http://www.sapos.co.id/berita/index.asp?IDKategori=1&id=90878
Perampok dan 2 Gadis Baku Timpas
Kepergok Hendak Santroni Butik, Terjadi di Jl Belatuk
SAMARINDA. Citra Noorliana (22) dan Chandra Liana atau akrab disapa
Cacan (18), dua gadis kakak beradik ini, bisa dibilang sebagai sosok gadis muda
yang memiliki nyali dan keberanian yang cukup besar. Bayangkan, keduanya tidak
pasrah begitu saja saat harus berhadapan dengan dua perampok bersenjatakan
parang yang menyatroni butik atau kios baju yang dikelola kedua korban. Bahkan,
Cacan nekat berhadapan dan baku timpas dengan seorang pelaku perampokan
menggunakan parang.
Aksi percobaan perampokan tersebut jelas mengegerkan puluhan warga di
kawasan Jl Belatuk, Samarinda Utara, Sabtu (20/10) malam lalu. Salah seorang
pelaku perampokan yang diketahui bernama Sadilah (22), warga Jl Ruhui Rahayu
Gang 1, Samarinda Utara sempat terluka parah ditimpas oleh Liana dengan parang.
Sebaliknya, Cacan menderita luka sabet di tangan kirinya dan Citra menderita
luka timpas di bahu kiri. Itu terjadi akibat memberikan perlawanan terhadap
Sadilah yang mengamuk membabi buta dengan sebilah parang saat kepergok korban
hendak mencongkel butik baju tersebut.
Dari informasi yang dihimpun Sapos, peristiwa ini berawal ketika Citra
tengah menutup butik pakaiannya karena hari sudah larut malam, Sabtu lalu.
Sekitar satu jam menutup tokonya, Citra yang kebetulan menginap di dalam
tokonya mendengar suara mencurigakan dari luar.
"Saya lalu mengintip keluar dan melihat ada dua orang di depan toko saya.
Salah satunya duduk di atas motor, sedangkan satu lagi duduk di emperan kios
saya," jelas Citra saat menceritakan kronologi kejadian kepada petugas dan
wartawan di Polsekta Samarinda Utara, Minggu (21/10) dinihari kemarin.
Awalnya, Citra tak menaruh curiga. Namun, ia mendadak khawatir dan curiga
saat melihat laki-laki yang duduk di depan kiosnya berjalan ke samping kios.
Saat itu Citra menyadari, salah satu laki-laki yang belakangan diketahui
bernama Sadilah itu mencoba memanjat dinding samping kios korban.
"Dia berusaha masuk lewat celah ventilasi, kemudian memutar bohlam lampu
biar mati. Saya yakin mereka maling dan saya langsung menelepon adik dan
keluarga saya dari dalam kios dengan HP. Kebetulan rumah saya dekat saja dengan
kios," ungkap gadis manis berkulit putih dan berambut sebahu ini.
Dengan memberanikan diri, Citra lalu keluar dari kios dan menanyakan
maksud kedatang dua pelaku. "Saya keluar dan saya tegur mereka, ada apa mas di
situ?" ucap Citra kepada kedua pelaku saat itu.
Mendengar teguran tersebut, Sadilah tampaknya kaget. Ia langsung
menghardik korban dan tanpa banyak basa-basi langsung menimpaskan parangnya ke
punggung Citra. "Saya tidak bisa menangkis atau melawan. Begitu parangnya
diayunkan saya langsung menundukan badan dan pasrah. Saat itulah, adik saya
Cacan datang bersama beberapa keluarga dari rumah. Dia melihat saya saat
dibacok," jelas Citra.
Sementara itu, Cacan yang menyaksikan Citra diserang dan dibacok oleh
seorang laki-laki tak dikenal, langsung histeris dan maju menyerang pelaku.
Saat itu Cacan sudah membekali diri dengan parang dari rumah begitu mendengar
kios baju yang tengah ditunggui Citra hendak digerayangi maling. Melihat ada
yang datang membawa parang, Sadilah kalap dan membabi buta menyerang Cacan yang
baru saja datang dan mendatanginya.
Keduanya terlibat duel. Cacan yang diserang oleh Sadilah sempat terluka
di pergelangan tangan kirinya akibat terkena parang pelaku. Namun, Cacan tak
gentar. Begitu pelaku lengah, Cacan melayangkan parang yang dibawanya ke pundak
kiri pelaku.
"Croot...!" parang Cacan pun berhasil merobek pundak pelaku. Pelaku pun
terhuyunung dan terluka parah. Melihat kawannya terluka, rekan pelaku yang dari
awal menunggu di motor langsung tancap gas melarikan diri dan meninggalkan
Sadilah begitu saja.
Keributan tersebut memancing perhatian warga setempat. Warga langsung
berdatangan dan mencoba membantu Cacan dan Citra. Melihat banyaknya massa yang
datang, Sadilah berusaha kabur melarikan diri. Pemuda pengangguran dan tubuhnya
bertato ini mencoba lari dari Jl Belatuk ke arah Jl Gelatik, hingga ke Jl
Pemuda III. Namun, karena kondisinya sudah terluka berat, Sadilah pun tak bisa
berkutik dan hanya bisa pasrah saat puluhan warga yang mengejarnya berhasil
menangkapnya.
Tanpa ampun, puluhan warga yang geram dengan ulah perampok tersebut
mengeroyok pelaku. Alhasil, Sadilah yang sudah terluka berat di pundak kirinya
itu pun harus kembali babak belur diamuk massa. Beruntung, sebelum pelaku mati
konyol, anggota reskrim dari Polsekta Samarinda Utara dan dua pleton pasukan
Dalmas dari Poltabes Samarinda yang kebetulan melintas di lokasi kejadian
langsung mengendalikan amarah massa dan mengamankan Sadilah yang sudah babak
belur.
Dengan menggunakan mobil patroli Polsekta Samarinda Utara, pelaku dibawa
ke RSUD AW Sjahranie untuk diobati. Begitu pula dengan Cacan dan Citra. Kedua
korban juga divisum sebagai bukti lapor. Usai diobati, Sadilah pun digelandang
ke Polsekta Samarinda Utara dan dijebloskan ke dalam tahanan. Citra dan Cacan
pun juga melaporkan aksi percobaan perampokan dan penganiayaan yang dilakukan
dua perampok tersebut. (uya
<<22102007-bacok.jpg>>
