Yupz mbak Rin, kita memang harus ngasih penghargaan setinggi-tingginya 
buat panitia dan juri yang ngurusin lomba tulis menulis, terutama 
buat "dedengkot" yang mencetuskan lomba. Bukankah ini pertanda baik 
bahwa tulis-menulis itu memang pueeenting banget....
Mungkin hal berat seperti itulah yang kadang membuat hati para panitia 
lelah (kata sundanya sih "Cape Hate"). Ya, seperti panitia lomba 
cerpen salah satu majalah musik remaja (lupa namanya). Mereka ngadain 
lomba. Nah, bertahun2 tak kunjung ada kabar. Ternyata saya dapat kabar 
dari seorang kawan bahwa lomba dibatalkan dengan alasan naskah yang 
masuk terlalu banyak. 
Ini pertanda bahwa ngurusin lomba itu emang susah banget. Tul nggak 
temen2...?
btw tentang lomba apsas, saya juga ikutan yang lomba "Srikanda" lho 
Mbak Rin. Apa mbak Rin juga jurinya? O iya, kalo yang masuk 20 besar 
lomba itu cerpennya bakal dibikin buku nggak yah? Kalo kata Kang 
Bondet sih ada rencana ke situ.  

Btw sukses dan semangat ya... finally aku jadi sadar kalo mengarungi 
jagat raya tulis-menulis itu harus penuh semangat dan perjuangan....

Kirim email ke