Melarang Filem "Fitna" = Melanggar UU Negara Kebebasan berpendapat dilindungi, dijamin, dan dihargai secara hukum yang syah berlaku di RI.
Filem "Fitna" adalah murni filem semidocumenter yang sama sekali tidak bertujuan menghina agama manapun juga selain membuka latar belakang berbagai tragedy terror2 yang dialami oleh umat manusia diseluruh dunia. Filem "Fitna" bukanlah fitnah melainkan merupakan filem pendidikan untuk membuka mata kita untuk bisa membedakan yang baik dari yang buruk. > insuffer <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > NOTE from musliminsuffer: > Tadi pagi, pas saya nonton acara ulasan Halo Apakabar Indonesia > TVOne tentang Film propaganda fintah 'FITNA'. Hampir seluruh tokoh > lintas agama dan lintas partai Indonesia mengutuk si binatang Geert > Wilders. Dimana letak fitnahnya??? Ini filem semidocumenter sama sekali realitas nyata dan bukan fitnahan. Kalo anda anggap filem ini merusak citra Islam, maka yang dilarang itu bukanlah filemnya melainkan ajaran2nya yang merusak citra Islam itu sendiri. Dasarnya justru kebencian Islam kepada mereka yang bukan Islam, mewajibkan umat Islam cuma menyembah Allah, padahal HAM menjamin setiap umat termasuk umat untuk menyembah apa saja yang dipercayainya, artinya berdasarkan HAM setiap umat Islam boleh menyembah Allah bersama dewa Semar. Sebagai umat Islam seharusnya kita mengajarkan umat kita untuk menyayangi semua umat manusia tanpa membedakan agamanya, termasuk menyayangi para penyembah berhala, menyayangi orang2 Yahudi, menyayangi orang2 Cina yang menyembah toapekong, bahkan kewajiban kita sebagai orang Indonesia untuk juga melestarikan wayang baik patung2nya, boneka2nya, maupun sajen2nya. Dimananya yang salah??? Yang salah itu terletak dalam ajaran Islamnya itu sendiri yang mengharamkan semua yang bukan Islam, dan filem ini justru merupakan bukti2nya bagaimana Islam sebenarnya. Sama sekali isi filem ini tidak ada fitnahnya. Kenapa kita harus membenci Geert Wilders??? Bukankah seharusnya kita berterima kasih kepada Wilders yang memberi kritik2 yang membangun untuk kita semua umat Islam bisa memperbaikinya??? Justru kritik dari filem Wilders inilah kita umat Islam disadarkan bahwa Islam bukanlah agama yang sempurna, dan untuk itu kita sebagai umatnya bisa belajar dari kritik ini untuk memperbaikinya sehingga Islam bisa menjadi agama yang lebih sempurna dimasa datang. Sebagai umat Islam kita harus terbuka terhadap kritik bukan malah membrangusnya. Kejahatan apapun alasannya tetap salah, meski Allah sekalipun yang mewajibkan kejahatan itu bukan membuta kita harus menerimanya dan tidak perlu takut untuk menentangnya. > sore hari bapak presiden kita melarang FITNA > lha kok tengah malam /dinihari tgl 1 april 2008 TV7 menayangkan > secara visual film FITNA > Larangan bapak presiden bukanlah UU bahkan melanggar UU karena berdasarkan UU kebebasan berpendapat dijamin dan dilindungi secara hukum. Justru penjarahan dan pembakaran tempat ibadah itulah yang harus ditindak, kenapa tidak ditindak??? Masalah filem sih tak akan menyembabkan umat manapun kehilangan harta bendanya seperti akibat dibakar atau dijarah. Ny. Muslim binti Muskitawati.
