From: "Anton Susanto" <[EMAIL PROTECTED]>

boys & gals,

ini extreme liquid cooling artikel karya anak bangsa Indonesia yang IMHO
bisa dibanggakan, walaupun belum (I said BELUM) punya nilai ekonomis =)

kang Kemod, ini artikelnya saya posting ke Compu-Mania yah, siapa tau ada
yang mau jadi penyokong dana, hehehehe =D

*spyder*

----- Original Message -----
From: <[EMAIL PROTECTED]>

> Eureka !!!
>
> Setelah bedarah-darah begadang dan jatuh miskin akibat penelitian
> tanpa modal ditemukan metode pendinginan chip kinerja tinggi
> menggunakan cairan TANPA RADIATOR DAN KIPASNYA !!!
> Untuk itu diperlukan 2 reservoir dari bahan bukan logam dan mampu
> menyekat panas (diselubungi styrofoam dan asbes)
>
> Reservoir I dengan mixer(pengaduk) dan submersible pump (700L/h)
> berisi :
> - Air
> - Sodium dichromate (2g/L)
> - Sodium acetate (jumlah terpresipitrasi)
> - Solid formic acid
> Reservoir II dengan submersible pump(1200L/h) berisi:
> - Propylene Glycol (30%)
> - Ethylene Glycol (35%)
> - Trichlorofluoroethane teraerasi
> - Ethylene teraerasi
> - Air (35%)
>
> Pada reservoir I diisi air yang sudah di-deaerasi dengan semburan uap
> panas dan didinginkan kembali untuk menghilangkan oksigen terlarut.
> Kemudian larutkan sodium dichromate sebanyak yang ditulis diatas.
> Masukkan butiran formic acid dan aduk sampai jenuh dimana butiran
> akan mengendap sebagai kristal bening. Akan terjadi reaksi pengikatan
> molekul air reversible yang menyebabkan suhu larutan menjadi sangat
> dingin (hati-hati jangan sampai beku). Alirkan cairan oleh pompa
> melewati koil tembaga tercelup di reservoir II (bukan dicampur).
> Gunakan cairan di reservoir II untuk mendinginkan waterblock !
>
> Keunggulan metoda ini dibanding watercooler biasa :
> - Tidak ada powerloss pada aliran air akibat hambatan/friksi di
> radiator (karena biasanya radiator ditaruh sebelum aliran ke
> waterblock). Dengan demikian tenaga pompa termanfaatkan penuh.
> - Kinerja memuaskan ! Memungkinkan suhu cairan pendingin berada
> dibawah suhu ambient (8.4 - 12 derajat celcius atau lebih rendah) dan
> tetap bertahan selama pengaduk pada reservoir I terus bekerja dengan
> kuat.
> - Tidak memerlukan perawatan khusus pada perangkat liquid cooler
> - Cairan reservoir II merawat tembaga, aluminium, karet, dan plastik.
> Menghindari korosi/karat, lumut, kesadahan, anti-busa, cairan tetap
> jernih, tidak meninggalkan deposit pada perangkat, daya transfer
> panas lebih baik dari air.
> - Karya putra bangsa (belum ada yang punya)
>
> Kerugian metoda ini dibanding watercooler biasa :
> - Perangkat sedikit lebih mahal
> - Cairan sulit dibuat
> - Ada kemungkinan kecil formic acid menimbulkan letupan-letupan bila
> air tidak di-deaerasi dengan baik (sedang disempurnakan)
>
> Sayang, di milis ini nggak boleh ada attachment ya? Padahal pengen
> ngasih fotonya.
> Tertarik dan ingin memiliki? Saksikan demonstrasinya pada
> Overclocking Contest di Jakarta !!!
>
> "I still hate my ASUS A7V"
>
> Agtisa V.
> TekKim ITI
> Komplek Puspiptek III B/28
> Serpong, Tangerang
> Ph. 08128178095


--
Compu-Mania MailingList, provided by PT Centrin Online Tbk
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED], body: unsubscribe Compu-Mania
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
Info: [EMAIL PROTECTED], body: help

Kirim email ke