Muhammad Diracuni Racun Yang Sama Seperti Munir!!

> Jimmy Okberto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> I ever get issue that Muhammad have been poisoned.
> 

Gejala2 sakit perut yang dialami Munir sama persis seperti gejala2
sakitnya Muhammad seminggu sebelum dia dikabarkan meninggal.  Muhammad
sakit perut sehingga dia menderita seperti halnya Munir.

Nabi Muhammad diracuni dengan racun yang sama seperti racun yang
dimasukkan kedalam makanan Munir, yaitu racun arsenicum.  Bedanya,
racun arsenicum yang meracuni Muhammad bukanlah produksi oleh pabrik
farmasi yang modern, melainkan arsenicum yang diambil dari dalam tanah
di ARab yang umumnya memang mengandung arsenicum dalam jumlah kecil. 
Itulah sebabnya, mayat yang ditemukan di Arab bisa ditemukan
arsenicum, namun belum tentu mayat tsb mati karena diracun arsenicum
karena arsenicum yang ditemukan pada mayat bisa berasal dari
kontaminasi tanah yang mengubur mayat tsb.  Tapi ilmu Forensic bisa
membandingkan penyerapan arsenicum dalam tubuh dan dosisnya untuk
memastikan bahwa memang mayat ini matinya disebabkan oleh keracunan
arsenicum.

Mula2 memang Muhammad diracuni makanannya, kemudian sewaktu Muhammad
sakit, antek2 Abu Bakar menangkap seorang wanita Yahudi yang katanya
adalah isteri nabi Muhammad yang dituduh sebagai orang yang meracuninya.

Kabarnya, waktu si wanita Yahudi mau dipancung, Muhammad mencegahnya,
dia bilang bukan wanita itu yang meracuniku, tapi orang2 kepercayaanku
sendiri yang melakukannya.  Namun dari sumber2 Hadist lainnya
dikabarkan bahwa wanita Yahudi itu memang sudah dipancungnya karena
dianggap gagal meracuni nabi Muhammad.

Demikianlah, meskipun Muhammad sakit berat, dia kuat badannya hingga
tak bisa mati oleh racun tsb.  Abu Bakar dkk, lalu mengadakan briefing
di mesjid, dimana Jum'atnya waktu shalat Jum'at yang biasa dipimpin
oleh Muhammad, sekarang dipimpim Abu Bakar jadi imamnya.  Abu Bakar
memberi tahu bahwa nabi Muhammad sakit berat dan mempercayakan dirinya
untuk menggantikannya sebagai imam.  Tetapi mendadak Muhammad muncul
dimimbar tanpa diketahui Abu Bakar sebelumnya.  Kontan saja para
pengikut nabi jadi kaget, dan tidak terlihat tanda2 bahwa Muhammad
sedang sakit.  Muhammad langsung menegur Abu Bakar, dan Abu Bakar
langsung keluar memberi perintah kepada anak buahnya untuk membantai
habis Muhammad dan laskar anshar pengikut2nya.  Tujuannya adalah
menutup rahasia ini dari Ali, karena Ali memiliki pasukan yang luar
biasa tangguhnya terbukti pasukan Ali mampu menguasai jazirah Persia.

Demikianlah, untuk menipu Ali dan pengikut2nya inilah, Abu Bakar
kemudian mengumumkan bahwa Aishah adalah isteri tersayang nabi
Muhammad, dan Muhammad mati sakit, dan bla..bla..bla.  Ali tentunya
curiga, apalagi Abu Bakar mengangkat dirinya sebagai pengganti
Muhammad juga sebagai nabi.  Akhirnya pertentangan hebat terjadi dalam
lingkungan Abu Bakar sendiri yang memaksa Abu Bakar menarik lagi
titelnya sebagai nabi, dan diganti dengan titel baru sebagai CALIPH. 
Sejak hari inilah istilah CALIPH jadi terkenal dikalangan umat Islam.
 Meskipun kebesaran seorang Caliph masih dibawah seorang nabi, namun
kekuasaannya sama besarnya karena pada dasarnya Caliph itu hanyalah
label saja namun para umat atau pengikutnya harus memahaminya sebagai
pengganti nabi.

Namun dusta yang direkayasa Abu Bakar hanya sempurna kalo seluruh
keturunan nabi Muhammad dibantai habis sampai akar2nya, maka
terjadilah pembunuhan massal terhadap keturunan nabi hingga ribuan
tahun dalam pengejaran.  Waktu berjalan panjang, dan sejarah juga
akhirnya pudar tinggal jadi kenangan, dan yang tersisa hanyalah saling
membunuh antara Syiah dan Sunni sebagai warisan kewajiban masing2
pihak tanpa perlu memahami untuk apa mereka membunuh dan kenapa mereka
dibunuh.

Ny. Muslim binti Muskitawati.


Kirim email ke