1 Iraq v Arab Saudi 0
JAKARTA - Iraq berhasil menahbiskan diri sebagai
jawara baru Piala Asia. Untuk kali pertama Negeri 1001
Malam itu berhasil naik podium Piala Asia 2007 usai
menekuk Arab Saudi 1-0 (0-0) di partai final di
Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, tadi malam.

Gelar itu jelas bukan sekadar membahagiakan para
pemain yang berada di lapangan atau para pendukung
Iraq yang hadir langsung di stadion. Namun, kemenangan
tersebut juga seolah mendatangkan 1001 rasa bahagia
untuk semua warga Iraq. Torehan itu juga sekaligus
membuat mereka bisa melepaskan sesaknya tekanan
konflik dan perang yang mencekam.

Namun, di antara jutaan warga yang merayakan
kemenangan itu, ada satu anak Iraq yang merasakan
kebahagian yang jauh lebih besar dan mendalam atas apa
yang digapai tim berjuluk Singa dari Dua Sungai
tersebut. Nama itu tidak lain adalah sang kapten Iraq
Younis Mahmoud Khalaf.

Sebab, di akhir perhelatan Piala Asia 2007 tadi malam,
Younis mendapatkan segala hal. Yang pertama, pemain
berusia 24 tahun tersebut tercatat sebagai aktor utama
kemenangan Iraq (1-0) atas Arab Saudi. Dialah yang
menceploskan sebiji gol Iraq ke gawang Arab Saudi yang
dikawal Yasser Al Mosailem tepatnya pada menit 71.

"Semua pemain bekerja baik. Semuanya mampu
mengeluarkan kemampuan terbaiknya malam ini (tadi
malam, red). Jadi, bukan saya yang menentukan
kemenangan ini. Keberhasilan ini berkat kerja semua
komponen," tutur Younis dengan nada merendah.

Meski Younis enggan disebut pahlawan, tapi fakta telah
membuktikan itu semuanya. Apalagi, ketika wasit Mark
Alexander Shield asal Australia meniup peluit panjang
tanda pertandingan berakhir, Younis lah pemain Iraq
yang paling ekspresif dalam meluapkan kegembiraan.

Pemain asal Al Gharafa Qatar tersebut berlarian
keliling lapangan sambil berteriak histeris. Sikap
yang ditunjukkan Younis itu seakan menyiratkan kalau
dirinya menyadari bahwa dia tak sekadar pulang membawa
trofi juara. Dengan tambahan sebiji golnya ke gawang
Arab Saudi, Younis telah menempatkan diri menjadi top
scorer Piala Asia 2007.

Dia bersanding dengan striker Jepang Naohiro Takahara
dan bomber Arab Saudi Yasser Al Qahtani yang sama-sama
mengemas empat gol. "Tanpa teman-teman saya tidak bisa
berbuat apa-apa. Gelar ini karena kerja teman-teman,"
ujar Younis.

Mengantongi gelar juara bersama Iraq dan top scorer,
ternyata bukan itu saja yang didapatkan Younis dari
keikutsertaannya di Piala Asia 2007. Anak Kirkuk
tersebut juga berhak menyandang predikat yang paling
diimpikan oleh semua pemain yang berkecimpung di arena
Piala Asia 2007. Ya, Younis dinobatkan sebagai pemain
terbaik pentas sepak bola antarbangsa-bangsa Asia
tahun ini.

"Memegang trofi itu mengingatkan saya pada sosok
seorang ibu yang menderita karena kehilangan anak
akibat ledakan bom. Ibu itu kami temui sesaat sebelum
kami bertolak ke Piala Asia. Waktu itu, dia meminta
kami untuk membawa pulang gelar juara. Apa yang saya
dapatkan kali ini tidak luput dari motivasi beliau,"
aku Younis. (fim/ady)


Profil
Nama : Younis Mahmoud Khalaf
Lahir : Kirkuk, 2 Maret 1983
TB/BB : 186 cm/80 kg
Klub :
- Kirkuk (1999-2001)
- Al Talaba (2001-2003)
- Al Wahda, UEA (2003-2004)
- Al Khor, Qatar (2004-2006)
- Al Gharafa, Qatar (2006- ..)


Jalan Terjal Timnas Iraq

1. Awal pembentukan tim, sebagian pemain saling
bermusuhan karena berasal dari golongan berbeda (Sunni
dan Syiah).
2. Tidak punya tempat latihan karena infrastruktur
banyak yang hancur karena perang (Invasi AS ke Iraq).
3. Anggota skuad timnas tak pernah berhenti mendapat
teror penculikan hingga pembunuhan dari pihak-pihak
yang tidak bertanggungjawab.
4. Karena di dalam negeri tidak punya lapangan dan
terus diteror, Timnas Iraq akhirnya mengungsi ke Iraq
Utara lalu ke Jordania.
5. Hanya enam pemain yang bergabung saat pemusatan
latihan di Jordania. Mayoritas pemain dilarang oleh
klubnya.
6. Perlengkapan tim yang dibawa ke Piala Asia adalah
perlengkapan lama (tidak ada yang baru), termasuk
kostum seadanya.
7. Skuad Iraq juga sangat tidak cocok dengan masakan
Asia. Karena tidak membawa koki khusus, ofisial harus
keluyuran mencari tempat makan yang menyediakan
makanan khas Arab.
8. Saat mendarat di Bangkok, Younis Mahmoud dkk
tertahan selama delapan jam di kantor imigrasi
Thailand karena harus menjalani pemeriksaan ketat.
Padahal timnas baru saja menjalani penerbangan
seharian penuh.
9. Ketika melakoni semifinal melawan Korsel di Kuala
Lumpur, Timnas Iraq keleleran berjam-jam karena kamar
hotel yang mereka tempati ternyata masih dihuni skuad
Iran.
10. Lolos ke semifinal dan final, bonus dari
pemerintah masih gelap. Uang saku pemain juga
pas-pasan. 



       
____________________________________________________________________________________
Choose the right car based on your needs.  Check out Yahoo! Autos new Car 
Finder tool.
http://autos.yahoo.com/carfinder/

Kirim email ke