From: Dedhi <[EMAIL PROTECTED]>

At 02:28 PM 6/27/01, Cyber Demon wrote:
>From: "Cyber Demon" <[EMAIL PROTECTED]>
>
>Mengenai kecepatan dan stabilitasnya?

wah kecepatan itu bukan bergantung pada modem saja, semua modem sih bisa 
claim ikut G.Lite standard, atau G.DMT atau T1.413
Pasti semua bisa klaim 8 Mbps downstream dan 1 Mbps upstream.
Dalam praktek, semuanya ditentukan oleh kualitas kabel dan juga jarak. Jadi 
dalam agreement service level biasanya disebutkan minimal ISP akan menjamin 
koneksi tercapai sekian sekian baru dia bisa charge. CMIIW biasanya sih 128 
Kbps downstream yah.

Soal stabilitas dsb, kayaknya belum ada general review, soalnya modem xDSL 
sendiri masih jarang sih dipakainya :(
Gue juga belum ada pengalaman pakai barang ini, jadi kalo mau beli, seperti 
membeli secara buta, pokoknya asal type yang di recommend ama ISP gue aja.

Nah kebetulan ProLink ini diapprove ama SingTel dan produk lokal, pabriknya 
di Boon Keng Rd....hehehe....makanya murah.

>Dari yg gue denger kelebihan ADSL adalah koneksi rationya 1:1. Bener ga?

Ya karena DSLAM-nya dipasang 1:1 terhadap phone line yang sudah ada.
Ini kan sama bentuk DoV-nya CSM atau Lintasartha

>Kalo Cable kan 1 jalur dipake rame2,

So ? Kan yang penting throughput final kamu berapa.

>sedangkan ISDN ratio-nya 1:4 (kecuali
>kalo mau bayar lebih mahal buat ngedapetin ratio 1:2 atau 1:1).

Karena ISDN itu dipasang langsung sebagai line telepon biasa, jadi 
perlakuannya ya kayak telepon. ISDN itu sama persis dengan telepon biasa 
kok, cuman rangkaian analognya dibuang. Dan 2 kanal suara dijual sebagai 1 
B-channel ISDN.
Kalo mau 1:1 ya mirip dengan leased line jadinya.

Kalo ADSL kan lain, dia itu modem yang memanfaatkan kabel telepon yang udah 
ada, jadi di ujung ujung kabel itu dipasangi modem.
Dari DSLAM ke Internet kita gak pernah tahu si Telco mau pakai apa juga 
koneksinya (biasanya sih FT1).

Gue pribadi lebih suka CAble daripada ISDN atau ADSL, karena Cable itu 
bentuknya shared connection, jadi gak bisa di-metering per usernya pakai 
bandwidth berapa jadi pasti flat rate. Kalo ISDN dan ADSL kan koneksi 1 
lawan 1, jadinya bisa dipasang bandwidth metering.
Tapi emang sih, Cable modem yang dipakai SVC Singapore itu di-capped, 
sehingga tidak maksimum speednya, gunanya untuk membatasi jangan sampai ada 
heavy user yang hogging bandwidth. Ya buat gue gak apa apa kok, soalnya 
dibanding modem analog maish jauh lebih cepet, murah lagi, 66 SGD sebulan 
flat rate



--
Compu-Mania MailingList, provided by PT Centrin Online Tbk
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED], body: unsubscribe Compu-Mania
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
Info: [EMAIL PROTECTED], body: help

Kirim email ke