Keberanian Dan Kesabaran Rasulullah
Sumber dari : http://www.jkmhal.com/main.php?sec=content&cat=2&id=5296

Dalam diri Rasulullah saw. terdapat keberanian yang luar biasa 
sebagai sarana utama untuk memperjuangkan agama dan menjujung tinggi 
kalimat Allah.

Rasulullah menjadikan segala nikmat yang diperolehnya untuk di 
salurkan dan di tempatkan pada tempat yang sebenarnya. Berkata 
Aiasyah r.a. "Belum pernah Rasulullah memukul seseorang dengan 
tangannya kecuali dalam peperangan dan belum pernah beliau memukul 
seorang pembantu atau seorang perempuan." (HR Muslim)

Contoh yang paling nyata dari keberanian Rasulullah yaitu ketika 
beliau seorang diri menyeru kaumnya yang terdiri dari tokoh-tokoh 
kufar Quraisy serta mengajak mereka untuk masuk kedalam ajaran Islam

Dan beliau tidak pernah mengatakan aku seorang diri, sedangkan 
seluruh manusia memusuhiku. Beliau percaya bahwa Allah akan 
menolongnya karena sejak semula beliau percaya dan tawakal dalam 
melaksanakan tugas dakwahnya.

Dalam peperangan, beliau adalah orang yang paling berani, ketika 
orang-orang lari ketakutan, beliau tetap berdiri tegak seorang diri 
melawan musuh-musuhnya. Beliau beribadah dalam kesunyian di Gua Hira 
selama bertahun-tahun tanpa mendapat rintangan dan permusuhan dari 
kaum Quraisy. Kecuali ketika beliau telah mengajak kaumnya bertauhid 
kepada Allah, barulah kufar Quraisy itu menentangnya.

Allah berfirman, "Katakanlah, siapa yang memberi rizki kepadamu dari 
langit dan bumi dan siapakah yang menciptakan pendengaran dan 
penglihatan dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati 
dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur 
segala urusan?' maka mereka akan menjawab, `Allah.' Maka katakanlah, 
Mengapa kamu tidak bertakwa?'" (QS Yunus : 31)

Orang-orang Quraisy itu menjadikan berhala-berhalasebagai perantara 
anatara mereka dan Allah sebagaimana ditegaskan oleh Allah dalam al-
Quran,

"Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah 
(berkata), `Kamitidak menyembah mereka, melainkan supaya mereka 
mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.'" (QS Az-
Zumar : 3)

Seandainya mereka tidak begitu, niscaya mereka sudah mengakui Allah 
sebagai tuhan mereka, Allah berfirman, "Katakanlah, siapakah yang 
memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Katakanlah, `Allah.'" 
(QS Saba : 24)

Cobalah kita renungkan, betapa syirik sudah merajalela di tengah-
tengah kaum muslim; meminta pada roh leluhur, bernazar, takut kualat, 
dan berharap kepada mereka. Dengan begitu, tali-tali penghubung 
kepada Allah telah putus di sebabkan syirik dan meminta-minta kepada 
orang yang telah mati.

Allah berfirman, "Sesungguhnya orang yang menyekutukan Allah maka 
pasti Allah mengharamkan kepadanya surga dan tempatnya adlah neraka." 
(QS Al-Maa'idah : 72)

Dari rumah Rasulullah, kita layangkan pandangan kea rah utara pada 
sebuah gunung yang bernama Uhud, sebagai saksi bisu atas keberanian 
dan kesabaran serta keteguhan beliau. Beliau mengalami luka yang 
cukup parah dalam peperangan yang terjadi di kaki gunung tersebut. 
Wajahnya berdarah, gigi geraham beliau pecah, serta kepalanya bocor.

Sahal bin Sa'ad menceritakan tentang luka-luka beliau dan 
berkata, "Ketahuilah demi Allah, aku mengetahui siapa yang 
membersihkan luka Rasulullah dan siapa yang menyirami dengan air dan 
dengan apa beliau di obati. Yang membersihkan adlah Fatimah sedang 
yang menyiram air adalah Ali bin Abi Thalib. Ketika Fatimah melihat 
darah semakain banyak keluar, dia merobek sepotong tikar, membakarnya 
dan membalutnya dan kemudian darah berhenti mengalir. Namun, gigi 
geraham dan bagian atas kepala beliau serta muka beliau tampak 
terluka cukup parah." (HR Bukhari)

Al-Abas bin Abdul Muthalib menceritakan keteguhan Rasulullah dalam 
Perang Hunain, "Ketika pasukan muslim mundur, Rasulullah tetap 
menghadapkan kudanya kea rah musuh dan aku memegang tali kekangnya 
supaya tidak berlari cepat, waktu itu kudengar Rasulullah 
berkata, `Aku Nabi bukan pembohong aku cucu Abdul Muthalib." (HR 
Muslim)

Seorang pahlawan muda yang tangguh dan pemberani serta penunggang 
kuda yang andal yang lebih teruji ketangguhannya di segala medan 
tempur, Ali bin Abi Thalib menceritakan keberanian Rasulullah sebagai 
berikut, "Ketika perang sedang berkecamuk dan dua pasukan telah 
saling membunuh, kami para sahabat berlindung di balik Rasulullah dan 
tidak ada seorangpun yang lebih dekat kepada musuh kecuali beliau." 
(HR Al-Baghawi dan Muslim)

Karena kesabaran Rasulullah dalam berdakwah, Allah menjadikan agama 
Islam ini tersebar luas sampai kenegara-negara Asia Tengah bahkan 
sampai ke Timur Jauh. Pasukan berkuda kaum muslim sudah terbiasa 
mengelilingi Jazirah Arab dan Negara Syam, sehingga tidak ada satu 
tempat pun yang tidak dijamahnya. 

Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya aku takut kepada Allah dan tidak 
takut kepada siapa pun selain Dia. Aku ditakuti karena Allah dan 
tidak ada seorang pun yang ditakuti karena Allah selain aku. Dan aku 
telah di sakiti di jalan Allah dan tidak seorang pun yang disakiti 
selain aku. Aku telah mengalami selama 30 hari siang dan malam, 
sedangkan aku ataupun Bilal tidak punya apa-apa untuk dimakan 
kecua;li sesuatu yang tersembunyi di balik ketiak Bilal. " (HR Ahmad 
dan TirmidzI)

Walaupun beliau berkuasa dan menaklukan berbagai Negara, harata 
rampasan perang melimpah dan zakat menggunung, beliau tidak 
mewariskan apa-apa kecuali agama atau ajaran Islam. Itulah yang 
disebut warisan Nabi. Maka, siapapun yang belajar agama, dia telah 
memperoleh warisan Nabi

Diriwayatkan oleh Aisyah, "Rasulullah tidak meninggalkan warisan 
dinar atau dirham, kambing atau unta, dan tidak mewariskan sesuatu." 
(HR Muslim)

die *Sehari Di Rumah Rasulullah*
Abdul Malik Ibnu Muhammad Al-Qasim


Kirim email ke