http://www.cenderawasihpos.com/detail.php?ses=&id=1183
04 Juli 2007 05:46:34
Polisi Dan TNI Siaga
Nyaris Bubarkan Acara
SEMENTARA ITU, menyusul aksi pembentangan bendera bintang kejora saat
acara pembukaan Konferensi Dewan Adat Papua di GOR Cenderawasih Jayapura,
Selasa ( 3/7) kemarin, sempat menyulut reaksi pihak aparat keamanan. Mereka
menilai, aksi tersebut dianggap sudah menyalahi kesepakatan. Bahkan telah
keluar dari koridur hukum.
Karena itu, pihak aparat keamanan berencana akan membubarkan kegiatan
tersebut malam itu. Terkait dengan rencana tersebut, sore kemarin langsung
dinyatakan siaga satu.
Bahkan, pihak kepolisian dan TNI, telah menyiagakan pasukannya masing.
Untuk anggota polisi sendiri, kemarin telah disiagakan sebanyak 3 SSK, baik
dari Dalmas maupun Brimob Polda Papua.
Mereka telah stand by di Mapolresta Jayapura tinggal menunggu perintah.
Sementara dari TNI, juga disiagakan sebanyak 5 SSK. 1 SSK disiagakan di Korem
172/PWY, 1 SSK disiagakan di Kodim dan 3 SSK disiagakan di Kodam.
Terkait dengan hal itu, kemarin sore, Kasdam XVII/ Trikora Brigjen TNI
Geerhan Lantara, Danrem 172/PWY Kolonel Kav Burhanuddin Siagian dan Dandim
1701/ Jayapura Letkol Kav A.H Napoleon telah mengelar rapat koordinasi bersama
Kapolresta Jayapura AKBP Robert Djoenso Mapolresta Jayapura untuk menyikapi
terhadap kondisi tersebut.
Tidak itu saja, jelang rencana pembubaran konferensi DAP tersebut, 3 SSK
anggota kepolisian yang disiagakan di Mapolresta Jayapura bahkan telah
melakukan patroli, sekaligus show force melewati depan GOR Cenderawasih.
Namun akhirnya, rencana tersebut dibatalkan setelah dilakukan negoisasi
antara pihak panitia dengan Kapolresta Jayapura.
Saat ditemui wartawan Kapolresta Jayapura AKBP Robert Djoenso menyatakan,
dari hasil keterangan pihak panitia, pembentangan bintang kejora itu adalah
merupakan rangkaian pertunjukan dari tarian ditampilkan saat pembukaan.
" Ini hanya salah persepsi saja. Menurut mereka bintang kejora itu adalah
bagian dari jalan cerita tarian mereka. Sehingga kami masih menerima penjelasan
mereka. Tapi, jika nantinya mereka melakukan kegiatan yang sudah keluar dari
koridur hukum dan bertentangan dengan NKRI, kami tidak segan-segan menindak
tegas mereka," tegasnya.
Dijelaskan, dari hasil negoisasi itu juga, pihak panitia telah menjamin
tidak akan ada kegiatan yang bertentangan dengan NKRI. Tapi, jika dalam acara
itu ada kegiatan yang dianggap menyimpang, maka mereka harus menerima
konsekwensinya.
" Apapun bentuk kegiatan itu jika sudah keluar dari koridur hukum dan
NKRI, itu adalah tindakan makar. Konsekwensinya mereka harus berhadapan proses
hukum," tandasnya.
Kapolresta meminta kesapakatan yang telah dibuat panitia dengan pihak
aparat keamanan harus dipatuhi. Jika ternyata mereka menipu, dan masih nekat
melakukan kegiatan-kegiatan yang menganggu kedaulatan NKRI, terpaksa akan
diambil tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku.
Di tempat yang sama Dandim Jayapura Letkol Kav A.H Napoleon
mengungkapkan, TNI siap membantu pihak kepolisian untuk mengamankan setiap
kegiatan yang mengganggu atau merongrong kedaulatan NKRI.
" Setiap kegiatan atau agenda yang mengarah ke separatis tidak bisa
ditolelir. Kami dari TNI siap menumpas setiap kegiatan yang mengarah ke
separatis, karena itu sudah menjadi musuh negara," tegasnya.
Ditambahkan, Papua adalah bagian sah dari NKRI dan itu sudah diakui
masyarakat internasional. Karena itu, jika masih ada kelompok-kelompok yang
mencoba mengganggu keutuhan dan kedaulatan NKRI, maka itu sudah jelas sebagai
separatis.
"Pokoknya yang namanya separatis tidak boleh mendapat tempat di wilayah
ini. Tugas TNI adalah menumpas dan menghentikan kegiatan mereka. Sebab, kalau
keberadaanya dibiarkan saja, jelas sekali ide-idenya akan sangat membahayakan
bagi keutuhan bangsa dan negara," pungkasnya.(mud)
[Non-text portions of this message have been removed]