KOMPAS
Jumat, 14 Desember 2007

 
Wapres Bersikap Seimbang soal Rumah Ibadah 


Jakarta, Kompas - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyikapi dengan seimbang perihal 
keluhan umat Kristen mendirikan rumah ibadah.

"Menurut Wapres, di Pulau Jawa, umat Kristiani mungkin mendapatkan kesulitan. 
Akan tetapi, di Nusa Tenggara Timur dan Manado hal itu tidak terjadi," kata 
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Damai Sejahtera (DPP PDS) Royandi 
Hutasoit seusai diterima di kediaman dinas Wapres di Jakarta, Kamis (13/12). 
Dalam pertemuan itu, Royandi didampingi Sekjen DPP PDS Denny Tumewu dan 
pengurus lainnya.

Tentang rumah yang dipakai untuk beribadah, menurut Royandi lagi, Wapres 
melihatnya juga sama dengan apa yang dilakukan oleh umat Islam di mana rumah 
dipakai untuk pengajian.

Wapres menyadari bahwa itu memerlukan adanya komunikasi yang baik dan cepat 
secara bersama-bersama. "Sebab, jika terjadi masalah, hal itu bisa segera 
dikomunikasikan dan dicarikan jalan keluarnya," ujar Royandi mengutip Wapres.

Menurut Royandi, dalam pertemuan itu didiskusikan pula mengenai pendirian 
rumah-rumah ibadah dan pelaksanaan Peraturan Bersama Menteri Agama Nomor 9 
Tahun 2006 dan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pedoman 
Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dalam Pemeliharaan 
Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan 
Pendirian Rumah Ibadah.

Jangan didiamkan

Menurut Royandi, PDS meminta Wapres tidak mendiamkan anggota masyarakat yang 
melakukan perusakan terhadap rumah-rumah ibadah. Sebab, perusakan rumah ibadah 
termasuk sebuah pelanggaran hak asasi manusia.

Jika pemerintah tidak melakukan tindakan hukum kepada mereka, kata Royandi, 
kasus perusakan akan terus berulang dan berlarut-larut. (

Kirim email ke