Someday, ada seorang laki-laki yang jatuh cinta kepada seorang
wanita. Sadar akan kemiskinannya, ketika akan melamar wanita itu,
silelaki berkata : "Aku adalah lelaki yang miskin. Apa kau mau
menikah dan hidup tanpa kemewahan denganku?"
Karena siwanita juga jatuh cinta kepada laki-laki itu, maka ia
menjawab : "Baiklah, aku setuju. Bisa bersama denganmu itu sudah
cukup untukku."
Karena gayung bersambut, akhirnya menikahlah mereka didalam
kesederhanaan.
Awal-awal menikah, semua berjalan biasa saja. Mereka bahagia walau
kadang merasa kekurangan. Tapi ketika datang lebaran dan mereka
datang kerumah orangtua mereka tanpa membawa apapun, siwanita mulai
mengeluh.
"Alangkah baiknya kalau hari lebaran kita bisa memberikan sesuatu
kepada orang tua kita, ya, Bang!" katanya kepada sang suami.
"Abang akan berusaha lebih giat agar tahun depan niat itu bisa
kesampaian."
Alhamdullilah. Lebaran berikutnya, mereka bisa membawakan serantang
nasi plus lauk pauk kepada orang tua mereka. Tapi karena perjalanan
yang mereka tempuh lumayan jauh, maka siwanita mulai mengeluh lagi.
"Capek ya, Bang? Coba kalau kita punya sepeda yang bisa mengantar
kita kemanapun pergi." Mendengar itu sisuami hanya menghela nafas
panjang tapi kemudian berkata.
"Kalau cuma sepeda, nanti akan abang usahakan untuk membelinya."
Alhamdulliah. Sepeda itu bisa mereka pakai dilebaran selanjutnya.
Tapi ketika mereka harus melewati sebuah tanjakan yang tinggi, sampai
membuat suaminya ngos-ngosan hampir pingsan, siwanita mulai bernyanyi
lagi.
"Coba kita punya motor ya, Bang. Abang pasti tidak usah capek-capek
menggenjot sepeda seperti ini."
Motor? Sisuami merenung sebentar. Untuk bayar uang mukanya, mungkin
ia bisa kasbon dikantor. Dan lagi-lagi alhamdullilah karena akhirnya
motor itu bisa tinggal dirumah mereka. Dan lebaran berikutnya,
sisuami hanya tinggal duduk dan menarik gas untuk sampai kerumah
orangtuanya. Tapi ketika pulang, tiba-tiba saja hujan turun. Terpaksa
mereka berteduh dibawah pohon yang lumayan lebat. Sialnya, ada sebuah
mobil yang melintas dengan kecepatan tinggi membuat genangan air yang
ada didekat mereka muncrat membasahi pakaian dan wajah mereka. Saat
itu siwanita berkata :
"Abang, baju baruku kotor. Coba kita punya mobil. Pasti kejadian
seperti ini tidak akan menimpa kita." Wajah suaminya langsung
mengkerut. Mobil? Duit darimana?
Tapi entah bagaimana caranya, akhirnya siroda empat itu bisa mereka
miliki. Dengan senyum gembira mereka datang berlebaran kerumah
keluarga besar mereka. Tapi untuk sampai kesana, mereka harus
melewati jalan kereta. Sayangnya, ketika sedang menyebrang tiba-tiba
saja mobil mereka mogok ditengah-tengah rel. Sebelum berhasil
menghidupkan mobil itu kembali tiba-tiba saja
.tut
tut
tut
"Jebrugggg!!!!" mobil mereka keburu diseruduk kereta api. Mereka pun
meninggal ditempat dengan tragis. Dan setelah itu, tidak terdengar
lagi keluhan-keluhan.
Cheers,
Esa
|| cerkit ||
arsip : www.gmail.com
login : cerita.kita
pwd : ramebanget
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/cerkit/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/