Penulisan Sejarah Harus Oleh Ahli Sejarah, Bukan Oleh Ulama/Politikus > "iscabus" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Sejarah Bukan Hanya Narasi Masa Lalu > ------------------------------------- > Oleh Maria Hartiningsih > Ilmu sejarah dianggap bukan mata ajar penting," ujarnya. "Tetapi, > penguasa sangat berkepentingan dengan penulisan sejarah. > -------------------------------------
Itulah sebabnya ada jurusan sejarah di Universitas sehingga gelar ahli sejarah itu merupakan professi yang professional bukan professi ahli politik atau professi ahli agama. Sejarah harus ditulis oleh ahli sejarah bukan ditulis oleh politikus ataupun penguasa negara ataupun ulama agama. Sejarah harus ditulis secara netral tidak berpihak kepada politik dan juga bebas dari keberpihakan kepada kepercayaan agama. Janganlah menjadikan kitab suci AlQuran ataupun Al-Bible jadi buku sejarah atau sumber sejarah karena keduannya bukan mencatat sejarah melainkan mencatat dongeng2 dizaman dulu yang dipercaya nenek moyang kita yang tentunya bukan harus menjadi kepercayaan kita sekarang. Untuk bisa menulis sejarah secara netral bebas dari kepercayaan dan bebas dari tekanan politik, diperlukan UU negara yang menjamin tegaknya HAM dan Demokrasi. Syariah Islam adalah contoh ajaran yang memutar balikkan sejarah, misalnya JenghizKhan yang tidak beragama dikatakan beragama Islam hanya untuk mempropagandakan ajaran Islam yang sesat agar dianut oleh orang2 yang belum sesat. Ny. Muslim binti Muskitawati.
