Rizki Dalam Keluarga

By; agussyafii

Salah satu problem yang sering terjadi dalam keluarga adalah rizki. suami 
bekerja dan istri dirumah biasa tidak menjadi masalah namun jika istri bekerja 
sementara suami dirumah menjaga anak masalah menjadi bermunculan. Seemestinya 
masalah itu tidak muncul jika masing-masing pihak memahami bahwa rizki itu 
adalah rizki bersama  sekeluarga. bukan rizki istri semata atau rizki suami 
semata.

Sebenarnya Alloh SWT telah menjamin rizki hambanya, bahkan jika seseorang ingin 
menikah tetapi ekonominya masih berat, kata al Qur’an nikah saja, Allah yang 
menjamin rizkinya (in yakunu fuqara yughnihimullah Q/an Nur:32). Banyak 
pasangan ketika baru nikah belum memiliki harta apa-apa, tetapi kemudian mereka 
hidup berkecukupan. Sebaliknya ada yang ketika menikah sengaja mencari pasangan
 atau mertua  orang kaya, ternyata tak terlalu lama sudah jatuh menjadi orang 
miskin. Ada yang semula suami lancar sebagai pencari nafkah, tetapi kemudian 
jatuh sakit berkepanjangan sehingga tak lagi produktif, kemudian sumber rizki 
berpindah melalui isteri.

Persoalan saluran rizki bisa menjadi problem ketika orang  memandang bahwa 
rizki itu hanya rizkinya, bukan rizki keluarga. Suami yang sukses kemudian 
menjadi GR (gede rumongso-bahasa Jawa, maksudnya merasa dirinya sangat penting) 
memandang rendah isterinya yang cuma nyadong. Ketika saluran rizki pindah lewat 
isteri, sang isteri juga kemudian menjadi GR, memandang sebelah mata suami. 
Inilah yang sering menjadi kerikil tajam, meski rizki melimpah, padahal 
sebenarnya rizki itu adalah rizki bersama sekeluarga.



Wassalam,
agussyafii

--

Tulisan ini dibuat dalam rangka kampanye kegiatan "Untukmu Ananda." Pada 
tanggal 14 Februari 2009. selanjutnya silahkan
 kirimkan dukungan dan kepedulian anda kepada "Untukmu Ananda" di 087 8777 12 
431 atau di http://agussyafii.blogspot.com




      

Kirim email ke