REFLEKSI: Selama ini Pertamina berparadigma kleptokratik dan oleh karena itu tetap saja berkelas udik bila dibandingkan dengan perusahaan minyak dan gas di lain negeri, seperti Malaysia, Brasilia, Vietnam, Tiongkok etc. Mereka dengan cepat menyesuiaikan diri dengan standar internasional dan "go international". Berkelas dunia antara lain harus bebas kleptokratikus. Selama kleptokratikus berkuasa dan lemah mutu pendidikan akan sulit bagi BUMN berkelas dunia.
KOMPAS Rabu, 19 Desember 2007 BUMN MIGAS SBY Dukung Pertamina Berkelas Dunia Jakarta, Kompas - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendukung tekad Pertamina menjadi perusahaan minyak nasional berkelas dunia. Presiden meminta BUMN itu meninggalkan paradigma dan mentalitas lama yang kerap mengandalkan pemerintah. "Saya dukung cita-cita besar itu, wujudkan tekad itu," kata Presiden Yudhoyono ketika menghadiri Peringatan 50 tahun Pertamina yang bertema "Dedikasi Bagimu Negeri" di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Selasa (18/12) malam. Dalam kesempatan itu, Presiden didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla. Presiden berharap Pertamina melakukan refleksi dan evaluasi dengan cara membandingkan kinerjanya dengan perusahaan sejenis di negara lain untuk mengukur sejauh mana posisi Pertamina sehingga mampu bersaing dengan perusahaan minyak negara lain. Ia berpesan agar Pertamina melanjutkan pengembangan teknologi serta jalin kerja sama yang baik dengan semua pihak, terutama di dalam negeri. Pertamina, yang saat ini berstatus perseroan, berdiri pada 10 Desember 1957 di bawah nama PT Permina. Pada tahun 1961, perusahaan berganti nama menjadi PN Permina. Nama PN Pertamina lahir pada tahun 1968 setelah proses merger dengan PN Pertamin. Melalui Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1971, perusahaan ditegaskan sebagai badan usaha milik negara dengan nama Pertamina. Pertamina mendapat kesempatan lebih berkembang setelah statusnya berubah menjadi PT Pertamina (persero) pada Oktober 2003. Pertamina tidak hanya sebagai BUMN yang menjalankan tugas pelayanan publik, tetapi dituntut mampu mencetak keuntungan yang disumbangkan ke negara melalui dividen. Dirut Pertamina Ari Soemarno mengharapkan Pertamina menjadi perusahaan yang mandiri, kompetitif, dikelola profesional, dan menjalankan tangung jawab sosial dengan sebaiknya. Ari menambahkan, Pertamina terus melakukan pembenahan program besar-besaran yang disebut transformasi, yang dilakukan secara sistematis dan bertahap untuk menjadikan Pertamina perusahaan minyak nasional berkelas dunia. Bisnis Pertamina mencakup hulu dan hilir migas. Di hulu migas, Pertamina melakukan eksploitasi minyak, gas, ataupun panas bumi. Di hilir, Pertamina memiliki bisnis pengolahan minyak, penjualan minyak dan produk olahannya, ataupun pendistribusian berbagai produk turunan minyak. Pertamina ditargetkan menyumbang Rp 7 triliun ke kas negara tahun depan. Total produksi minyak Pertamina tahun 2007 sekitar 146.000 barrel per hari. Jumlah itu sudah memperhitungkan produksi dari lapangan-lapangan yang dikelola dengan cara kerja sama (technical assistance contract, joint operating body, ataupun join operating contract). Perseroan menargetkan produksi tahun 2008 bisa mencapai 170.000 barrel per hari. Lapangan Pondok Tengah dan Blok Cepu menjadi andalan pemerintah untuk mencapai target produksi minyak 1,084 juta barrel tahun depan. Dalam kaitan dengan mendorong produksi migas, pemerintah telah memperbaiki sejumlah aturan, termasuk pembebasan bea masuk peralatan migas. Selain mengelola lapangan di dalam negeri, dalam upaya mencapai target sebagai perusahaan minyak berkelas dunia, Pertamina juga menjajaki kerja sama eksplorasi dan eksploitasi migas di luar negeri. (ANT/DOT
