Kembali lagi ke awal...

Aplikasi client-server itu pastilah diimplementasikan dalam bentuk jaringan
yg terdiri dari beberapa komputer, walaupun itu sebenarnya bisa juga
diimplementasikan hanya satu komputer, dimana komputer itu sendiri sebagai
server sekaligus juga sebagai client è localhost/127.0.0.1 atau dengan cara
menginstall Virtual Machine di sebuah komputer seperti : qemu, virtualbox,
vmware, dll. dimana networking dapat disimulasikan pada sebuah komputer
tersebut. Tapi kan lebih enak dalam bentuk reality-nya apalagi LAN-nya
koneksi ke internet, terutama untuk aplikasi clietnt-server seperti proxy.



Sementara itu yang paling penting,  mengenal setiap host2 atau komputer2
atau mesin2 di dalam networking hanya ada 2 cara yaitu dengan IP address dan
hostname oleh DNS server. Tapi di dalam networking yg sangat besar seperti
internet, wah... susah kita menghafal IP address (IPv4 yg 32 bit itu apalagi
yg IPv6=128 bit),  makanya dibuatlah DNS, dimana IP address dipetakan ke
dalam nama (domain) begitu juga sebaliknya di dalam networking.



Wah... atas dasar di atas makanya networking, IP address dan DNS ini sangat
relevan dan terus bertautan kalau kita mempelajari aplikasi client-server
lainnya.



Proxy server itu apa ya??? koq kita harus cantumkan di web browser client
saat kita browsing?? Eh… Aku aja nggak setting proxy tapi koq bisa konek
internet dan bisa browsing??? (transparent proxy). Eh... koq kamu setting IP
address-nya pakai yg 32 bit itu di proxy??? nggak pakai nama domain aja???
mesti di isi ya...  parent proxy-nya??? Bagaimana kita mau mempelajari atau
mau meng-install proxy server (squid) sementara tidak faham kegunaannya itu
apa yg sangat relevan dengan Web Server, networking yg kita punya (topology)
dan juga DNS (makanya terstruktur mempelajarinya...)



Oh... gitu ya mesti diisi resolv.conf-nya??? untuk apa gunanya itu??? Koq
bisa komputer ini browsing dan mengenal alamat www.medanlinux.com padahal
Aku di USA??? Bagaimana itu proses pengenalannya bisa terjadi???? Kenapa
namanya www.mendanlinux.com, www.yahoo.com, www.google.co.id, dll??? Bisa
nggak kita buat contoh DNS local sendiri???



Dan lain-lain...., banyak sekali kasusnya dan pertanyaan2nya....



Nggak ada yg salah koq.... kalau kalian mau buat VoIP, kalau memang mampu
pesertanya kenapa nggak...???



Terserahlah..... sudah kubilang Aku hanya kasi saran...., tapi Aku berbicara
berdasarkan "FAKTA, FAKTA dan FAKTA..." yg tidak bisa disangkal (siapa yg
mau menyangkal fakta yg sudah terjadi???) yg dialami banyak orang saat
mempelajari aplikasi client-server yg susah dimengertinya dan akhirnya dia
meninggalkannya.... dan penyebabnya karena salah dasar mempelajarinya secara
terstruktur..... dimana dia langsung pegang dan Web Server atau mempelajari
proxy server, sementara basic dan philospy-nya nggak kuat... Kenapa kita
dari sekarang nggak membuat program pengajaran yg terstruktur dan bisa kita
bakukan terhadap masyarakat ...???



Bisa dibayangkan ada seorang anak muda baru kenal komputer dan main internet
bertanya "Saya mau menjadi seorang Hacker dan kepingin mau membobol
system/machine orang lain, gimana caranya ya..???" (pening menjawab
pertanyaannya.... dalam hati banyak kali yg harus kamu kenal dan pelajari
terlebih dahulu dan itu secara bertahap dan terstruktur anak muda).



Sekali lagi, nggak ada yg salah koq.... kalau kalian mau buat VoIP, kalau
memang mampu pesertanya kenapa nggak...??? Silahkan saja ...


2008/12/5 Syurahbil Hadi <[EMAIL PROTECTED]>

> > mungkin maksud nya protokol SIP.
>
> Banyak kali pun protocol VoIP, yaitu : H.323, SIP (Session Initiation
> Protocol), H.323, MGCP (Media Gateway Control Protocol), dan SCCP (Cisco
> Skinny), VoIP IAX (Inter Asterisk Exchange). Protokol ini dipilih
> berdasarkan perangkat dan codec apa yang digunakan untuk menyambungkan ke
> jaringan VoIP. Protokol ini juga menyertakan beberapa codec audio yang dapat
> dipilih. Keragaman protokol ini memang memberikan banyak pilihan, tetapi
> juga menimbulkan masalah, yaitu standarisasi. Akibatnya banyak perangkat
> yang tidak kompatibel akibat mengusung standar dan protokol yang berbeda
>
>
>
> Memang, nantinya kita akan lebih dominan menggunakan protocol SIP dan IAX,
> karena dapat mendukung interoperabilitas dengan telepon tradisional, yang
> menggunakan FXS, FXO, DTMF dan mendukung codec G.711 (A-Law dan u-Law),
> G.723, G.726, G.729 (harus membeli lisensi), GSM, iLBC, Speex.
>
>
>
> Sedikit cerita tentang H.323 dan SIP ...
>
> SIP diciptakan setelah VoIP, dan VoIP diciptakan setelah H.323. Artinya
> H.323 lebih duluan ada dari SIP. H.323 lahir dari institusi berbasis
> telekomunikasi distandarisasi oleh badan telekomunikasi dunia ITU, sedangkan
> SIP dari institusi yang mengurusi internet yang secara khusus untuk aplikasi
> VoIP yang dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF) dan
> kelompok Multiparty Multimedia Session Control (MMUSIC) Working Group.
> Sedangkan SIP yang dikeluarkan oleh IETF lebih bersifat user centric yang
> model protokol pensinyalannya diadopsi dari internet protocol seperti HTTP
> atau SMTP
>
> H.323 cocok langsung terhubung dengan perangkat komunikasi, sedangkan SIP
> cocok terhubung ke perangkat berbasis IP Address (kan, IP address lagi...)
> SIP merupakan protokol client-server yang diangkut di atas TCP, persinyalan
> yang ramping dan berbasis teks seperti keluarga HTTP, yang dioptimasikan
> agar mudah dikembangkan bersama aplikasi-aplikasi Internet, konsekuensinya
> SIP lebih praktis, lebih mudah installasi dan configure.
>
> Pengalamatan SIP dapat dilakukan mirip nomor telepon atau mirip alamat web.
> Jika pengalamatan dilakukan mirip web, digunakan juga URL seperti web, yang
> lebih lanjut akan diterjemahkan menjadi alamat IP address oleh suatu DNS
> (wah... IP address dan DNS lagi)
>
> Sejarah perkembangan VoIP di Indonesia yaitu dari VoIP Merdeka (thn 2000)
> yang menggunakan protokol H.323, selanjutnya berdiri VoIP Rakyat (2003) yang
> menggunakan SIP .
>
> Jadi asterisk itu apa?? asterisk itu software open source yang OK, berbasis
> Linux untuk SIP. Software ini yang secara tidak langsung yang menyebabkan
> berkembangnya teknologi SIP.
>
>
> 2008/12/5 Parlindungan I. A. Srg <[EMAIL PROTECTED]>
>
>>
>> setuju Pak, Networking+DNS bagus juga nih Pak bahkan kalo mo dibahas
>> abis, Networking+DNS gak ada habisnya...
>
>
>

Kirim email ke