Refleksi: Ada ucapan: "ikan mulai busuk dari kepalanya". Ucapan  klasik ini 
tidak keliru bila dilihat pada para petinggi NKRI, baik sipil maupun militer  
di semua tingkat dan lapangan mulai dari pusat sampai ke pelosok-pelosok 
negeri.  Korupsi bukan saja dilakukan  di lapangan duniawi tetapi juga  
institusi surgawi dijadikan target. Ciri umum para petinggi ini  ialah fasih 
mempergunakan ilstilah-istilah bahasa illahi dan ayat-ayatnya. Mereka selalu 
tidak absen  pada ibadah agama untuk menunjukan bahwa mereka satu dengan umat 
dalam iman.  


http://www.gatra.com/artikel.php?id=106496


Pemberantasan Korupsi Seharusnya Dimulai dari Atas


Jakarta, 29 Juli 2007 12:50
Mantan Komandan Puspom TNI, Mayjen (Purn) Syamsu Djalal mengatakan, 
pemberantasan korupsi akan lebih efektif di Indonesia jika "perang melawan 
korupsi" dilaksanakan sistematis dan pemberantasannya dimulai dari atas 
terlebih dahulu, baru kemudian ke bawah.

"Saya sependapat dengan pernyataan Menteri Senior Singapura, Lee Kuan Yew, 
bahwa pemberantasan korupsi seharusnya dimulai dari atas ke bawah," katanya, di 
Jakarta, Minggu.

Menurut Syamsu, pemberantasan korupsi itu harus merupakan sebuah gerakan 
nasional, dan bukan jargon.

Para pimpinan, masyarakat kalangan atas dan kaum berpendidikan yang harus 
terlebih dahulu menunjukkan bahwa mereka memang antikorupsi dan memiliki tekad 
bersama untuk memberantas korupsi.

"Budaya masyarakat kita ini umumnya primordial paternalistik. Artinya, dukungan 
pemberantasan korupsi itu akan datang dari golongan menengah dan bawah jika 
golongan atasnya memiliki tekad memberantas praktek korupsi itu terlebih dulu," 
katanya.

Disebutkannya, pemberantasan korupsi yang sistematis akan membantu stabilitas 
hukum dan perekonomian Indonesia.

Ia juga menyatakan tekadnya untuk terus mengikuti seleksi pimpinan KPK dengan 
tekad melakukan pemberantasan korupsi yang lebih sistematis dan lebih keras.

Setelah melakukan seleksi makalah, panitia seleksi (pansel) calon pimpinan KPK 
belum lama ini menyebutkan jumlah keseluruhan yang berhak untuk mengikuti 
"pshycological profile assessement" sebanyak 236 peserta.

Menurut Syamsu, dirinya termasuk yang akan mengikuti "pshycological profile 
assessement" itu.

Belum lama ini, mantan Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew dalam sebuah 
diskusi yang diadakan oleh "Indonesia Forum" mengatakan korupsi harus 
diberantas dari atas ke bawah (top down).

"Untuk memberantas korupsi harus dimulai dari atas, lalu kalangan bawah secara 
otomatis dapat bersih dari korupsi," katanya.

Menurut Lee , untuk membangun perekonomian Indonesia sehingga dapat mewujudkan 
cita-citanya masuk dalam kekuatan ekonomi dunia, Indonesia harus menciptakan 
transparansi dalam masalah perpajakan, meningkatkan stabilitas hukum, serta 
menciptakan kebijakan-kebijakan pemerintahan yang dapat menarik para investor 
masuk.

"Transparansi dan stabilitas hukum serta pemerintahan diperlukan dalam rangka 
mempertahankan para investor ataupun mengundang masuk para investor," ujar 
menteri senior Singapura itu.

Ia mengatakan, yang paling penting adalah menciptakan sebuah sistem yang tidak 
korup dan tunduk terhadap hukum. [TMA, Ant] 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke