Hello Everyone again,

Banyaknya kerusuhan2x yang terjadi di mana2x, penculikan2x, dan pembunuhan2x dalam 
segala bentuk, baik itu terhadap rakyat2x maupun mahasiswa2x, dan persoalan2x ekonomi 
yang hingga kini tak kunjung terselesaikan, merupakan bukti bahwa BJ Habibie mutlak 
"TIDAK" layak lagi dicalonkan sebagai presiden RI mendatang.

Sosok pemimpin seperti Habibie tidak bisa menjadi presiden RI mendatang. "Semua tahu, 
kalau beliau tidak disukai sejak dulu. Apalagi Habibie itu 'kan pemimpin pro status 
quo yang ingin terus bertahan. Kalau status quo menang lagi dibawah pemerintahan 
Habibie, itu 'kan artinya sama saja seperti memakai pola politik Pemilu ala rezim 
Soeharto".

Kalau ada yang memilih Habibie sebagai calon presiden RI mendatang, mereka adalah 
kelompok status quo yang partainya "PENUH" dengan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme 
(KKN), serta suka menghamburkan uang saat kampanye.

Tindakan2x yang harus kita (semua rakyat bangsa Indonesia yang berada di seluruh 
penjuru dunia) lakukan adalah memperteguh keyakinan tentang pentingnya kerja sama 
antar partai reformis untuk menjegal pro-status quo.

Semakin kita semua bersatu dalam wadah dan tujuan ("FULL REFORMASI dan DEMOKRASI") 
yang sama demi negara kita tercinta Indonesia, semakin kuat dan utuh untuk mengalahkan 
segala macam bentuk2x perpecahan dan system2x pemerintahan yang menganut KKN. 

Maka dari itu, kita pun harus juga menegakkan �HUKUM dan KEADILAN� demi tercapainya 
hidup bangsa Indonesia yang terbaik dan sejahtera. Adili semua orang2x (dimana saja 
mereka berada) yang terlibat dalam kasus2x KKN.

Berikut adalah nama2x yang terlibat dalam kasus2x KKN: 
1. Soeharto dan saudara2xnya serta keluarga dan cicit2xnya
2. Habibie dan saudara2xnya serta keluarga dan cucu2xnya
3. Jend. Wiranto dan saudara2xnya serta keluarga dan cucu2xnya
4. Prajogo Pangestu dan saudara2xnya serta keluarga dan cucu2xnya
5. Probo Sutedjo dan saudara2xnya serta keluarga dan cucu2xnya
6. Ibnu Soetowo dan saudara2xnya serta keluarga dan cucu2xnya
7. Bob Hasan dan saudara2xnya serta keluarga dan cucu2xnya
8. Aburizal Bakrie dan saudara2xnya serta keluarga dan cucu2xnya
9. Ir. Ciputra dan saudara2xnya serta keluarga dan cucu2xnya
10. Liem Seoa Liong (Soedono Salim) dan saudara2xnya serta keluarga dan cucu2xnya
11. Ginandjar Kartasasmita dan saudara2xnya serta keluarga dan cucu2xnya
12. Soedomo dan saudara2xnya serta keluarga dan cucu2xnya
13. Boestanil Arifin dan saudara2xnya serta keluarga dan cucu2xnya
14. Henry Pribadi dan saudara2xnya serta keluarga dan cucu2xnya
15. Samsul Noersalim dan saudara2xnya serta keluarga dan cucu2xnya
16. Eka Tjipta Widjaya dan saudara2xnya serta keluarga dan cucu2xnya
17. Ibnu Hartomo dan saudara2xnya serta keluarga dan cucu2xnya
18. Ibrahim Risjad dan saudara2xnya serta keluarga dan cucu2xnya
19. Sofyan Wanandi dan saudara2xnya serta keluarga dan cucu2xnya
20. Akbar Tandjung dan saudara2xnya serta keluarga dan cucu2xnya
21. Feisal Tandjung dan saudara2xnya serta keluarga dan cucu2xnya
22. Harmoko dan saudara2xnya serta keluarga dan cucu2xnya
23. Titiek Puspa serta keluarga dan cucu2xnya (teringat menyanyikan lagu: "Soeharto 
Bapak Pembangunan")
24. Tommy Winata dan saudara2xnya serta keluarga dan cucu2xnya
25. Ali Moertopo (Alm.) dan saudara2xnya serta keluarga dan cucu2xnya
26. Ibrahim Hasan dan saudara2xnya serta keluarga dan cucu2xnya
27. Mario Carrascalao dan saudara2xnya serta keluarga dan cucu2xnya
28. Benny Moerdani dan saudara2xnya serta keluarga dan cucu2xnya
29. Robby Soemampo dan saudara2xnya serta keluarga dan cucu2xnya
30. Eddy Tansil dan saudara2xnya serta keluarga dan cucu2xnya
31. Peter Gontha dan saudara2xnya serta keluarga dan cucu2xnya
32. Tinton Soeprapto dan saudara2xnya serta keluarga dan cucu2xnya
33. Alamsyah Ratu Perwira Negara (Alm.) dan saudara2xnya serta keluarga dan cucu2xnya
34. Prabowo Soebianto dan saudara2xnya serta keluarga dan cucu2xnya
35. Hashim Djojo Hadikusumo dan saudara2xnya serta keluarga dan cucu2xnya
36. Jend. Soemitro (Alm.) dan saudara2xnya serta keluarga dan cucu2xnya
37. Akhmad Tirto Sudiro dan saudara2xnya serta keluarga dan cucu2xnya
38. A. A. Baramuli dan saudara2xnya serta keluarga dan cucu2xnya
39. Fuad Bawazier dan saudara2xnya serta keluarga
40. Tungki Ariwibowo dan saudara2xnya serta keluarga dan cucu2xnya
41. Ir. Hartarto dan saudara2xnya serta keluarga dan cucu2xnya
42. Moerdiono dan saudara2xnya serta keluarga dan cucu2xnya
43. R. Hartono dan saudara2xnya serta keluarga dan cucu2xnya
dan masih banyak lagi.

