(Bantahan) Benarkah Sahabat Ali Dilarang Nabi
Berpoligami?<http://thetrueideas.multiply.com/journal/item/239>


Saya tidak ingin memperpanjang diskusi membahas mengenai poligami (yang
makin marak dengan khabar Aa' Gym yang menikah lagi/berpoligami). Saya hanya
ingin meluruskan suatu tulisan yang mencantumkan dalil sehingga seolah-olah
Nabi melarang putrinya untuk dimadu oleh sahabat Ali  radiyallahu anhum
ajmain.



Berikut kutipan dari tulisan yang saya maksud:



"*Teks-teks hadis poligami sebenarnya mengarah kepada kritik, pelurusan, dan
pengembalian pada prinsip keadilan. Dari sudut ini, pernyataan "poligami itu
sunah" sangat bertentangan dengan apa yang disampaikan Nabi. Apalagi dengan
melihat pernyataan dan sikap Nabi yang sangat tegas menolak poligami Ali bin
Abi Thalib RA. Anehnya, teks hadis ini jarang dimunculkan kalangan
propoligami. Padahal, teks ini diriwayatkan para ulama hadis terkemuka:
Bukhari, Muslim, Turmudzi, dan Ibn Majah.*

* *

*Nabi SAW marah besar ketika mendengar putri beliau, Fathimah binti Muhammad
SAW, akan dipoligami Ali bin Abi Thalib RA. Ketika mendengar rencana itu,*

*Nabi pun langsung masuk ke masjid dan naik mimbar, lalu berseru: "Beberapa
keluarga Bani Hasyim bin al-Mughirah meminta izin kepadaku untuk mengawinkan
putri mereka dengan Ali bin Abi Thalib. Ketahuilah, aku tidak akan
mengizinkan, sekali lagi tidak akan mengizinkan. Sungguh tidak aku izinkan,
kecuali Ali bin Abi Thalib menceraikan putriku, kupersilakan mengawini putri
mereka. Ketahuilah, putriku itu bagian dariku; apa yang mengganggu
perasaannya adalah menggangguku juga, apa yang menyakiti hatinya adalah
menyakiti hatiku juga." (Jâmi' al-Ushûl, juz XII, 162, nomor hadis: 9026).*"



(bisa dibaca disini: benarkah poligami
sunnah<http://hilal.multiply.com/journal/item/1>?,
karya Faqihuddin Abdul Kodir Dosen STAIN Cirebon dan peneliti Fahmina
Institute Cirebon, Alumnus Fakultas Syariah Universitas Damaskus, Suriah)



Maka untuk menjawab subhat ini saya postingkan hadits yang saya ambil dari
Shahih Bukhori,dengan tujuan semata-mata agar mereka yang memakai dalil
seperti yang diatas mengerti, mengapa Rasulullah melarang Ali menikah lagi?



Bab: *Yang Dituturkan Mengenai Baju Besi Nabi, Tongkat Beliau, Pedang
Beliau, Mangkuk Beliau, Cincin Beliau, Barang-Barang Itu Yang Digunakan Oleh
Khalifah Sesudah Beliau, Yang Tidak Disebutkan Pembagiannya, Mengenai Rambut
Beliau,Sandal Beliau Dan Wadah-Wadah Beliau Yang Ditabaruki Oleh Para
Sahabat Beliau Dan Orang-Orang Lain Sesudah Beliau (Wafat)*



" Dari Ibnu Syihab, dari Ali bin Husain bahwa ketik mereka datang di Madinah
dari hadirat Yazid bin Muawiyah di masa pembunuhan Husain bin Ali
radiyallahuanhum (Asyura 61H) maka Miswar bin Makhramah menjumpainya (Ali
bin Husain). Miswar berkata kepadanya, " Adakah sesuatu hajat kepadaku, yang
dapat kau perintahkan kepadaku?. Aku (Ali bin Husain) berkata:' Tidak ada."

Dia berkata kepadanya (ali): "Maka apakaha engkau memberikan kepadaku pedang
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Karena aku khawatir kepada kaum itu
akan mengalahkan kamu dan pedang itu ditangan mereka. Demi Allah, sungguh
bila engkau memberikannya kepaku maka tidaklah (pedang itu) lepas kepada
mereka selama-lamanya sehingga nyawaku selesai. Sesungguhnya Ali bin Abi
Thalib melamar putri Abu Jahal sesudah dengan Fathimah alahissalam, lalu aku
mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berkhutbah kepada
orang-orang dalam hal itu, di atas mimbar beliau (nabi) bersabda:
"Sesungguhnya Fathimah adalah (sebahagian) dari aku, dan aku sangat
mengkhawatirkan bahwa ia terkena fitnah (gangguan dalam agamanya). Kemudian
beliau menuturkan menantu beliau (Ash bin Rabi') dari bani Absi Syams, maka
beliau memujinya dalam hubungan menantu – mertua, dimana beliau bersabda:
"Dia (Ash) memberitahukan kepadaku maka dia benar kepadaku,dan dia berjanji
kepadaku maka dia memenuhi kepadaku. *Dan sungguh aku tidaklah mengharamkan
perkara yang halal dan tidak pula menghalalkan perkara yang haram.* *Tetapi
demi Allah, tidaklah berkumpul putri Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
dengan putri musuh Allah (Juwairiyah binti Abu Jahal) selama-lamanya*.


Maka, pertanyaannya kemudian siapakah yang tidak amanah dalam mengambil
dalil?


Sumber: http://thetrueideas.multiply.com/journal/item/239



===================================================================
        Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
=================================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke