http://pks-jaksel.or.id/Article1546.html

Muhammad SAW, The Dakwah Super Leader

PKS-Jaksel: Sebagai seorang utusan Allah SWT, Muhammad SAW mempunyai tugas
menyampaikan risalah Ilahiyah kepada seluruh umat manusia. Berbeda dengan
utusan-utusan Allah sebelumnya, sasaran dakwah Muhammad SAW bukan hanya
mereka yang sezaman dengannya, tetapi juga umat-umat sesudahnya, karena
ajaran yang dibawanya melintasi ruang dan waktu, melebihi batas-batas
negara Madinah yang dipimpinnya dan era kerasulannya.
Fungsi kenabian dan kerasulan yang diemban Muhammad SAW menuntutnya untuk
memiliki sifat-sifat yang mulia agar apa yang disampaikannya dapat
diterima dan diikuti oleh seluruh umat manusia.
Ada banyak sifat-sifat mulia yang dimiliki oleh Muhammad SAW sebagai
seorang ‘pemimpin dakwah yang super’, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Disiplin Wahyu
Seorang rasul pada dasarnya adalah pembawa pesan Ilahiyah untuk
disampaikan kepada umatnya, tugasnya hanya menyampaikan firman-firman
Tuhan. Ia tidak mempunyai otoritas untuk membuat-buat aturan keagamaan
tanpa bimbingan wahyu. Ia juga tidak dapat mengurangi atau menambah apa
yang telah disampaikan Allah kepadanya. Ia juga tidak boleh menyembunyikan
firman-firman Tuhan meskipun itu merupakan suatu teguran kepadanya, atau
sesuatu yang mungkin saja menyulitkan posisinya sebagai manusia biasa di
tengah umatnya.
Muhammad SAW menjalankan fungsi ini dengan baik. Beliau tidak berbicara
kecuali sesuai dengan wahyu. Beliau tidak membuat-buat ayat-ayat suci
dengan mengikuti hawa nafsunya sendiri. Beliau juga tidak menambah atau
mengurangi apa yang telah disampaikan kepadanya.
Dalam beberapa kesempatan wahyu diturunkan untuk mengkritik sikap beliau
tetapi beliau tetap menyampaikannya. Misalnya ketika beliau kurang
memberikan perhatian penuh kepada Abdullah bin Ummi Maktum yang buta
karena sedang menghadapi delegasi para pemimpin Quraisy.
Beliau juga menyampaikan wahyu Allah tentang pernikahan ‘kontroversial’
nya yang dilakukannya dengan Zainab binti Jahsy meskipun ini menyulitkan
posisinya terutama menghadapi tekanan dari kaum munafik yang selalu
berusaha mencari celah untuk menjatuhkan wibawanya.
2. Memberikan Teladan
Sebagai pemimpin keagamaan, Muhammad SAW juga memberikan teladan yang baik
kepada umatnya, khususnya dalam melaksanakan ritual-ritual keagamaan dan
melaksanakan code of conduct kehidupan sosial masyarakat.
Dalam mengerjakan shalat misalnya, beliau telah memberikan contoh
bagaimana mengerjakan shalat yang benar. Beliau pernah mengatakan,
“Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat.” Hal ini memberi
isyarat bahwa segala macam cara shalat yang tidak dicontohkan oleh beliau
tidak sah.
3. Komunikasi yang Efektif
Dakwah adalah proses mengkomunikasikan pesan-pesan Ilahiyah kepada orang
lain. Agar pesan itu dapat disampaikan dan dipahami dengan baik, maka
diperlukan adanya penguasaan terhadap teknik berkomunikasi yang efektif.
Muhammad SAW merupakan seorang komunikator yang efektif. Hal ini ditandai
oleh dapat diserapnya ucapan, perbuatan dan persetujuan beliau oleh para
sahabat yang lemudian ditransmisikan secara turun-temurun. Inilah yang
kemudian dikenal dengan hadits atau sunnah Muhammad SAW.
Keahlian dan kelihaian beliau dapat berkomunikasi telah menarik banyak
manusia di zamannya untuk mengikuti ajarannya, begitu juga dengan
orang-orang yang tidak pernah bertemu dengannya yang beriman meskipun
tidak mendengar langsung ajaran Islam dari mulut beliau sendiri.
4. Dekat dengan Umatnya
Sebagai pemimpin keagamaan, Muhammad SAW tidak berhenti pada sebatas
menyampaikan wahyu Allah SWT. Beliau tidaklah seorang yang hanya
mengatakan bahwa ini baik dan itu buruk kemudian menjaga jarak dari
umatnya. Beliau bukanlah seseorang yang mengurung diri dari publik dan
selalu menyibukkan diri dengan rutinitas ibadah. Beliau adalah seorang
penyeru yang sangat dekat dengan umatnya.
Beliau sering mengunjungi sahabat-sahabatnya di rumah-rumah mereka. Beliau
juga sering bermain dengan anak-anak mereka. Beliau turun langsung melihat
realitas kehidupan pengikutnya dan orang-orang yang belum beriman
dengannya.
Beliau tidak segan-segan mengusap kepala anak yatim, menghapus air mata
fakir miskin, menyuapi peminta-minta, dan sebagainya.
Muhammad SAW banar-benar seorang pemimpin keagamaan yang dekat dengan
umatnya. Beliau tidak sekedar ceramah dari satu masjid ke masjid lain
tetapi menyentuh langsung hati umatnya di tempat mereka berada.
5. Pengkaderan dan Pendelegasian Wewenang
Dalam suatu riwayat, Muhammad SAW pernah bersabda bahwa Allah SWT tidak
mengangkat ilmu dengan mencabut ilmu itu dari manusia. Melainkan Allah SWT
mencabut ilmu melalui wafatnya para ulama.
Demikian juga halnya dengan ilmu keagamaan yang akan hilang dengan
kematian para ulama yang menguasai ilmu tersebut. Secara tidak langsung
sabda ini mengisyaratkan kesadaran beliau tentang perlunya menciptakan
kader-kader yang beliau isi dengan ilmu pengetahuan keagamaan yang akan
meneruskan dakwah beliau ketika beliau tiada.
Dalam haditsnya yang lain, beliau bersabda bahwa para ulama adalah pewaris
para nabi. Muhammad SAW adalah seorang nabi yang menciptakan ulama-ulama
(baca: sahabat) yang akan mewarisi ilmunya.
Pengkaderan ini beliau lakukan terhadap beberapa orang sahabat yang beliau
didik dalam ilmu keagamaan. Beliau juga mendelegasikan wewenang kepada
beberapa orang sahabat yang telah diberinya ilmu yang mencukupi untuk
menyampaikan dan mengajarkan ajaran Islam kepada mereka yang belum atau
baru saja memeluk agama Islam.
Misalnya, beliau mengutus Mus’ab bin Umair ke Madinah untuk menyiarkan
Islam di sana. Pembinaan dan pendelegasian wewenang ini cukup efektif
karena pada gilirannya mereka juga akan membentuk kader mereka
sendiri-sendriri sehingga ajaran Islam semakin luas syiarnya.
Sumber: Muhammad SAW, The Super Leader Super Manager. Dr. Muhammad Syafii
Antonio, M.Ec



This message contains information which may be confidential and privileged.
Unless you are the intended recipient (or authorized to receive this message
for the intended recipient), you may not use, copy, disseminate or disclose to
anyone the message or any information contained in the message.  If you have
received the message in error, please advise the sender by reply e-mail, and
delete the message.  Thank you very much.
(A)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke