http://www.antaranews.com/berita/1248543620/baasyir-sebut-abdurahman-assegaf-preman

Baasyir Sebut Abdurahman Assegaf Preman

Minggu, 26 Juli 2009 00:40 WIB | Peristiwa | Politik/Hankam | 
Semarang (ANTARA News) - Ustad Abu Bakar Baasyir menyebut Ketua Umum Gerakan 
Umat Islam Indonesia (GUII), Abdurrahman Assegaf, sebagai preman terkait 
pernyataannya bahwa pelaku pemboman di Jakarta adalah alumnus Pondok Pesantren 
Ngruki, Sukoharjo, Jateng.

"Abdurrahman Assegaf itu bukan habib, dia itu preman. Semua habib sudah bilang 
kepada saya kalau dia bukan seorang habib," kata Baasyir usai mengisi pengajian 
di Masjid Al Ikhlas di Semarang, Sabtu malam.

Selain menyebut Abdurrahman Assegaf sebagai preman, Baasyir juga mengatkan 
bahwa yang bersangkutan diduga seorang informan yang diperalat oleh polisi.

"Berdasarkan informasi yang saya terima, dia itu (Abdurrahman Assegaf, red) 
juga diduga sebagai informan yang diperalat oleh polisi," kata dia.

Mengenai hasil test doxyribonucleic acid (DNA) keluarga Nur Sahid dan Ibrahim 
yang tidak cocok dengan dua mayat di lokasi pengeboman, Baasyir mengatakan hal 
itu wajar.

"Yang namanya orang keliru itu wajar, asal yang penting dia itu jujur. Keliru 
tidak bisa kita salahkan," katanya.

Ketika ditanya mengenai peledakan bom di Hotel JW Marriot dan Hotel Ritz 
Carlton di Kawasan Mega kuningan Jakarta beberapa yang lalu, Baasyir mengatakan 
aksi itu jihad atau teroris tergantung tujuannya.

"Kalau memang yang melakukan peledakan bom itu bertujuan untuk membela Islam 
dan kaum muslimin, itu jelas jihad. Hanya mungkin caranya saja yang perlu 
dipersoalkan dan keliru," ujarnya.

Dia menambahkan, di kalangan pemuda Islam tidak ada yang namanya teroris. "Yang 
teroris itu adalah negara Amerika Serikat," katanya.

Dia juga mengaku sama sekali tidak mengenal Maruto (25), yang disebut-sebut 
sebagai orang yang pernah merawat buronan polisi, Noordin M Top, selama dalam 
pelarian.
(*)

Kirim email ke