http://www.tempointeraktif.com/hg/fokus/2009/06/07/fks,20090607-653,id.html

PKS Akui Ada Bagi-bagi Kursi Menteri 
 
Minggu, 07 Juni 2009 | 15:04 WIB

TEMPO Interaktif, Surabaya: Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul 
Sembiring mengakui adanya kesepakatan bagi-bagi kursi menteri dalam koalisi 
mendukung pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.  "Koalisi di mana pun 
pasti ada power sharing," kata dia usai menghadiri deklarasi PKS untuk 
pemenangan SBY-Boediono di Juanda Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (7/6).

Tifatul  enggan menyebutkan pos kementerian yang diinginkan partainya. 
Pembagian kursi, menurut dia, tidak layak dibicarakan secara terbuka di depan 
publik. Hanya saja, dia menegaskan pembagian kekuasan ini dilakukan secara 
proporsional sesuai dengan kekuatan pendukung koalisi.
"Ibaratnya kita ramai-ramai mendorong mobil, masak setelah mobil berjalan terus 
cukup bilang good bye," kata dia.

Salah satu alasan PKS bersedia berkoalisi mendukung pasangan SBY-Boediono, kata 
dia, karena Partai Demokrat adalah partai reformis. PKS tidak ingin berkoalisi 
dengan partai yang mengakomodir nilai buruk masa lalu.

Selain itu, kata Tifatul, Partai Demokrat dinilai cukup akomodatif dengan 
platform PKS yang ditawarkan dalam kontrak politik.  Tifatul yakin jumlah 
dukungan suara terhadap SBY-Boediono akan lebih besar dari perolehan suara yang 
dikumpulkan seluruh partai koalisi pendukung. 

Berdasarkan penelitian sebuah lembaga survei, disebutkan sebagian pemilih 
Partai Golkar dan PDI  Perjuangan pada pemilihan legislatif lalu menyatakan 
lebih pas memilih SBY sebagai presiden. "Ini bisa menjadi tambahan suara," kata 
dia.

PKS  mentargetkan dukungan untuk pasangan SBY-Boediono minimal tetap sama 
sesuai dengan perolehan suara yang didapat pada pemilihan legislatif lalu.  
Ketua Dewan Pengurus Wilayah PKS Jawa Timur Ja'far Tri Kuswahyono mengatakan 
pada pemilihan legislatif partai yang berbasis umat Islam ini  memperoleh 
dukungan 853 ribu suara untuk seluruh Jawa Timur. "Minimal tetap, tapi kalau 
bisa bertambah," kata dia. 


Kirim email ke