Bakteri  (copy by www.pengkolan.net)

konon, dahulu ketika pertama kali tuhan menciptakan manusia, beberapa bagian    
   tubuh manusia saling beradu argumen mengenai siapa yang berhak menjadi 
pemimpin mereka.       Masing-masing anggota tubuh saling menonjolkan fungsinya 
bagi manusia dan       mengorek-ngorek kelemahan anggota tubuh yang lain. 
Nyaris manusia yang sudah       diciptakan tersebut mengalami kelumpuhan karena 
masing-masing anggota tubuh saling       berdebat dan melupakan tugasnya.       
"Akulah yang seharusnya menjadi pemimpin kalian, karena fungsiku sangat       
vital bagi manusia. Manusia tidak dapat berpikir kalau aku tidak ada, dan       
bukankah proses berpikir itu yang membedakan manusia dengan makhluk yang lain,  
     seperti kata bung Socrates kelak, cogito ergo sum.", kata otak berapi-api  
     membanggakan fungsinya.
       Mulut tidak mau kalah dan menimpali, "Memangnya kamu bisa berpikir kalau 
kamu       tidak mendapat suplai nutrisi. Kalian juga sama semua. Memangnya 
kalian bisa       bekerja tanpa adanya nutrisi. Dan harus kalian ketahui, semua 
makanan yang       mengandung nutrisi bagi kalian terlebih dahulu harus masuk 
melalui aku, atas ijinku.       Kalau aku tidak mau menelan makanan sama 
sekali, apakah kalian bisa bekerja?"
       "Eit, tunggu dulu, bung!", hidung bergaya sok menengahi.    "Apakah 
kalian lupa pentingnya oksigen bagi manusia. Manusia yang kita domplengi       
ini akan mati kalau tidak mendapat kadar oksigen yang cukup. Aku bisa saja      
 ngambek dan mengunci lubangku rapat-rapat. Kalau sudah begitu, manusia ini 
akan       mati kehabisan napas."
    "Siapa bilang, aku juga bisa memasukkan oksigen. Coba saja tutup 
lubangmu!",       kata mulut sambil mempraktekkan pernapasan lewat mulut.
       Hidung pun terdiam, sambil memikirkan fungsinya yang lain bagi manusia.  
     Sementara yang lain juga sudah bersiap untuk melancarkan argumennya 
masing-masing.
       "Tenang, teman-teman. Lihat aku! Aku tak pernah menyombongkan 
sumbangsihku kepada manusia.       Padahal peranku vital sekali bagi manusia. 
Aku adalah saluran terakhir bagi segala proses       metabolisme manusia. 
Meskipun aku tidak kelihatan dari luar, tetapi sistem ekskresi       tidak akan 
berjalan tanpa adanya diriku. Coba bayangkan kalau limbah yang kalian       
hasilkan itu tertimbun di dalam tubuh manusia selama berhari-hari. Kalian akan  
     teracuni dan tidak bisa bekerja dengan benar. Selain itu, biosfir secara 
keseluruhan       akan ikut terganggu, karena jasad-jasad renik pengurai yang 
mengambil makanan dari       kotoran akan kehilangan perannya.".
    Lubang anus mulai mendapat angin. Bagian tubuh yang lain pun mulai 
kelihatan       gerah dan harus berpikir ekstra agar bisa mengimbangi.
       "Tapi ingat, nus!", kaki mulai ikut-ikutan. "Memangnya selama ini siapa  
     yang bersedia memikul dirimu kalau bukan aku. Dan siapa pula yang 
ikut-ikutan       repot kalau kamu sedang bekerja kalau bukan aku. Aku 
memosisikan diri sedemikian       rupa sehingga kamu bisa melaksanakan tanggung 
jawabmu. Kalau aku tidak mau menekuk       diri, memangnya bisa keluar kotoran 
yang kamu bangga-banggakan itu?"
     "Eh, ngomong-ngomong soal sistem pembuangan, sebenarnya yang paling capek  
     pada saat proses pembuangan berlangsung itu aku.", perut mulai mendapat 
ide       dan melontarkan argumennya sambil memamerkan pusarnya.
    "Perhatikan saja! Selama proses pembuangan berlangsung, aku harus melakukan 
      kontraksi sekuat-kuatnya. Aku harus menekan tubuhku kuat-kuat supaya 
kotoran       yang berada di dalam bisa keluar. Intinya aku harus menciptakan 
ketegangan.       Seperti yang kelak akan diucapkan oleh Alexander Dumas, 
kedamaian atau ketenangan       akan dicapai jika terdapat 
ketegangan-ketegangan yang terkontrol. Seperti dawai       gitar, ketegangannya 
harus bisa dikendalikan secara pas agar bisa menciptakan nada yang stem.       
Terlalu kendor, nada bisa sumbang, apalagi kalau terlalu kencang, dawai bisa 
putus dan       terjadi chaos. Dan yang lebih penting  lagi, kelak calon 
anak-anak manusia ketika masih       berada di dalam  ovarium dan masih 
mengandalkan induknya untuk mendapat suplai nutrisi       akan memanfaatkan 
pusarku sebagai penghubung langsung dengan induknya.       Bisakah calon-calon 
manusia itu tetap hidup tanpa adanya tali pusar?", perut menutup       
argumennya
 dengan retorika.
       Bagian tubuh yang lain pun tak mau kalah dan menyatakan pendapatnya 
dengan menggebu-gebu.       Setiap bagian tubuh menjabarkan kelebihannya 
masing-masing dan mencari-cari kelemahan       bagian tubuh yang lain.
     Perdebatan itu terus berlangsung dan mungkin takkan ada habisnya.       
Bahkan sampai beribu-ribu keturunan dari generasi manusia pertama, perdebatan   
    itu masih berlanjut dan belum menghasilkan titik temu. Yang lebih bahkan 
lagi,       perdebatan itu mulai menjalar ke manusia itu sendiri sebagai satu 
kesatuan.       Setiap manusia sibuk mencari cara-cara untuk menguasai manusia 
yang lain dan       melupakan tugas pokoknya sebagai manusia. Setiap manusia 
berusaha mencari taktik       jitu agar bisa menjadi pemimpin atas manusia yang 
lain.
       Sementara kebanyakan manusia dipenuhi ambisi untuk menguasai manusia 
lain,       ada segelintir manusia yang sama sekali tidak tertarik untuk terjun 
ke arena itu.       Dan seringkali segelintir manusia itu dianggap sebagai 
sampah masyarakat yang harus       dibasmi karena tidak memiliki optimisme 
dalam menjalani hidup. Dan mungkin diantara       segelintir manusia yang 
skeptis itu adalah aku.
    Tapi it's OK. Biarlah aku menjadi basil yang ngendon di sisi-sisi usus 
besar       yang mendapat makanan dari sisa-sisa organ lain. Keberadaan dan 
peranku seringkali       diabaikan, meski sebenarnya kontribusiku sukup besar. 
Biarlah orang lain tidak       mengetahui apa peranku dalam masyarakat, tapi 
setidaknya aku turut membantu alam       dalam menciptakan kesetimbangan. 
Sekecil-kecilnya aku, aku masih dihargai oleh alam.       Mora aut honorabilis 
vita.
       
---------------------------------
Park yourself in front of a world of choices in alternative vehicles.
Visit the Yahoo! Auto Green Center.

Kirim email ke