From: Hadi Wijaja <[EMAIL PROTECTED]>

Dear Liams,

Thursday, February 15, 2001, 3:12:23 PM, you wrote:

Liams> E  : fsb 100 MHz, l2 cache 256 on die, 0,18 micron
Liams> EB : fsb 133 MHz, l2 cache 256 on die, 0,18 micron
Liams> hm... menurut hasil benchmark dan majalah computer dimana2 menuliskan
Liams> kalo hasil overclock selalu lebih tinggi sedikit daripada yg memang
Liams> memiliki frekuensi demikian. misalnya 550E@733 kalo dibenchmark akan
Liams> lebih tinggi daripada 733EB.
Liams> tapi menurut pengalaman saya, saya pernah meng-o/c p3 classic 450/558,
Liams> dengan fsb 124 Mhz, dan hasil benchmark memang sangat tinggi. cuma
Liams> waktu yg diperlukan dari saat boot sampe masuk windows makin lambat.
Liams> bukannya makin kencang. ntahlah dengan pengalaman yg lain2. apa ada yg
Liams> setelah meng-o/c waktu boot menjadi lebih kencang ?
Liams> bagaimana pula dengan anda2 yg meng-o/c dengan menaikkan multiplier,
Liams> bukan fsb ?
---
coba anda gunakan FSB yang standar, saya ada perkiraan, bahwa kalau
pake FSB yang non standar, maka device komputer menjadi kacau
timingnya, sehingga, akhirnya rada kacau, walaupun CPU kerja kenceng.




-- 
Best regards,
 Hadi                            mailto:[EMAIL PROTECTED]


--
Compu-Mania MailingList, provided by PT Centrin Online Tbk
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED], body: unsubscribe Compu-Mania
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
Info: [EMAIL PROTECTED], body: help

Kirim email ke