http://peduli.multiply.com/journal/item/74

Beberapa hari yang lalu, saya ditelepon oleh seorang Bapak, beliau
adalah temannya teman saya. Beliau mengabarkan bahwa ada seorang Ibu
yang saat ini terbaring sakit di RSCM. Beberapa hari kemudian, saya
mendapatkan cerita Ibu tersebut via email. Dan berikut ini adalah
kisah Ibu Sulis, yang sakit tersebut...:((

Ibu Sulis adalah ibu rumah tangga yang memiliki 3 orang anak yang
masih sekolah yaitu, Putri, Ayu dan Ratih. Beliau bekerja sebagai
pedagang kaki lima di wilayah Cawang , UKI. Suaminya bernama Didik
Varianto, yang saat ini menderita penyakit stroke yaitu menderita
lumpuh tubuh bagian kiri yang disebabkan karena ada gumpalan akibat
benturan di bagian kanan otak kecilnya. Pak Didik saat ini tidak dapat
berkerja secara maksimal seperti suami pada umumnya, beliau harus
minum obat seumur hidup agar penyakitnya tidak makin parah.

Kondisi inilah yang kemudian mendorong Ibu Sulis di depan terowongan
UKI. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, warung beliau yang menjual
minuman kemasan dan makanan kecil tersebut harus buka selama 24 jam.
Pak Didik yang sedang sakit pun, ternyata masih bisa membantu untuk
jaga warung di malam hari.

Pada awal Ramadhan tahun 2005, Ibu Sulis mendapat musibah, kaki beliau
menginjak paku payung. Karena Bu Sulis menderita diabetes, kaki beliau
menjadi "baal" / mati rasa, sehingga ketika menginjak paku payung
tersebut, beliau tidak merasa kesakitan hingga akhirnya kaki beliau
bengkak dan bernanah. Dan beliau baru tersadar, ternyata ada sekitar
tiga buah paku payung yang bersarang di kakinya. Makin hari, kaki Ibu
Sulis makin membegkak dan terus mengeluarkan nanah. Dokter klinik yang
dipanggil ke rumah pun sudah menyerah dan menyarankan agar Ibu Sulis
dibawa ke Rumah Sakit.

Makin hari kondisi Ibu Sulis makin parah, panas badannya mencapai
400C. Sewaktu dibawa ke Rumah Sakit, masalah demi masalah muncul. Satu
di antaranya karena Ibu Sulis berasal dari keluarga kurang mampu.
Alhamdulillah, dengan menggunakan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu),
ada sedikit keringanan untuk biaya Rumah Sakit. Namun setelah satu
bulan kaki beliau tak kunjung membaik, dan dokter pun menyarankan agar
kaki Ibu Sulis diamputasi. Dengan berat hati, Ibu Sulis pun akhirnya
merelakan kakinya diamputasi hingga mata kaki. Berdasarkan hasil
laboratorium, bakteri yang bersarang di kaki Ibu Sulis adalah bakteri
resisten yang sulit untuk dihentikan dengan obat-obat biasa.

Tiga hari sebelum lebaran akhirnya kaki Ibu Sulis dioperasi, mungkin
ini jalan terbaik yang Allah SWT kehendaki, Ibu Sulis harus merayakan
Idul Fitri di Rumah Sakit, yang lebih menyedihkan kaki beliau yang
satu kini sudah tidak ada. Setelah dirawat sekitar 1,5 bulan kondisi
Ibu Sulis membaik, sehingga beliau diizinkan untuk pulang.

Setelah kakinya diamputasi, aktivitas Ibu Sulis tidak bisa seperti
dulu lagi. Beliau hanya bisa membuat makanan kecil seperti gorengan
dan lontong. Setelah satu tahun, Allah kembali memberikan ujian kepada
Ibu Sulis yaitu memberikan penyakit bisul di punggungnya yang terus
membesar dan bernanah. Alhamdulillah, penyakit bisul itu bisa
disembuhkan dengan obat-obatan herbal.

