The Power of Love
Oleh : Taufiq Sulaiman Ritonga

sumber:dudung.net
                                                                                
                               “seseorang yang memiliki rasa cinta dan kasih 
sayang, maka dia akan rela berkorban apapun untuk yang dicintanya, karena 
kekuatan cinta sangat dahsyat  yang mampu menerjang pagar-pagar kokoh yang 
menghadangnya”
 Cinta dan kasih sayang adalah karunia indah yang diberikan allah kepada setiap 
makhluknya, berkat curahan cinta seseorang rela berkorban melakukan manfaat 
apapun untuk yang dicintainya meskipun itu sangat berat dan banyak onak dan 
duri. Seseorang yang benar-benar cinta pada tubuhnya maka ia akan rela 
meninggalkan rokoknya, seseorang yang cinta pada orang tuanya maka ia akan 
manfaatkan dengan baik uang yang diamanahkan padanya, cinta pada ilmu maka ia 
akan belajar dengan sungguh-sungguh. Begitulah the power of love yang 
seharusnya kita pahami dan ditanamkan pada diri kita, sehingga dapat 
dibayangkan betapa manisnya menapaki kehidupan dengan pengorbanan cinta. 
menuntut ilmu dengan cinta, membelanjakan uang dari orang tua dengan cinta, dan 
menjaga tubuh dari bahayanya asap nikotin karena cinta.
 Cinta kepada allah-lah merupakan cinta tertinggi dari sekian banyak cabang 
cinta yang ada didunia ini. yang dapat menyingkirkan dan mengalahkan 
cinta-cinta yang lain. Kecintaan yang tiada lawan bandingnya.
 Seorang sufi wanita dari Basrah yaitu Rabi'ah Al- Adawiyah pernah berkata 
ketika beliau berziarah ke makam Rasulullah Saw. : "Maafkan aku ya Rasul, bukan 
aku tidak mencintaimu, akan tetapi hatiku telah tertutup untuk cinta yang lain, 
karena telah penuh cintaku kepada Allah Swt".
 Begitulah the power of love seorang Rabiah Al-Adawiyah kepada allah yang 
kekuatanya mampu mengalahkan cinta-cinta lain, kecintaaan yang paling tertinggi 
kepada sang maha pemilik cinta. akan tetapi bukan berarti tidak dibenarkan 
cinta pada yang lain. Karena cinta kepada rasul, cinta kepada istri, cinta 
kepada hewan, cinta kepada harta, cinta kepada teman-teman adalah merupakan 
suatu bentuk cinta kepada allah. Dan dia adalah tempat berpusatnya cinta. 
(Center of the love)
 Sewaktu masih kecil Husain cucu Rasulullah Saw. bertaya kepada ayahnya, 
Sayidina Ali ra: "Apakah ayah mencintai Allah?" Ali ra menjawab, "Ya". Lalu 
Husain bertanya lagi: "Apakah ayah mencintai kakek dari Ibu?" Ali ra kembali 
menjawab, "Ya". Husain bertanya lagi: "Apakah ayah mencintai Ibuku?" Lagi-lagi 
Ali menjawab,"Ya". Husain kecil kembali bertanya: "Apakah ayah mencintaiku?" 
Ali menjawab, "Ya". Terakhir Si Husain yang masih polos itu bertanya, "Ayahku, 
bagaimana engkau menyatukan begitu banyak cinta di hatimu?" Kemudian Sayidina 
Ali menjelaskan: "Anakku, pertanyaanmu sungguh hebat! Cintaku pada kekek dari 
ibumu (Nabi Saw.), ibumu (Fatimah ra) dan kepada kamu sendiri adalah kerena 
cinta kepada Allah". Karena sesungguhnya semua cinta itu adalah cabang-cabang 
cinta kepada Allah Swt. Setelah mendengar jawaban dari ayahnya itu Husain jadi 
tersenyum mengerti.
 Kecintaan seseorang kepada keluarga, harta, kedudukan adalah suatu yang 
lumrah, siapapun akan berkorban untuk menjaga keluarganya, hartanya, dan 
kedudukanya dikarenakan besarnya rasa cinta. akan tetapi waspadalah akan 
kecintaan terhadap mereka, jangan sampai menjauhkan atau bahkan sampai 
melupakan cintanya kepada allah sang pemilik cinta yang hakiki. Kecintaan yang 
harus lebih diunggulkan dari pada cinta yang lain, dan ini adalah merupakan 
tolak ukur mengenai keimanan seseorang. Nabi Saw pernah bersabda;
 "Belum  sempurna imam seseorang itu hingga ia Mencintai Allah dan Rasulnya 
melebihi  cintanya dari pada yang lain".
 Seseorang yang mencintai allah maka dia juga akan mencintai makhluk yang lain, 
karena cinta kepada allah tidak akan membuat seseorang merusak cintanya kepada 
yang lain justru malah sebaliknya akan sangat mencintainya karena allah. Akan 
tetapi cinta yang berlebihan kepada makhluk bisa jadi melupakan akan cinta 
kepada allah.
 Jadi teringat sepenggal nasehat Aa Gym dalam ceramahnya, "hati-hati jika 
mencintai makhluk, jangan sampai karena hadirnya makhluk cintamu kepada Sang 
pencipta makhluk menjadi berkurang, karena suatu saat nanti makhluk yang kamu 
cintai itu bisa saja diambil dari sisi kamu"
 Teman pembaca sekalian, jadi mari, dan silahkanlah bercinta dan mencintai, 
cinta yang segalanya hanya karena sang pemilik cinta. Cinta yang bernilai 
ibadah jika disandarkan karena cinta kepadanya. Dan dia adalah cinta yang lebih 
berharga dari pada dunia beserta isinya.
 "Ya Allah karuniakanlah kepada kami kecintaan kepada-Mu, kecintaan kepada 
orang yang mencintai-Mu dan kecintaan apa saja yang mendekatkan diri kami pada 
kecintaan-Mu. Jadikanlah dzat-Mu lebih kami cintai dari pada air yang dingin 
bagi orang yang dahaga." Wallahu a’lam.


Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian 
itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [ Al Baqarah : 45 ]
**YATHIE**


---------------------------------
You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total 
Access, No Cost.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke