http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Opini&id=155148

Kamis, 3 April 2008

Pribadi Agung dengan Kemuliaan Sosial 
Oleh: Januardi 



Manusia adalah mahluk sosial dengan segala makna dari kehidupan. Hidup akan 
bermakna jika sosial ditegakkan. Nilai-nilai sosial dalam kehidupan manusia 
sangat penting untuk dilaksanakan. Kehidupan individu adalah bagian dari 
kehidupan sosial. Namun secara pemahaman umum sosial adalah suatu hal yang 
tidak sama dengan individu. Kehidupan sosial merupakan kehidupan 
individu-indivdu yang secara bersamaan saling membutuhkan satu sama lainnya. 

Seorang individu akan menjadi orang besar jika ia menegakkan sosial. Artinya 
individu tersebut hidup untuk orang banyak bukan untuk pribadi. Seperti kata 
Sayyid Quthub, "Manakala nilai hidup ini hanya untuk diri kita, maka akan 
tampak bagi kita bahwa kehidupan kecil dan singkat. Yang dimulai sejak kita 
memahami arti hidup dan berakhir hingga batas umur kita. Tetapi apabila kita 
hidup juga untuk orang lain, maka jadilah hidup ini bermakna panjang dan dalam. 
Bermula dari adanya kemanusiaan itu sendiri dan berlanjut sampai kita 
meninggalkan dunia ini." Kehidupan sosial akan mampu mengangkat derajat 
individu tertentu. Makna yang terkandung dalam kehidupan individu dan sosial 
adalah begitu dalam dengan berbagai macam pola dan karakter masing-masing. 
Keberadaan individu akan diakui jika ia hidup bersosial. Sementara kehidupan 
sosial merupakan gambaran kehidupan tesebut. 

Kehidupan sosial yang bagaimana sehingga mengangkat derajat individu? Sebuah 
pertanyaan yang sederhana namun penuh makna. Kita dapat melihat baik secara 
mata kasar maupun mata hati, tentang orang-orang yang sukses bersosial. Karena 
setiap naluri manusia diciptakan sama sesuai dengan fitrahnya. Dasar keagungan 
yang diperoleh seseorang tentunya berasal dari sifat mulia yang dimilikinya. 
Kemuliaan individu ketika ia turun bersosial bisa menimbulkan kemuliaan sosial. 
Derajat individu akan tampak ke permukaan dengan wajah keindividuannya. Yang 
perlu kita pahami disini adalah karakter yang mulia itu. Wajah fisik seseorang 
bukanlah sebuah aspek pengagungan individu, dmikian juga dengan harta, 
kedudukan, dan keturunan. Tapi melihat karakter individulah kemuliaan itu 
tercermin. Menurut penelitian kontemporer mengenai orang-orang yang sukses 
dalam hidup, menemukan beberapa karakter mulia yang individu miliki. Antara 
lain jujur, amanah, visioner, pandai berkomunikasi, karismatik, dan lain 
sebagainya. Semua manusia di muka bumi ini pasti mengetahui sifat-sifat mulia 
tersebut. Dan sebagian besar manusia ingin memilikinya. 



Membentuk kepribadiaan 

Kepemilikan sifat mulia inilah yang menjadi tantangan besar bagi individu dalam 
mengaktualisasikannya dalam kehidupan sosial. Kenapa kehidupan sosial, karena 
kalau kehidupan individu sangat jelas bahwa setiap diri pasti menghendaki 
kebaikan dalam hidupnya. Namun ketika dibawa ke sosial harus mampu menjawab 
pertanyaan 'mampukah individu meberikan kebaikan terhadap individu lainnya? 
(kehidupan sosial). Kemampuan mengenali diri adalah modal utama kesuksesan 
dalam kehidupan sosial. Karena setiap diri lahir itu suci danbersih, hanya saja 
noda kehidupan yang mewarnai individu. Sifat mulia sudah tertanam dalam jiwa 
sejak kita lahir. Tugas kita adalah memunculkannya ke permukaan. 

Untuk memunculkannya ke permukaan perlunya usaha dan kesadaran dalam diri 
individu. Menurut Thariq Muhammad dan Faishal (2005:299) mengatakan bahwa ada 
10 langkah yang harus diperhatikan dalam membentuk kepribadian yang baik. 
Adapun 10 langkah tersebut adalah: Asas keyakinan dan akhlak, membangun akal 
dan kesadaran, manajemen diri, pengetahuan yang luas, seni membangun hubungan, 
pandai mempengaruhi, pandai membina orang lain, belajar keahlian manajemen, 
menghadirkan tokoh idola dalam hidup, berlatih dan terus berlatih. Jika 
kesepuluh langkah ini menjadi bagian hidup kita, maka kepribadian yang menjadi 
impian kita akan hadir. 

Khalil Gibran pernah mengatakan 'angin menyapa pohon perkasa maupun rumput yang 
lemah dengan cara yang sama'. Ketika individu turun ke masyarakat sosial perlu 
memahami filosofi diatas. Kehidupan sosial akan tegak dengan penegakan 
keadilan. Dasar keadilan adalah rasa cinta dan hormat akan hak individu dan 
kewajiban sosial. Pribadi agung tahu filosofis hidupnya. Setelah katrakter 
mulia terbentuk, tentunya akan diterapkan dalam kehidupan sosialnya. Kehidupan 
sosial akan harmoni dengan cinta dan penghormatan. Kesulitan atau tantangan 
jauh lebih berat lagi jika yang dilakukan adalah menciptakan kemuliaan sosial. 
Setiap diri ingin orang lain sepertinya, namun disisi yang lain tentunya ia 
tidak ingin orang lain sama dengannya atau lebih baik darinya. Dalam penegakkan 
kemuliaan sosial, tentunya banyak tantangan yang akan ditempuh. 



Tantangan yang dihadapi 

Tantangan terbesar adalah diri pribadi. Dengan seribu satu pertanyaan di kepala 
seseorang membuatnya harus berpikir ulang dalam melaksanakan sesuatu. Diri yang 
lemah dalam mengembangkan potensinya akan sirna digilas oleh dirinya. Momok 
menakutkan yang menghantuinya adalah dirinya sendiri. Namun hal ini dapat 
dilepaskan dengan membuka diri untuk menjadi yang terbaik dengan merasa diri 
penuh dengan potensi. Dan juga dengan menghilangkan rasa ketakutan yang 
sebenarnya adalah tidak ada sama sekali bagi manusia untuk merasa takut. Karena 
manusia diciptakan bukan menjadi seorang penakut. 

Tantangan sosial dalam membangun kemuliaan sosial adalah faktor eksternal yang 
sebenarnya tidak dominan mempengaruhi. Kenapa tidak dominan karena semuanya 
berasal dari dalam diri individu, jadi yang berasal dari luar adalah efek 
sampingan yang harus dikesampingkan. Contoh tantangan sosial adalah benturan 
kultur budaya, adat dan tradisi, keyakinan, dan sebagainya. Semua ini dapat 
diatasi dengan menegakkan keadilan, menjunjung nilai-nilai kemanusiaan, 
menegakkan hukum, menghargai hak individu dan kewajiban sosial. 



Bentuk kemuliaan Sosial 

Kemuliaan sosial dapat kita lihat dengan berbagai aspek kehidupan sosial. 
Dimana kehidupan tersebut berjalan secara seimbang, tanpa ada ketimpangan. 
Tidak ada istilah kesenjangan dan tidak pula ada ketidakadilan. Semuanya 
berjalan pada suatu muara ibarat air sungai yang mengalir ke laut. Terciptanya 
tatanan hidup dengan penuh kebahagiaan. Semuanya berjalan tanpa ada yang 
dirugikan dan yang merugikan. Kemuliaan sosial adalah cita-cita manusia. Selaku 
manusia yang selain individu juga sosial harus menciptakan itu. Namun kadang 
kala kita pula yang menghancurkannya. 

Kehancuran hanya akan terjadi jika diri itu menghendakinya. Maka jangan pernah 
merasa atau bahkan berniat untuk mengahancurkan kemuliaan sosial. Mulailah 
berbenah diri dengan segala kemampuan yang dimiliki. Ciptakan kemampuan sosial 
dengan hidup rukun dan ramah dengan individu lainnya. Hari esok pasti ada untuk 
kita yang membuka mata hari ini. Kemuliaan sosial tercipta kebahagiaan pun 
tiba. Segeralah meraihnya karena setiap apa yang kita lakukan semuanya kembali 
kepada diri kita. Individu agung lahir dari diri yang menegakkan kemuliaan 
sosial. 


Khazanah 

Ketika dalam perjalanan menuju sebuah kota kecil di pinggiran negara. Negara 
mana tidak dikenal pasti namun bisa dirasakan keberadaannya. Disimpang empat 
tengah Kota lampu merah menyala, kendaraan terhenti seketika.Mulai dari kijang 
mewah hingga sepeda tua. Dari pinggir jalan tampak sekelompok orang dengan 
wajah dan rambut tidak terurus, pakaian seadanya, muka tampak sedih, dan tidak 
ketinggalan si kecil yang digendong. Mereka pun memulai langkah menuju mobil 
mewah sambil menyodorkan mangkuk kecil. Mereka minta belas kasihan dari 
orang-orang yang punya hati nurani. Sedikit rezeki yang ingin mereka ambil dari 
yang dititipi rezeki lebih baik. Seorang anak kecil berkata pada seorang 
pengendara mobil "Pak...Pak....! sambil menyodorkan tangan. Namun tak satupun 
pemilik kijang mengulurkan sesuatu yang berarti kepada mereka. 

Biasalah kehidupan Kota, hidup untuk diri sendiri. Tanpak wajah layu tanda asa 
yang terabaikan. Namun, memang nurani adalah kemuliaan, tampak dari pinggir 
jalan seorang kakek dengan sepeda tuanya merangkul isi kantong bajunya. Dengan 
perlahan dan lembut memanggil seorang anak jalanan dan menyapanya. "Anak yang 
baik... ini untukmu!" Sambil tersenyum manis. Anak itu pun mengucapkan "terima 
kasih, Kek..!!!" lampu hijau pun menyala dan semua pengendara pun berlalu. 

Ada makna yang disampaikan dari penggalan cerita diatas. Karena setiap detik 
kehidupan pasti ada cerita. Dan di setiap cerita tersimpan hikmah. Dan setiap 
hikmah adalah ilmu dan pelajaran. Maka ambillah hikmah di sebalik mutiara 
cerita. ** 



* Penulis adalah Ketua DPM FE Untan, Staf KP KAMMI Komsat Untan 

Kirim email ke