Namun ujian yang diberikan Allah SWT ternyata tidak berakhir sampai di
situ, beberapa bulan setelah bisulnya sembuh, betis kaki kanan Ibu
Sulis kembali terluka akibat panci panas. Lagi-lagi Ibu Sulis tidak
merasakan sakit, baru tersadar ketika kakinya melepuh dan terkelupas.

Episode berikutnya, terjadi di pertengahan Maret 2006, Ibu Sulis
mendapat undangan pernikahan sepupunya yang tinggal di Kelapa Gading.
Karena sepupunya tersebut sangat baik, Ibu Sulis tidak ingin
mengecewakannya. Untuk menghadiri undangan tersebut, sebenarnya Ibu
Sulis ingin naik taksi, tapi karena ketiadaan dana, akhirnya beliau
dibonceng motor pinjaman oleh anaknya.

Dan lagi-lagi kaki Ibu Sulis pun "baal", beliau tidak sadar kalau yang
diinjaknya bukan pedal, melainkan knalpot. Sakit yang diderita Ibu
Sulis makin menjadi. Beliau sempat dibawa ke beberapa Rumah Sakit di
Jakarta, namun kondisinya belum membaik. Sampai akhirnya beliau dibawa
ke RSCM. Setelah 3 hari dirawat di IGD, Ibu Sulis harus menjalani
operasi pembersihan luka. Saat ini Ibu Sulis dirawat di kamar IGD lt 2
ruang 2. Setelah dioperasi kaki Ibu Sulis semakin parah, kini
jari-jari kakinya membusuk.

Akhirnya dokter yang menangani Ibu Sulis mengatakan bahwa operasi
pertama yang dilakukan gagal. Waktu operasi dokternya sedikit ceroboh
sehingga kumannya menjalar kemana-mana. Akhirnya dokter pun mengatakan
bahwa kaki ibu sulis harus diamputasi untuk kedua kalinya hingga batas
lutut.

Satu lagi, saat ini Ibu Sulis ditagih hutang oleh orang yang memberi
pinjaman modal dagang. Padahal beliau sangat membutuhkan dana untuk
pengobatan sakitnya. Adakah di antara saudaraku yang ingin meringankan
beban Ibu Sulis dan keluarganya ?

InsyaAllah kami di Portalinfaq siap menjadi koordinator penggalangan
bantuan untuk Ibu Sulis. Bantuan untuk beliau bisa ditransfer ke
rekening :

- Bank Syariah Mandiri Cab. Warung Buncit No.Rek.0030035790
- Bank Mandiri Cab. Kuningan No.Rek.124-0001079798
- BCA Cab. Arteri Pondok Indah No. Rek.291-300-5244

Setelah transfer, mohon keikhlasannya untuk memberikan konfirmasi ke
Kosi, bisa lewat SMS di 08128510372, YM : anak_ngw, atau email :
[EMAIL PROTECTED] dengan menuliskan : SULIS, Nama Bank, Jumlah
Bantuan.

Tiada kata yang bisa kami ucapkan selain ucapan terima kasih atas
bantuan para donatur. Do'a kami, semoga Allah SWT senantiasa
melimpahkan rahmat dan ridhoNya kepada kita semua. Amiin yaa
Rabbal'alamiin…

Berikut ini adalah data Ibu Sulis :
Nama : Sulis Martini
TTL    : Kediri, 13 Juli 1964
Umur : 42 th
Alamat : Jl. Let Jend Soetoyo Rt007/Rw07 No 2A Kel. Kebon Pala Kec.
Makasar Jakarta Timur 13650

Data Keluarga

Nama Suami : Didik Varianto
Pekerjaan     : Pedagang
Anak :
1. Putri Dian Hapsari : Mahasiswa STAI "TIARA"
2. Diah Ayu Anggraini : Pelajar kelas XI Ips "PERSIS69"
3. Ratih Retno Palupi : Pelajar kelas XI Ipa "SMAN68"


# Ruang Berbagi Simpati & Peduli : http://peduli.multiply.com


===================================================
 Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
===================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
=================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke