From: Dedhi Sujatmiko <[EMAIL PROTECTED]>

At 02:01 PM 10/31/2001 +0700, you wrote:
>From: flag eRRatum <[EMAIL PROTECTED]>


>Nah, sebelumnya gua udah baca baca bahwa Yamaha 20x ini kelihatannya

Baca darimana ? Chips ? hihihhihih........

>Nah, ketika gua mulai baca baca Manualnya, gua mulai agak kecewa ...
>ternyata dia ini partial CAV Sodara sodara! alias sampai 16 x masih CLV
>dan sisanya CAV.

bukannya semua CDROM begitu yah ? Yang 50x itu juga biasanya sekitar 
setenganya saja yang


>Bagi yang ngak tahu, CLV itu maksudnya dia nulis dari ujung paling dalem
>sampe paling luar konstan sekian x, jadinya yang berubah ubah kecepatan
>rotasi CDnya, sedangkan CAV adalah teknologi kemudian dimana
>kecepatannya adalah constan, jadi kecepatan nulis beda dari ujung dalem
>sampe ujung luar, keuntungannya adalah secara teoritis mampu menjaga
>mekanik motor sehingga lebih awet karena tidak sering sering mengganti
>kecepatan.

kalau brand lain memangnya bagaimana ?
AFAIK, CD writer memang begitu, soalnya beda dengan CDROM lain yang 
digerakkan secara random access, si CD writer digerakkan secara sequential 
dari track dalam ke luar (mana ada writing random access...hehehe). Jadi ya 
pertimbangannya begitu kalo bikin CD writer


>tanpa masalah sama sekali. Kalau dia hanya bisa keluar 20x tapi milih
>milih, misalnya hanya mau di Mitsubishi aja, mustinya dia bilang secara
>jelas !

nah ini jadi tidak jelas karena kualitas mutu CD media itu bisa relatif 
berdasarkan vendor pembuat writer itu sendiri. Susah juga.
Tapi kalau your point is Teac is more tolerant than Yamaha, itu bisa 
dibenarkan.


>Nah, fasilitas YOW tadi sebenarnya 'kelihatan' dapat dimatikan lewat
>optionnya NERO, tapi ternyata ini tidak berguna karena Yamaha tetap saja
>menurunkan kecepatannya saat menulis.

Gimana kalo pakai software yang dibawa sama Yamaha sendiri, yaitu Adaptec 
Easy CD Creator ?
Soalnya gak dijamin bahwa Nero punya the newest control feature ke semua 
produk kan ?


>Gua udah ngirim komplain ke Yamaha Worldwide, tanpa ada balasan sudah
>beberapa minggu.

Kudu bahasa Jepang kali :)

>yang bedain cuman kalo lo beli SCSI dia ada konektor tambahan buat
>konvert IDE ke SCSI (hmmm, ngak pernah gua liat sebelumnya).

emang di sini juga dijualnya Yamaha SCSI/IDE, pantesan murah banget. 
Dibawah 250 SGD kalo kagak salah inget
Padahal Yamaha external yang pure SCSI masih di atas 450 SGD. Padahal juga, 
harga external box buat CD itu sekitar 100 SGD. Aneh kan ?

Soal converter supaya HDD IDE bisa jadi SCSI udah aku lihat kira kira Juni 
lalu. Menarik juga, ada yang bisa buat UW SCSI pula


>Kesimpulannya ... jangan pernah beli Yamaha 20x (heran, bisa ada yang
>bilang Yamaha bagus, ngomong ngomong pernah gak make yang lain selain
>Yamaha),

Gue salah satu yang ngomong, Emil juga kayaknya, tapi karena kita pakai 
yang 6x dan 8x....
Soal pakai yang lain..heheh....biasanya pakai Plextor =)

Sekarang lagi asyik asyiknya pakai Panasonic 8x4x32 yang gue beli 99 SGD

>drive drive tersebut, pastikan bisa dimatikan !!. Sementara kelihatannya
>baik RICOH 20x, ASUS 24x Plextor 24x dan ACER 20x menggunakan CLV ,
>tanpa partial CAV yang jelas jelas menipu itu ...

Ada yang bisa concur ?

--
Compu-Mania MailingList, provided by PT Centrin Online Tbk
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED], body: unsubscribe Compu-Mania
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
Info: [EMAIL PROTECTED], body: help

Kirim email ke