From: "FYW" <[EMAIL PROTECTED]>




From: Dedhi Sujatmiko <[EMAIL PROTECTED]>

>Ini kudunya dibedakan pembicaraannya antar pengunaan high-end dengan
gamers.
>Rata rata card highend sekarang itu punya kelebihan S/N ratio dan stability
>yang sangat bagus. sedangkan card gamers rata rata mengejar ke kemampuan
>computing power untuk 3D enginenya.
Masalahnya ada di POV nih....
Gua selalu membedakan antara komputer multi fungsi di rumah dengan komputer
untuk kerja doang. Sedari awal gua udah nanya apa kompie ini buat kerja,
belajar?
Maksudnya kalau buat kerja buatlah dengan basis untuk kerja jadi misalnya
nggak
perlu terlalu ngotot ngejar card yang ada kacamatanya mending cari card yang
bisa dual monitor karena kalau kerja kadang kan satu untuk tool satu untuk
preview.
kalau untuk belajar artinya ya nggak usah ngotot beli card yang mahal gua
aja kalau
ngajar card yg dipake cuma S3 savage meski materinya masuk ke 3dsmax.
dengan sendirinya pelajaran nggak diarahkan menghasilkan kualitas animasi
sekelas toy story. Belajar dan kerja pun ada kelas2nya untuk kasus CAD yg
cuma bikin gambar kerja ya ngapain pake card mahal2. Gua udah tekankan
itu dan gua kembali menekankan kata prof untuk card2 yg memang ditujukan
untuk prof dan menuntut hasil kerja yang prof. Di perusahaan yg R&D nya
melibatkan
visual computing tentu nggak make komputer biasa2 aja tapi pake visual
workstation.
Tentunya nggak relevan kalo card2 dengan tujuan berbeda di banding-bandingin
satu-satu, hanya karena chipnya lebih powerfull, kan parameter card juga
banyak sebanyak perbedaan antara processor RISC yang lebih lambat dengan
processor CISC yang biasanya lebih cepat dari segi Mhz padahal kalau diukur
kinerjanya kadang sama atau yg satu ada yg lebih cepat.
Beberapa teman2 yg  bergerak di bidang multimedia dan web di sini,
rata2 termasuk animator kelas gurem karena sering menjadi below the line
dari post
effect studio, advertising agency, production house, dsb. Untuk itu kita
benar2
membangun komputer untuk keperluan kerja rata2 dengan komponen 'prof'
kelas entry level, karena hasil yang diminta harus menuhin standar
broadcast.
Kayak Oxygen VX1 itu card termurah di kelasnya karena 3dlabs
punya card yg lebih mahal, atau matrox rt dipakai karena lebih murah dari
matrox
digi suite. Menurut kita card2 tersebut dari awal nggak di rancang untuk
maen
game tapi untuk kerja, kalau rendering kerjaan, ya kita nggak ngejar harus
60, 50 fps
di resolusi sekian tapi ikut standar broadcast dan setiap frame harus
ter-render
dengan baik nggak ada tear-off, prespective error, dsb. Kadang kerjaan itu
juga
kita bawa lagi ke kantor untuk di render pake workstation SGI, di edit pake
editing
machine dsb yang bener2 high end untuk ukuran Indonesia ya.
Di game yg diutamakan kan  fluid animation, pre set effect, dsb jadi kalau
ada
1-2 frame tear-off, error nggak gitu ngaruh. Driver juga jadi pertimbangan,
card2 untuk
maen game rata2 cuma ikut standar umum seperti direct3d, opengl dan bukan
dibuat
khusus untuk aplikasi tertentu misalnya 3dsmax, softimage, dsb jadi itu juga
alasan kita
pake card2 di atas. Nvidia biasa aja  memiliki GPU paling cepat sekarang ini
tapi kalau
tidak dianggap standar oleh industri animasi ya secepat apapun dia nggak
akan dipakai
oleh para animator. Sebaliknya glint biar udah lama tetep aja masih dipakai
karena jadi
standar. Developer game biasanya membuat dua macam animasi satu lowpolygon
res
animation ini untuk in-game animation dan highpolygon res animation ini
untuk opening
sequence, atau adegan pembuka, yang lebih halus. Di in game animation
animasinya
dibuat dalam basis scalable artinya kalau hardware komputer pemain
mengijinkan,
polygonnya di perbanyak agar animasinya lebih halus framenya diperbanyak
juga.
In game animation yg interaktif di banding  animasi pembuka yang cuma
playback
biasanya kalah dari segi kualitas karena animasi pembuka hanya berupa
animasi
2d atau hasil render sementara in game lebih seperti objek 3d yang
dimanipulasi
di aplikasi 3d. Tentu seiring waktu dan perkembangan hardware, engine,
driver
dan segala hal perbedaan ke duanya menipis dan kabur bisa aja di masa depan
animasi game dan film sudah nggak ada bedanya. Nah developer game bisa aja
make
card untuk maen game karena memang hanya mengejar kualitas yang rata2 bisa
disajikan
di komputer pemain atau dia ingin mentes sampai mana animasi gamenya bisa di
tampilkan
sementara pembuat animasi untuk film, iklan, mengejar kualitas tertinggi
sehingga mata pemirsa
puas dikibulin  umpamanya dalam kasus film kita tidak bisa lagi membedakan
antara benda asli
dengan benda hasil render komputer gitu....mudah2an jelas nih POVnya dan
tetep CMIIW lho.
Dan harus diingat jangan terpengaruh dari pers release situs itu mah
marketing
hype tapi cek di lapangan dan tanya tetangga sebelah.



--
Compu-Mania MailingList, provided by PT Centrin Online Tbk
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED], body: unsubscribe Compu-Mania
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
Info: [EMAIL PROTECTED], body: help

Kirim email ke