KEMANA perginya si pengkritik? MAKA kami DATANG "Ayo cepat naik. Yang botak di depan, yang kriting di belakang," teriak Chris dengan PD-nya. "Nah, yang kriting siapa tuh?" rame suara anak-anak saling menuding. Ternyata. Mata kami langsung tertuju pada penulis Victory. "Udah, udah, yang penting bisa naik semua," kata si penulis novel Victory nyolot, nggak rela dibilang si kriting. Akhirnya satu motor itu dinaikin berbagai macam bentuk manusia, dari si botak Chris yang pegang stang, Luna, Amel, Dedee, Dini, Nunik, semua pada naik ke atas motor (hehehe bisa ngebayangin nggak?)
"Eh, pak Atmo nggak diajak?" tanya Amel mengingatkan. "Nggak usah, biar pak Atmo nungguin di kantor aja," sahut Dini sambil nyengir-nyengir karena jempol kaki keinjek kaki Luna. SEmentara Dedee yang berada di bawah ketiak Luna, sama sekali nggak bisa bernapas (nyaris pingsan) Motorpun berjalan dengan laju 80 km/jam, wuuuuzzz... "Eh, cerkiters yang lain nggak diajak?" tanya Dedee dengan penderitaan yang dia emban sendiri akibat wajahnya nyungsep di ketiak Luna. "Udah kamu diem aja!" bentak Luna. Mana muat kalu semua cerkiter diajak? Emangnya ini pesawat apa?" Dedee langsung mengkeret kayak ulet bulu (piss Ded..) Setelah menempuh perjalanan yang panjang dan melelahkan plus menyakitkan, akhirnya sampe juga mereka di tujan. Brugk! Semua penumpang motor langsung pada turun. Ada yang megap-megap, ada yang meringis, ada yang ngos-ngosan, bahkan ada yang sampe ngeluarin sesuatu dari dalam mulutnya. "Ini rumahnya," tunjuk Chris dengan PD-nya. "Beneran yang ini? Kok nggak ada anjingnya? Limawi kan punya anjing?" tanya Amel penasaran. "Anjingnya lagi disuruh liburan kali, makanya nggak muncul," celetuk Dini. "Yaudah, pencet aja belnya," suruh Nunik. "Eh biar aku aja," serobot Luna ngeluarin tangannya, seperti yang ada di gambar novelku.com (piss Lun...) Bel bunyi, tapi dari luar nggak kedengeran. Seseorang keluar. Sepertinya wajah pembantunya Limawi (hihihi emang ada bedanya?) "Maaf cari siapa ya?" tanya perempuan berlesung jidat itu (lho kok?) dengan ramah. "Apa bener ini rumahnya Limawi, bu?" tanya Amel sambil mengerjap- kerjapkan matanya genit, begitu melihat ada tukang ojek cakep lewat di depannya. "Memangnya ada apa, nyariin?" tanya wanita itu galak. "Kita kangen bu," kata Luna, Chris dan Dini berbarengan. "Mbak Limawi lagi sibuk, nggak bisa diganggu gugat dan nggak ada surat menyurat," "Maksudnya?" serentak memekik, hanya Dedee saja yang masih memegangi perut akibat rasa enek yang masih menyisa. "Iya, mbak Limawi lagi sibuk. Kalian ke sini, mau minta dia nulis dan ngebahas tentang cerpen-cerpen yang ada di Cerkit kan?" "Maksudnya?!" serempak lagi. "Iya sih," kata Dini. "Biasanya kan, Linawi suka nulis dan ngasih kritikan, kok sekarang nggak lagi?" "Yaudah, nanti tunggu aja, kalian pulang aja dulu, besok juga tulisannya udah muncul. Nanti aku sampein deh, kalo kalian kangen sama mbak Limawi," kata wanita pembantunya itu. Dan akhirnya mereka harus kembali pulang, menaiki satu motor bareng- bareng.... ***Cerpen ini hanyalah fiktif belaka, apabila ada nama tokoh, tempat dan kejadian yang sama itu hanya kebetulan belaka. Hehehe piss ya buat semua, ini cuman iseng aja kok, nggak ada maksud apa-apa... SALAM dan sukses buat semua... Chris ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Great things are happening at Yahoo! Groups. See the new email design. http://us.click.yahoo.com/TISQkA/hOaOAA/yQLSAA/qkHolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> || cerkit || arsip : www.gmail.com login : cerita.kita pwd : ramebanget Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/cerkit/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
