From: "Sir Gawaine of Orkney" <[EMAIL PROTECTED]>
From: Henda <[EMAIL PROTECTED]>
> Saya setuju banget dengan anda, kalau mau salahin antara yang jual dan
> yang beli, jelas aku salahin yang beli. Salah sendiri mau beli barang itu,
> kan ada kode etik perdagangan walaupun nggak tertulis..."barang yang sudah
> dibeli tidak boleh dikembalikan". Kalau ada yang komplain gara2 merasa
> ditipu itu namanya "bego" kecuali kalau komplain gara barang yang dibeli
> rusak, kan ada garansi. Kenapa nggak dari semula tanya kejelasan dari
> barang yg dibeli.
Tidak semudah itu, walaupun anda setuju dengan statement saya....
Justru saya yang sekarang jadi nggak setuju dengan statement anda.. :)
Tidak pada tempatnya penjual membodohi konsumen yang membeli.
Kalo kasus Celeron 450 ini, andai dia emang betul "tidak tahu juga" seperti yang saya
bilang,
mungkin masih bisa dimaafkan, tergantung yang beli.
Tapi kalo dia tau dan dia memang menjual dan sengaja menipu konsumen, selain toko itu
salah, juga bodoh.
Mungkin dia untung besar pada saat itu, tapi begitu ketauan seperti sekarang, dia
bakal rugi besar.
Siapa yang percaya lagi sama dia?
Dan anda berbicara kode etik, ada juga koq kode etik -yang tentunya tidak tertulis-
bahwa menipu itu tidaklah benar........
"To serve God, King and Country!"
Sir Gawaine of Orkney
[EMAIL PROTECTED]
--
Compu-Mania MailingList, provided by PT Centrin Utama
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED], body: unsubscribe Compu-Mania
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
Info: [EMAIL PROTECTED], body: help