---------- Forwarded message ----------
From: Rina F. Nuwarda <[email protected]>
Date: 2009/10/6
Subject: [Inwent-biotech-2009] Fwd: [...@ntau-net] Dua Puluh Ribu Rupiah dari
Emak Nurdianah
To: [email protected]






*Best Regards,*
*Rina F. Nuwarda*


--- Pada *Sel, 6/10/09, Widya Wardani <[email protected]>* menulis:


Dari: Widya Wardani <[email protected]>
Judul: Fwd: [...@ntau-net] Dua Puluh Ribu Rupiah dari Emak Nurdianah
Kepada: "UKM Noltigo" <[email protected]>, "UKM ITB" <
[email protected]>
Tanggal: Selasa, 6 Oktober, 2009, 1:44 PM

Sangat Mengharukan ....
Maaf klo repost ....

---
*Widya Wardani
IF 03/UKM 03/SMA 2 BKT 03
*
 <http://towet.wordpress.com>+6285222152332 / +62 22 71296577
http://towet.wordpress.com



----------- Pesan terusan ----------
Dari: <jj_arya...@yahoo. com <http://mc/[email protected]>>
Tanggal: 6 Oktober 2009 09:58



FYI
Date: Monday, October 5, 2009, 8:36 AM



Dua Puluh Ribu Rupiah dari Emak Nurdianah


<http://www.facebook.com/ajax/share_dialog.php?s=4&appid=2347471856&p%5B%5D=742743040&p%5B%5D=140487017955>

 Today at 7:04am

Seorang ibu tua berusia diatas 70 tahun berjalan tertatih memasuki Posko
Utama ACT di Jl. Adinegoro no. 31, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang,
Minggu 4 Oktober 2009. Tangannya gemetar menggenggam sesuatu, “Ini posko
kemanusiaan ya?” bibirnya ikut bergetar. Serempak beberapa relawan
mendekatinya, “Benar mak, ada yang bisa kami bantu?”

Sebuah pertanyaan standar, sebab kami mengira bahwa Ibu tua itu hendak
meminta bantuan untuk korban gempa. Namun ternyata kami salah karena ia
datang justru untuk memberi bantuan, “Emak mau kasih bantuan, tolong
disampaikan kepada para korban gempa. Melihat kalian yang muda-muda ini
bekerja, sebenarnya emak ingin menjadi relawan. Tapi emak sudah tua, emak
nggak kuat lagi, sudah nggak kuat lagi,” ujar Emak Nurdianah bersemangat.

Emak Nurdianah mengaku lahir tahun 1938, mendatangi posko ACT menitipkan
uang dua puluh ribu rupiah untuk disalurkan kepada para korban gempa.
Padahal ia sendiri pun salah satu korban gempa di Kota Padang yang
mengguncang tanah Sumatera 30 September 2009 lalu. Lebih dari 600 orang
menjadi korban jiwa, belum termasuk lima ratusan lainnya yang belum
ditemukan hingga hari ke -6 pasca gempa, mereka tersebar di beberapa titik
seperti Tandikek dan Sicincin. Sedangkan pengungsi mencapai ratusan ribu,
tersebar di seluruh Sumatera Barat.

“Emak terharu melihat kalian, datang dari jauh untuk membantu tempat emak.
Sebagai orang Minang, emak merasa harus pula membantu tanah emak sendiri,
emak tidak mau kalah sama kalian. Dulu emak ini pejuang, angkat senjata….
Sekarang emak sudah tidak sanggup bekerja berat. Emak cuma bisa titip ini,”
sambil menyerahkan uang digenggamannya kepada Romi, salah seorang relawan.

Ketika Romi hendak membuatkan tanda terima, Mak Nur menolak dengan halus,
“Tak perlulah catatan macam itu, cukup Allah saja yang mencatatnya. Emak
hanya minta doakan, tahun ini emak naik haji agar dilancarkan sampai kembali
lagi ke sini ya…” sebuah permintaan sederhana yang sudah pasti semua relawan
yang ada di Posko saat itu serempak mendoakan, “semoga dilancarkan mak,
insya Allah mabrur” Boleh jadi haji Mak Nur sudah diterima Allah bahkan
sebelum ia bertamu ke rumah Allah nanti.

“Sekali lagi terima kasih, kalian anak-anak muda, jaga kesehatan ya biar
lebih lama di tanah kelahiran emak, biar lebih banyak orang yang bisa
dibantu…” Emak Nur pun pamit pergi meninggalkan posko sambil memeluk satu
persatu relawan yang ada di posko, beberapa relawan perempuan pun tak luput
mendapat ciuman hangat bak seorang ibu yang tengah mengalirkan energi cinta
kepada anak-anaknya. Jelas pelukan hangat Mak Nur memberi energi lebih
kepada para relawan untuk menjalankan misi kemanusiaan tanpa kenal lelah.
Semakin kami sadar bahwa di belakang kami terdapat orang-orang yang terus
menopang segala pengorbanan di lokasi bencana.

Dua puluh ribu rupiah yang dititikan Mak Nur rasanya sangat bernilai tinggi
bagi kami yang diamanahkan untuk meneruskannya kepada para korban gempa.
Sebuah kehormatan bagi segenap relawan ACT yang mendapat amanah bernilai
luhur dari seorang Mak Nur. Sungguh, titipan dari sejuta Mak Nur di belahan
bumi pertiwi yang tak dapat kami berjumpa satu persatu merupakan amanah
tertinggi yang wajib kami panggul secara terhormat di pundak ini. Terima
kasih Mak Nur, dua puluh ribu rupiah milik Mak Nur menambah semangat kami…
(Gaw)


*ARYANDI
*
* *


--~--~------ ---~--~-- --~------ ------~-- -----~--~ ----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.
google.com/ group/RantauNet/ ~<http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E>
============ ========= ========= ========= ========= ========= ==
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.
google.com/ group/RantauNet/ web/peraturan-
rantaunet<http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet>
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
============ ========= ========= ========= ========= ========= ==
Berhenti, kirim email kosong ke: rantaunet-unsubscri b...@googlegroups.
com<http://mc/[email protected]>
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups. google.com/
group/RantauNet/ subscribe<http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe>
-~---------- ~----~--- -~----~-- ----~---- ~------~- -~---




-- 
Arief Rangkayo Mulia.....
39 Th/ Asa Pakan Kamih /Tilatang Kamang / Agam
Perwakilan Bukittinggi TV - JAKARTA
HP : 0813 1600 7756


------------------------------
Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang Lebih
Cepat hari ini! <http://id.mail.yahoo.com>

Kirim email ke