Kekuasaan tanpa Rakyat

Kesepian bukanlah berarti tanpa arti kehidupan

pernahkah kau dalam hidupmu berpikir untuk dirimu sendiri?

sungguh disayangkan, kau punya kebebasan

tapi kebebasanmu bukan kupunya
kebutuhanmu bukan pula menjadi kebutuhanku
padahal cinta-kasih antar sesama 'tlah menjadi budaya kita
dan rupanya bukan lagi cerita baru seperti dulu

Karena hidup ini sudah tahu maunya apa
maka setiap kewajiban tak diperlukan lagi
tiada lagi rasa bersalah 'tuk kehidupan mendatang
bilamana semua kebutuhannya 'tlah terpenuhi 
lalu, bagaimana nasib hidup generasi mendatang?
padahal orang tuamu selalu siap-siaga menolongmu
dan generasimu akan mengemban tanggung jawabnya

Karena pemerintahannya boros korupsi
bagaikan uang diatas meja langsung ditilep
seperti pencuri di tengah hari bolong
meninggalkan tapak sepatu tua diatas meja
dan mobil baru bermuatan tumpukan uang ikut ketilep
dijadikan laporan tahunan uang negara
lalu, siapa yang menjadi korban korupsi?

Derita kaum miskin-melarat menghias taman labirin istana negara
kepada siapa kita harus
 menceritakannya?
kesaksian rakyatmu nyatanya dianggap bohong
golongan menengahpun sibuk mengejar keuntungan dirinya
 dan kekuasaan negara lejitim tanpa rakyat
karena keadilan sosial dianggap cerita lama


Rakyat telah kehilangan hak-hak demokrasinya
wakil rakyat nyatanya haus kekuasaan dan uang
dan parlemen dijadikan anjang permainan kekuasaan
antar pemerintah dan oposisi dijadikan pula anjang rebutan rezeki
sayangnya, setiap ada pemilu hanyalah menambah rasa pilu yang ngilu
proses demokratisasi rupanya hanya impian belaka

lalu, kapan rakyat bangkit menuntut revolusi? 

Amsterdam, 10 Oktober 2009

La Luta Continua!


Information about KUDETA 65/ Coup d'etat '65, click: http://www.progind.net/   
http://sastrapembebasan.wordpress.com/
 


      

Kirim email ke