Wah, ini mah artikelnya bener2 orisinal, bukan dari milis tetangga.

 

Sip....

 

Kapan Kawin?

 

May.....?

 

 

________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Raditya 
Eka Permana
Sent: Friday, September 28, 2007 8:34 AM
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [email protected]; [EMAIL 
PROTECTED]
Subject: [cahdemak] Have a nice Life 08 (b)

 

Have a nice life 08

Raditya Eka Permana

 

Positioning 2

 

Dulu waktu SMU, saat posisi duduk ujian ditetapkan, kita selalu khawatir bila 
mendapatkan tempat di depan. Karena di depan sangat dekat dengan posisi 
pengawas ujian. Jadi sulit bagi kita untuk meminta pertolongan teman bila kita 
mengalami kesulitan menjawab soal. Ternyata di kampus pun begitu pula. Saat 
ujian dilangsungkan, kita beradu cepat 'mencari posisi'. Posisi menentukan 
prestasi, begitu kurang lebih kita biasa mengungkapkan.

 

Bahasan ini terasa riil saat kita mengalami masa pendidikan. Saat kita mulai 
berkecimpung di dunia bisnis, eksekutif, ataupun apapun yang berhubungan dengan 
profesionalisme, kita akan kembali mengalami fenomena positioning ini. Kadang 
terasa riil, namun tak kalah sering akan terasa imajiner.

 

Insinyur tidak semata-mata berkutat dengan piranti teknis, dokter tidak 
selamanya memikirkan masalah organ dan lingkungan, ekonom tak selalu berurusan 
dengan uang dan interest. Justru, menurut pengalaman saya, kita akan banyak 
dihadapkan kepada 'manusia' dan yang lebih berat bobotnya, kita akan lebih 
sering dihadapkan kepada 'massa (community)'.

 

Manusia akan selalu berbeda. Demikian memang sudah menjadi fitrahnya. Perbedaan 
tersebut tidak berhenti di setiap individu, namun akan mengutub dan memperbesar 
massa, sesuai dengan kesamaannya. Sehingga akan membentuk kutub-kutub kekuatan 
yang saling berbeda. Pengutuban ini akan mengakibatkan peningkatan sensitivitas 
psikologis.

 

Kita harus berhati-hati dalam menyikapi kutub-kutub yang berbeda ini, baik yang 
berkekuatan besar dan yang kecil sekalipun. Rajinlah dalam hal mencari 
kesamaan. Karena hal inilah yang dapat sedikit demi sedikit menetralisir 
sensitivitas. Semakin terampil kita dalam memandang kesamaan maka semakin 
pandai kita memposisikan diri kita dimanapun kita berada dan dalam masalah 
apapun itu.

 

Posisi meletakkan benar-benar terasa sakit. Tapi orang-orang hebatlah yang 
sanggup menahan rasa sakit ini. Berdzikir bisa banyak mengobati.

 

Raditya Eka Permana

Smt 34 / b34 / A5 / 12199015

  

________________________________

Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect. Join Yahoo!'s user panel 
<http://us.rd.yahoo.com/evt=48516/*http:/surveylink.yahoo.com/gmrs/yahoo_panel_invite.asp?a=7%20>
  and lay it on us. 

 

*** WORLEYPARSONS GROUP NOTICE ***
"This email is confidential.  If you are not the intended recipient, you must 
not disclose  or  use the  information contained in it.  If you have received 
this email in error,  please notify us immediately by return email and delete 
the email and any attachments. Any personal views or opinions expressed by the 
writer may not necessarily reflect the views or opinions of any company in the 
WorleyParsons Group of Companies."

Kirim email ke