Refleksi : Bagaimana kalau kepastian target tidak dircapai?
Jawa Pos [ Minggu, 28 Juni 2009 ] Mega-Pro Pastikan Targetkan 55 Persen Suara di Bali DENPASAR - Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto (Mega-Pro) melanjutkan kampanye di Bali kemarin (27/6). Capres-cawapres yang diusung PDIP-Partai Gerindra itu mengadakan kampanye di lapangan Kapten Japa Padanggalak, Denpasar. Kedatangan Mega-Pro itu memerahkan lokasi kampanye. Simpatisan beratribut PDIP sudah berkumpul di lapangan Kapten Japa sekitar pukul 15.00. Sebagai pembuka, dilantunkan lagu Apa Kabar Indonesia yang dinyanyikan penciptanya sendiri, Rai Peni. Suasana kampanye yang semula tertib menjadi hiruk-pikuk saat Prabowo memelesetkan jargon ''lanjutkan" yang selama ini menjadi ikon Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono. Setiap kali Prabowo meneriakkan kata ''lanjutkan", ribuan simpatisan spontan menyambut dengan dua kata ''penderitaan rakyat". ''Apakah benar sekolah gratis, tidak ada korupsi?" tanya Prabowo. Massa pun menjawab, ''Bohong...tidak benar." Jawaban itu dibalas Prabowo,'' Kalau benar sudah gratis, rakyat sudah makmur, baru boleh dilanjutkan.'' Massa pun bertepuk tangan. Dalam orasinya, Prabowo juga menjanjikan sumbangan Rp 1 miliar kepada setiap desa per tahun. Setelah Prabowo berorasi, giliran Mega tampil di podium kampanye. Ketua umum PDIP itu tidak sesemangat Prabowo. Mega hanya mengatakan, kewenangan KPK hendaknya tidak dikebiri. Selain itu, Mega mengampanyekan sikap politik PDIP yang sejak awal menolak UU Pornografi. ''Ibu (Mega) tahu Bali sangat dirugikan UU tersebut. Sehingga saat penolakan saudara di Bali, ibu ikut mengawalnya. Dengan gagah kami menolak UU tersebut diberlakukan setelah ditetapkan," cetus Mega. Ikut menjadi jurkam adalah Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Sebelum berorasi, gubernur yang diusung PDIP itu mengeluarkan permen karet dari mulutnya yang selanjutnya disimpan di saku celana. Pastika berharap, kemenangannya dalam pilgub Bali yang meraup suara 55 persen bisa terulang untuk Mega-Pro. (art/jpnn/agm)
