Untukmu Ibu 
--Kado untuk ibu yang melahirkanku di hari ibu 
dua puluh dua tahun yang lalu--

Adakah pijar matahari setulus hangatmu, ibu.  Selembut jemari teduh 
hati yang mengantarku memaknai sekujur bumi. Adakah pendar aura 
bulan seindah kasih sayangmu. Sedamai dekapan jubah malam pengantar 
lelap tidurku. Wahai perempuan yang telah bersusah payah membawaku 
mengenal gemerlap bintang di angkasa raya, aku mencintaimu sebagai 
cahaya di ujung degup hidup. 
Dari suci rahimmu aku terlahir sebagai cahaya mata yang telah 
menggenapi tugas keperempuananmu. Di bawah naung do'a restumu aku 
belajar merangkak, belajar berdiri, belajar berjalan, berlari, 
terbang memaknai napas kehidupan. Semua di bawah naung cintamu ibu.
Ibu, betapa seluruh dunia mengagungkan keberadaanmu. Lihatlah Upik 
Abu dan Bawang Putih yang menderita setelah kepergianmu, mereka 
benar-benar kehilanganmu. Ibu. Ampuni aku jika lakuku lukai hatimu 
seperti Malin Kundang yang bersimpuh rapuh memohon pintu maafmu, 
ibu. Jangan kau usir aku dari cintamu seperti yang telah kau lakukan 
pada Sangkuriang, sungguh pun dia membunuh Tumang karena ia ingin 
membahagiakanmu, ibu. Dekap jiwa kami dengan cintamu, seperti yang 
kau lakukan pada Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa. Wahai 
ibu, cintamu adalah payung langit di hamparan semesta jingga.
Ibu, kau adalah inspirasi bagi semua anak di muka bumi. Tak sadarkah 
kau pada lirik lagu yang dinyanyikan oleh Melly Goeslow, Iwan Falls, 
Sulis, John Lennon, dan ribuan penyanyi-penyanyi lainnya di muka 
bumi. Atau jutaan pujangga yang menyanjung namamu dalam syair-syair 
kekal di deras nadi mereka. Ibu, kau adalah puisi dengan makna yang 
tak akan pernah habis digali.

"Oh, bunda.. ada dan tiada dirimu `kan selalu ada di dalam hatiku..."
"Seperti udara, kasih yang engkau berikan, tak mampu kumembalas, 
ibu,"
Ibu, jangan kau palingkan cinta sucimu. Kami adalah titipan-Nya yang 
membutuhkan air susumu. Kami membutuhkan sentuhan cinta yang dapat 
mengajari kami agar bisa jadi manusia yang saling mencinta dan 
saling menjaga.
Ibu, kau adalah mahluk yang diistimewakan Sang Penaung. Tak tahukah 
kau, kami diperintahkan untuk menghormatimu, menjaga perasaanmu, 
mendo'akanmu, dan membahagiakanmu. Ibu, kaulah cahaya di jagat raya 
jiwa kami. 
Kepada semua ibu di segenap penjuru bumi, terimakasih banyak. Dari 
rahimmu telah lahir penerus-penerus adam yang mewarnai hidup dengan 
pelangi. Tak peduli sabaik atau seburuk apapun mereka, mereka 
terlahir dalam fitrah suci. Tak peduli itu ilmuwan, kiyai, pencopet, 
direktur, koruptor, presiden, pedagang kaki lima, teroris, artis, 
pelawak, guru, dan jalan hidup lain yang telah mereka tempuh, mereka 
terlahir sebagai bayi suci yang lahir dari rahimmu. Mereka adalah 
anak-anak mungilmu, ibu. Anak yang setelah dewasa semakin tak tahu 
diri dan tak pernah sanggup memaknai keberadaanmu di selasar hidup 
ini.
Ibu, beri kami kesempatan untuk membahagiakanmu, untuk memaknai 
jalan kupu-kupumu. 
Untukmu, wahai perempuan hebat yang melahirkan aku di hari ibu dua 
puluh dua tahun yang lalu, di tengah degup hidup yang semakin 
meredup sisa nafas ini kupersembahkan hanya untuk kebahagiaanmu.

"Ya Allah...
aku ingin hidup sebagai cahaya yang berpijar untuk kebahagiaan ibu
aku ingin mati sebagai bunga yang mewangi di jubah cinta ibu
Ya Allah, kupercayakan ibu hanya pada dekapan semesta kasih-Mu"

***

*Sigit Rais


Kirim email ke