semoga saja memang benar dan surveinya sesuai dg kenyataan di lapangan. Namun yang disayangkan, di website resmi kab Demak belum ada rilis Berita Resmi Statistik (BRS) dari BPS atau setda terutama utk indikator2 ekonomi, spt pertumbuhan ekonomi, inflasi, PDRB, indeks kesejahteraan, angka kemiskinan, pengangguran, investasi dll. Apalagi kl ditambah data rencana dan realisasi APBD, pasti lebih siiip deh dan akan memudahkan masyarakat Demak dalam memantau perkembangan daerahnya....
________________________________ From: Hamdzan Asat <[email protected]> To: [email protected] Cc: [email protected] Sent: Monday, February 16, 2009 1:00:45 PM Subject: [cahdemak] Angka kemiskinan Demak turun 4% Benarkah? Biasanya klaim pemerintah ya memang seperti itu. ============ ========= ========= ========= ========= ========= ========= = Sabtu, 14 Februari 2009 Angka kemiskinan Demak turun 4% DEMAK - Angka kemiskinan Kabupaten Demak tercatat turun sekitar empat persen. Menyusul dilaksanakannya program pemberdayaan masyarakat, yang disebutkan berhasil membantu meningkatkan kesejahteraan warga miskin. Pada dialog publik tentang "Pemberdayaan Potensi Daerah Dalam Rangka Penanggulangan Kemiskinan" yang difasilitasi Lembaga Studi Pemberdayaan potensi Desa (LSP2D), Dirjen Pemberdayaan Sosial Prof Gunawan Sumodiningrat MEc PhD mengungkapkan, kemiskinan terjadi karena tak adanya hasil atau produksi. Sedangkan di sisi lain kebutuhan (konsumsi) harus terpenuhi. Sementara agar tujuan hidup atau kesejahteraan lahir batin tercapai, manusia harus menghasilkan sesuatu agar dapat dinikmati. Sehingga pemberdayaan masyarakat pun diterapkan, sebagai upaya pemerintah menaikan kesejahteraan atau menekan angka kemiskinan. Pada kesempatan yang sama, Bupati Demak Drs H Tafta Zani MM mengungkapkan, dua tahun ini telah terjadi penurunan angka kemiskinan. Bila sebelumnya jumlah warga miskin di Demak 117.000 jiwa, data BPS terbaru menyebutkan adanya penurunan sekitar empat persen menjadi 113.000 jiwa. Di antara program pemberdayaan masyarakat yang telah dilaksanakan di Demak, lanjut bupati, adalah pemberian anggaran dana desa (ADD), penyaluran pinjaman modal usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta bedah rumah. ADD diperuntukan perbaikan infrastruktur pedesaan. Sedangkan pinjaman UMKM tanpa agunan diberikan melalui PD BPR BKK setelah mendapatkan rekomendasi dari Disperindag. "Besaran bantuan ADD yang telah kami kucurkan langsung ke rekening desa minimal Rp 119 juta. Pinjaman UMKM pagunya antara Rp 1 juta hingga Rp 5 juta. Sedangkan bedah rumah untuk warga miskin yang dikerjakan dengan gotong-royong dialokasikan masing-masing Rp 5 juta," urai bupati. ssi/SR Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web. Gunakan Wizard Pembuat Pingbox Online. http://id.messenger .yahoo.com/ pingbox/
