Refleksi: Apakah dibalik berita ini mau dikatakan bahwa untuk mempertinggi mutu 
pendidikan tinggi, sebaiknya PTN diprivatisasikan?

http://www.suarapembaruan.com/News/2008/01/29/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY 
--------------------------------------------------------------------------------

Universitas Swasta Tembus Dominasi Negeri 
 

[JAKARTA] Dominasi universitas negeri dalam peringkat perguruan tinggi terbaik 
di Indonesia mulai dipatahkan oleh universitas swasta. Hasil kajian Majalah 
Globe Asia, yang diterbitkan pada edisi Februari 2008, memperlihatkan bahwa 
peringkat universitas swasta seperti Universitas Pelita Harapan (UPH) dan 
Trisakti unggul atas sejumlah universitas negeri ternama. 

Dalam melakukan pemeringkatan, GlobeAsia mengkaji 20 universitas swasta dan 
negeri, yakni Universitas Pelita Harapan, Trisakti, Tarumanagara, Atmajaya, 
Parahyangan, Bina Nusantara, Muhammadiyah Malang, Maranatha, Satya Wacana, dan 
Petra (swasta). Kemudian Universitas Indonesia, Gadjah Mada, Institut Teknologi 
Bandung, Institut Pertanian Bogor, Padjadjaran, Airlangga, Hasanuddin, Institut 
Teknologi 10 Nopember, Surabaya, Diponegoro, dan Universitas Sumatera Utara. 
Sejumlah kriteria ditetapkan sebagai bahan kajian antara lain, jumlah dan 
kualitas fakultas, kualitas tenaga pengajar, program-program internasional, 
aktivitas kampus, fasilitas penunjang operasional dalam kampus, dan sebagainya. 

Dari kajian itu diketahui bahwa Universitas Indonesia menduduki peringkat 
pertama dengan total nilai 366, disusul UPH dengan perolehan angka 356. 
Peringkat ketiga ditempati Universitas Gadjah Mada dengan perolehan keseluruhan 
kategori 338. (Hasil lengkap lihat tabel) 

Peningkatan peringkat universitas swasta itu, tidak lepas dari menjamurnya 
jumlah dan penawaran fasilitas dan kurikulum yang makin baik dalam dua dekade 
terakhir. 

Perguruan tinggi swasta bahkan berani menambah nuansa baru dalam sistem 
pendidikan tinggi di Indonesia, dengan membuka diri pada mahasiswa asing, dan 
juga mendatangkan para pengajar asing sebagai anggota staf pendidikannya. 

Menanggapi hasil kajian tersebut, anggota Komisi X DPR, Cyprianus Aoer kepada 
SP di Jakarta, Selasa (29/1) pagi mengatakan, kualitas perguruan tinggi swasta 
(PTS) yang lebih baik daripada perguruan tinggi negeri (PTN) menunjukkan adanya 
peningkatan mutu pendidikan Indonesia. 

Menurutnya, fakta lapangan yang dirilis Majalah Globe Asia itu, mengungkapkan 
bahwa pengelolaan manajemen pendidikan swasta diakui kontribusinya dalam 
peningkatan mutu pendidikan di Tanah Air. Hal itu menunjukkan juga animo 
masyarakat terhadap PTS sudah mendapat jaminan dari sisi mutu pendidikan. "Ini 
mengindikasikan bahwa nilai pendidikan swasta dikaitkan dengan minat masuk 
pendidikan swasta sudah semakin baik. Ini juga menunjukkan adanya jaminan masa 
depan bagi lulusan swasta berkaitan dengan peningkatan mutu pendidikan swasta 
itu sendiri," katanya. 

Cyprianus mengatakan, hasil kajian itu juga menunjukkan bahwa para rektor dan 
semua staf manajemen PTN tidak bisa mempertanggungjawabkan dana APBN untuk 
meningkatkan mutu PTN. " Ketika kualitas PTN lebih rendah dari PTS, maka itu 
menjadi lonceng peringatan bagi PTN berkaitan dengan akuntabilitas dana publik 
melalui APBN. Artinya, ini sebuah evaluasi bagi PTN untuk meningkatkan kinerja 
manajemen pengelolaan pendidikan, rektor dan para stafnya dalam rangka 
meningkatkan kualitas pendidikan negeri," tegasnya. 

Ditambahkan, sudah saatnya PTN mengevaluasi apakah mutunya sudah baik atau 
belum. Jika mutu PTN tidak mengalami peningkatan, maka dikhawatirkan lama 
kelamaan akan ditinggalkan calon mahasiswa, karena mereka sekarang lebih 
mencari mutu. Apalagi mengingat dari segi dana, pendidikan PTN maupun PTS tidak 
ada perbedaan. [CAT/WWH/DLS/M-12] 



--------------------------------------------------------------------------------
Last modified: 29/1/08

<<2901tabe.gif>>

Kirim email ke