Berdasarkan nama2x yang sudah disebutkan diatas, dilihat dari tindak-tanduk dan rekor 
mereka masing2x, sudah cukup buat rakyat Indonesia untuk membuat "PRESSURE GROUP" ke 
pengadilan yang mudah2xan dapat dibentuk sesuai dengan kehendak rakyat dan konstitusi 
asli bangsa Indonesia. Pressure group ini nantinya yang akan bersaksi dan membuktikan 
bahwa mereka memang melakukan praktek KKN selama pemerintahan rezim Soeharto.

Disini perlu diingatkan berkali-kali, contoh dari kenapa TNI/ABRI khususnya Angkatan 
Darat telah menjadi semacam alat kekuasaan, contohnya bahwa terdapat beberapa 
yayasan2x seperti �KARTIKA EKA PAKSI� yang ternyata disalahgunakan untuk kepentingan 
individual2x ditubuh Angkatan Darat seperti praktek bisnis yang ternyata memonopoli 
berbagai usaha2x dagang hanya untuk kepentingan Jendral2x AD.

Contoh kedua yaitu �KOBAME� (Korps Baret Merah, pimpinan Prabowo) dimana ternyata 
yayasan itu mendanai paramiliterisme yang ternyata adalah para provokator ulung 
seperti grup2x pencak silat �SMI�, grup fanatik seperti �KISDI�, dan lain2x. Mereka 
inilah yang ternyata ketakutan dan pada akhirnya sudah salah kaprah besar dikarenakan 
memang mereka ternyata mengakui dosa2x mereka. 

Ingatkah bahwa sebelum SU MPR akhir rezim Soeharto, beberapa kawan-kawan kita seperti 
Dedi Hamdun, Feizol Reza, Pius Lustrilanang mengarak satu poster yang berbunyi lembut 
bahwa "Presiden baru badai pasti berlalu" dimana itu mengkritik pidato Soeharto yang 
mengatakan bahwa "Badai krismon pasti berlalu". Ternyata sebagian dari aktivis2x 
pejuang reformasi tersebut diculik, disiksa, dan dibunuh. Inilah bukti kejahatan 
mereka yang "ZALIM". 

Sebenarnya masih banyak lagi darah2x berlumuran, bukan hanya dari para pejuang2x  
aktivis reformasi tersebut,  bahkan juga dari rakyat2x kecil pun yang sebenarnya sudah 
susah untuk menyambung hidup mereka yang layak terkena juga, contohnya yaitu di 
Banyuwangi, Ambon, Sambas, Aceh, Timor-timur, Irian Jaya, Ciamis, Jakarta, Bandung, 
dan lain2x.

Perjuangan ini susah Kawan, dan resikonya besar, �TAPI� tidak lagi menghalangi 
gerakan2x radikal rakyat Indonesia. Mudah2xan juga gerakan2x radikal reformasi ini 
didukung oleh rakyat banyak untuk melakukan perlawanan �FRONTAL� terhadap rezim 
Soeharto dan Habibie. Semoga ridha Tuhan YME menyertai kita. Amin.

Perlu diingatkan lagi, bahwa sebenarnya kesejahteraan itu wajar dan perlu dicari oleh 
setiap hamba Tuhan, tapi ternyata kewajaran itu sudah tidak ada lagi buat mereka, 
karena mereka �bermimpi� ingin mempunyai �dinasti� yang tidak peduli dengan kebutuhan 
rakyat banyak. Akibatnya, mereka telah melupakan diri mereka sendiri bahwa mereka 
hidup di dunia dengan hamba Tuhan lainnya.

Bagi mereka yang dendam, "Harap jangan salah kaprah", karena "KEADILAN" harus 
ditegakkan. No matter what you are going to say. Indonesians deserve "JUSTICE". 
Blood for Blood.

Well, Reformists are always united all the time and things would never be the same 
again as results of those two regimes.

BUBARKAN ANGKATAN DARAT DAN ADILI SOEHARTO
BESERTA KRONI2xNYA.



Peace out,
Radical Reformists.

-----------------------------------------------
FREE! The World's Best Email Address @email.com
Reserve your name now at http://www.email.com

Kirim email ke