dan teman Pemakaian sedang Untuk pemakaian jenis ini, Fren lebih murah. Untuk pasangan yang sudah sudah punya bayi, pemakaian ini juga bisa digunakan untuk memonitor kondisi bayi saat ditinggal belanja ke warung sebelah. Jika warung cukup jauh Pemakaian Lama (1 jam< t < 5 jam 48 menit) Contoh : - Membicarakan acara TV secara real time - Diskusi mengenai kado yang akan dibeli untuk teman - Bertengkar masalah warna baju yang baru dibeli Pemakaian lama Ternyata untuk pemakaian jenis ini, ESIA lebih murah. Pemakaian super lama (t>5 jam 48 menit) Contoh : - HP lupa ditutup saat bertengkar, dalam keadaan batre dicolok ke listrik. - Monitoring pasangan yang dicurigai selingkuh Orang kurang kerjaan, nelpon kok 5 jam Untuk pemakaian yang extreme ini, Fren lebih murah. Tapi tetep saja, nelpon 5 jam cuma habis 10 ribu itu sungguh tidak terbayangkan. Faktor lain Pemilihan layanan CDMA yang murah juga tergantung bagaimana kebiasaan pasangan dalam berkomunikasi, tepatnya bagaimana kebiasaan pihak wanita dalam berbicara. Selain faktor tarif dan kebiasaan komunikasi, ada faktor lain yang mempengaruhi pemilihan operator yang tepat, yaitu kemampuan jaringan, dan daya tahan HP. Banyak pemakai CDMA yang mengeluh tidak memperoleh kanal (network busy) saat ingin melakukan panggilan, selain itu untuk daerah dengan sinyal yang tidak terlalu bagus peluang dropped call sangat besar, baru 8 menit sudah putus. Sementara itu, banyak HP CDMA yang menjadi panas untuk pemakaian cukup lama. Modottel WTE-300 yang aku gunakan akan mulai terasa panas pada menit ke 20-30, beberapa model Nokia juga sudah panas pada menit ke 15-20. Untuk mengantisipasinya mungkin perlu digunakan hands-free kit. Tapi lumayan juga lho ide konvergensi HP dan setrika. Jika sejak jaman kuliah dulu sudah ada persaingan operator seperti ini, mungkin kami tidak perlu susah payah membuat protokol miskol. * terinspirasi dari sebuah obrolan dengan ira. (sumber : blognya orang) Welcome to Mailing List AE 37 Yahoo! Groups Links
