Original Sender : Ryo Saeba <[EMAIL PROTECTED]>
---------------------------------


http://www.mediaindo.co.id/publik/1999/07/29/SEC07.html

'OS' Andal tak Selalu Populer
SUPLEMEN


---------------------------------------------------------------------------- 
----

BERKELEY Software Design (BSD) memang tak se-ngetop Microsoft atau Linux. 
Tapi tengoklah situs terkenal Yahoo, UUNet, Mindspring atau Compuserve, 
keandalannya tidak terlepas dari andil BSD. Sekira 70% internet service 
provider (ISP) memakai BSD.

Selain itu, situs download seperti Walnut Creek CDROM, CD-ROM FTP, yang 
'melayani' data lebih dari 1 terabyte untuk pengunjung setiap harinya, 
termasuk pengguna tradisional BSD. Bahkan Hotmail, layanan email gratis 
dari raksasa perangkat lunak Microsoft, saat pertama kali diperkenalkan ke 
publik ternyata menggunakan BSD.

Bila Microsoft terkesan 'menutupi' penggunaan BSD di masa lalu, lain lagi 
dengan Apple. Pada Juni lalu, ia mengumumkan akan segera mengeluarkan 
operating system (OS) berbasis BSD. Anehnya, kepopuleran perusahaan 
komputer itu tak membuat nama BSD melejit. Popularitas dan jumlah 
penggunanya masih jauh di bawah Linux. Sekira sepersepuluhnya.

OS BSD sendiri telah diperkenalkan sejak 1970 di University of California, 
Berkeley. Jauh sebelum Linus Trorvalds, si pengembang Linux belajar 
komputer. Padahal keduanya sama-sama merupakan OS gratis. Tapi lompatan BSD 
mendapat banyak sandungan hukum. Contoh, tahun 1993, AT&T memperkarakannya. 
Ia dituduh melanggar hak cipta terhadap penggunaan Unix.

Pada saat yang sama Torvalds mendapat sokongan dari berbagai penjuru. 
Bantuan utama datang dari para mahasiswa ilmu komputer yang antusias 
menyongsong ledakan informasi. Selain kondisi itu, ada faktor lain yang 
membuat popularitas BSD kalah jauh dibanding Linux. Yakni upaya Linux yang 
mengkreasi OS-nya sedemikian userfriendly. Sementara BSD justru memfokuskan 
pada server sehingga pasar retail bukan menjadi fokus utama.

Meski tak menonjol, BSD memiliki pendukung fanatik. Wes Peter, salah 
satunya. Menurut Peter, seperti dikutip MSBC edisi akhir pekan, jika tak 
digugat AT&T, BSD akan lebih ngetop ketimbang Linux. Sekadar bukti, tahun 
1991, sekira seratus programmer Usenet membuat lompatan besar dengan BSD. 
Sedangkan kemenangan Linux, tambah Peter, karena momentumnya yang tepat.

Uniknya, para pengguna BSD dan Linux memiliki karakterisasi yang berbeda. 
Ciri ini terkesan ada pembagian kelas. Pengguna BSD umumnya memiliki 
kemampuan ilmu komputer, posisi manajemen kuat dan berpengalaman lebih dari 
10 tahun di bidangnya. Sebaliknya, pengguna Linux adalah para hacker muda 
yang banyak memiliki waktu luang.

Awal Juni lalu kefanatikan pengguna BSD terlihat pada pameran dagang DEF 
CON di Las Vegas. Pameran yang sebetulnya bertujuan menghimpun beragam ide 
terbaik dan cemerlang dari industri komputer ini menjadi ajang cemoohan 
pada Linux. Si penghujat, tentu, para intelektual BSD.

Ketegangan bertambah parah ketika hanya CD-ROM keluaran BSD yang 
dipertontonkan, sedang Linux tak mampu menunjukkannya. Fenomena itu tidak 
sedikit menimbulkan pertanyaan. Banyak yang mempertanyakan apakah karena 
Linux telah telanjur menjadi mainstream, sehingga kehilangan daya tariknya 
di kalangan "Ubergeeks"?

Berbagai varian

BSD adalah OS yang cukup matang dan memiliki empat varian berbeda ketika 
Linus Torvalds menulis baris pertama kode Linux. BSD juga termasuk 
'keturunan' langsung dari OS Unix dan bekerja sama dengan Sun Microsystem. 
Perusahaan yang didirikan Bill Joy, lulusan Berkeley, untuk menciptakan 
versi gratis pertama Unix. Kelompok Berkeley itu terus melengkapi, sampai 
tercipta 386BSD untuk memperbarui Unix. Sehingga Unix dapat dipakai pada PC 
berprosesor Intel.

Namun kekompakan Berkeley tak berlangsung lama. Beberapa saat setelah 
universitas menghentikan kucuran dana, kelompok BSD pecah menjadi empat. 
Masing-masing memiliki tujuan yang berbeda.

Kelompok pertama, NetBSD, memfokuskan diri pada penciptaan OS yang 
menjalankan beberapa perangkat lunak seperti PC, Mac, HP server, Atari, dan 
sebagainya. Kelompok kedua adalah FreeBSD. Memfokuskan BSD untuk chip 
Intel. Sedangkan kelompok ketiga OpenBSD, berfokus pada audit keamanan 
baris demi baris kode BSD. Salah satu hasilnya, hingga kini OpenBSD dikenal 
luas sebagai OS teraman. Kelompok keempat, BSDi, Red hat dari BSD, yang 
lebih fokus pada masalah komersial.

Sebenarnya, perpecahan ini diharapkan memberi nilai positif. Nyatanya, 
meski BSD mendominasi pasar ISP dan memiliki daya tarik kuat sebagai produk 
server, tetap saja kurang populer. Termasuk di percaturan internet. Para 
vendor PC seperti Dell, nyatanya, masih tetap menjual laptop dan PC dengan 
Linux. .FR/Ess/S-1


I want to live for love,
not to die for love - CiTyHuNTeR
----------------------------------------------------------------
Compu-Mania MailingList is provided by PT Centrin Utama
Maintained by   : [EMAIL PROTECTED]
To Post a msg   : Send mail to [EMAIL PROTECTED]
To Unsubscribe  : Mail to [EMAIL PROTECTED]
BODY : unsubscribe Compu-Mania
For more information, send mail to [EMAIL PROTECTED]
with "HELP" in the BODY of your mail (without quote).
----------------------------------------------------------------

Kirim email ke